Simon Kjaer dan Tim Medis Denmark Dianugerahi Penghargaan UEFA, Berkat Aksi Selamatkan Nyawa Chistian Eriksen

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 27 Agu 2021, 00:01 WIB
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (tengah) berfoto bersama tim medis Denmark yang merawat Christian Erikssen di lapangan Euro 2020 setelah memberikan Penghargaan Presiden UEFA, di Istanbul, Turki, Kamis (26/8/2021). (AP Photo/Emra

Bola.com, Jakarta - Simon Kjaer dan tim medis Timnas Denmark mendapat apresiasi tinggi atas upaya menyelamatkan nyawa Christian Eriksen di pentas Euro 2020. Mereka mendapatkan penghargaan UEFA berupa President's Award, Kamis (26/8/2021). 

Christian Eriksen ambruk kala memperkuat Denmark dalam partai perdana Grup B di Parken Stadium, Copenhagen, Minggu (12/6/2021). Ia jatuh tak sadarkan diri di akhir babak pertama dan pertandingan akhirnya dihentikan.

Advertisement

Eriksen langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Syukurlah, pemain berusia 29 tahun itu akhirnya bisa melalui masa kritis dan sudah berada dalam kondisi yang stabil.

Segera setelah mengetahui bahwa Eriksen kolaps, Kjaer langsung menghampiri rekannya tersebut dan memastikan sang gelandang tak menelan lidahnya dan berada di posisi yang tepat.

Kjaer langsung membuka mulut Eriksen untuk memastikan saluran udara tetap berfungsi dan kemudian melakukan CPR, pertolongan pertama pada situasi seperti itu.

Kemudian, Kjaer langsung mengomando rekan-rekannya untuk berdiri mengerubungi Christian Eriksen yang tengah dirawat tim medis. Hal ini dilakukan agar media tak terus-menerus menyorot sang gelandang.

 

2 dari 2 halaman

Christian Eriksen Belum Bisa Main

Christian Eriksen - Gelandang yang diboyong Inter Milan dari Tottenham Hotspur dengan biaya 27 juta euro itu awalnya sempat kesulitan beradaptasi. Namun pemain Timnas Denmark itu perlahan-lahan mampu menunjukkan kemampuannya dan mencjadi salah satu andalan Conte di lini tengah. (AP/Gregorio Borgia)

Tak berhenti sampai di situ, sikap pahlawan Kjaer juga tercermin ketika menghampiri istri Eriksen, Sabrina Kvist Jensen yang tampak cemas menanti kondisi sang suami di lapangan. Kjaer kemudian mencoba menenangkan Sabrina.

Tubuh Eriksen saat ini dipasangi sebuah alat implan defibrillator jantung. ICD pada dasarnya berfungsi untuk mengatasi detak jantung abnormal.

Alat ini bisa ditanamkan di dada atau di perut dan bekerja dengan mengalirkan kejutan listrik saat jantung berdetak terlalu lambat atau terlalu cepat.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, Eriksen pun untuk sementara masih dilarang bermain di Serie A hingga alat ICD tersebut dicopot dari tubuhnya.

Sumber: UEFA

Disadur dari: Bola.net (Penulis Ari Prayoga, published 26/8/2021)

Berita Terkait