Nostalgia Timnas Indonesia di Piala AFF 2018: Tim Garuda Tak Sanggup Terbang Tinggi

oleh Rizki Hidayat diperbarui 01 Nov 2021, 09:50 WIB
Kolase - Terpuruknya Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia benar-benar tak berkutik di Piala AFF 2018. Diasuh Bima Sakti, Tim Garuda tak sanggup terbang tinggi karena kandas pada fase grup.

Pada Piala AFF edisi ke-12 tersebut, Timnas Indonesia tergabung di Grup B, bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Menghuni grup maut, Indonesia diprediksi bakal sulit untuk lolos ke semifinal.

Advertisement

Pasalnya, berbagai kendala dihadapi Timnas Indonesia jelang berlaga di turnamen antarnegara di Asia Tenggara tersebut. Diawali pergantian pelatih dari Luis Milla ke Bima Sakti, hingga minimnya persiapan jelang berlaga di Piala AFF 2018.

Prediksi itu pun benar-benar terbukti ketika berlaga di ajang tersebut. Timnas Indonesia tak berdaya ketika berlaga di Piala AFF 2018.

Pada laga pertama kontra Singapura di Stadion National, Kallang, 9 November 2018, Indonesia takluk 0-1. Memasuki pertandingan kedua, Timnas Indonesia akhirnya berhasil memetik tiga poin, setelah membungkam Timor Leste dengan skor 3-1.

Sayangnya, hasil kontra Timor Leste adalah satu-satunya kemenangan yang didapat Tim Garuda di Piala AFF 2018. Dalam dua laga selanjutnya, Timnas Indonesia babak belur dihajar Thailand dengan skor 2-4, serta bermain 0-0 melawan Filipina.

Timnas Indonesia akhirnya gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Indonesia menempati peringkat keempat dengan nilai empat, tertinggal enam poin dari Thailand di puncak grup dan empat angka dari Filipina di posisi kedua.

 

2 dari 3 halaman

Minim Pembinaan Usia Dini

Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, menyapa suporter usai melawan Filipina pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Minggu (25/11). Kedua negara bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Pelatih Timnas Indonesia ketika itu, Bima Sakti, menyebut kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 akibat minimnya pembinaan usia dini. Bima menyayangkan keputusan PSSI yang kurang memperhatikan pembinaan para pesepak bola usia berjenjang.

"Kita tidak boleh mengharapkan hasil yang instan. Negara-negara yang memiliki sepak bola maju selalu ada pembinaan sepak bola berjenjang sejak usia dini. Di Indonesia, tidak punya itu," kata Bima pada November 2018.

"Kedepannya, pembinaan usia dini harus diperhatikan karena ini sebagai fondasi timnas untuk masa depan. Saya pernah bertemu pelatih timnas U-19 Jepang. Dia mengatakan untuk mempersiapkan tim butuh tujuh tahun, dan enam di antarnaya mereka dibina di akademi," tutur Bima.

Gagal di Piala AFF 2018 membuat Bima Sakti kehilangan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Secara keseluruhan, dia hanya 36 hari duduk di kursi pelatih Timnas Garuda, yakni dari 21 Oktober sampai 25 November 2018.

 

3 dari 3 halaman

Daftar Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2018:

Ekspresi para pemain Timnas Indonesia, termasuk kiper Awan Setho Raharjo (baju hijau) setelah kalah 2-4 dari Thailand pada Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11/2018). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Kiper: Muhammad Ridho, Awan Setho Raharjo, Andritany Ardhiyasa

Bek: Putu Gede, Alfath Fathier, Bagas Adi Nugroho, Gavin Kwan Adsit, Rizky Pora, Ricky Fajrin, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama

Gelandang: Zulfiandi, Evan Dimas, Muhammad Hargianto, Stefano Lilipaly, Bayu Pradana, Septian David Maulana

Penyerang: Alberto Goncalves, Febri Hariyadi, Irfan Jaya, Andik Vermansyah, Riko Simanjuntak, Dedik Setiawan

Berita Terkait