5 Pemain Muda Berstatus Bad Boy di Sepak Bola Indonesia: Disanksi karena Dugem Hingga Mukul Wasit

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 27 Nov 2021, 07:30 WIB
Ilustrasi - Hugo Samir, Yudha Febrian, Todd Rivaldo Ferre (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Komite Disiplin PSSI membuat kejutan dengan menjatuhkan sanksi berat pada tiga pemain muda di Indonesia. Sanksi berat itu diberikan karena perilaku tidak terpuji yang dilakukan para pemain muda.

Satu di antaranya dilakukan oleh gelandang Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre. Pemain muda Papua itu mendapatkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan plus denda Rp50 juta.

Advertisement

Sanksi itu diberikan kepada Todd Rivaldo Ferre terkait jenis pelanggaran yang dilakukan dalam duel Persipura Jayapura melawan Bali United (5/11/2021). Todd disebut melakukan tingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan dan melakukan protes berlebihan dengan berkata tidak pantas disertai pemukulan terhadap perangkat pertandingan.

Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing, menyebut sanksi berat diberikan kepada Todd Rivaldo Ferre sebagai efek jera. Para pemain diharapkan selalu patuh terhadap aturan dan menegakkan fair play dalam bermain.

"Saya sering katakan, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Paling tidak, kita harus melakukan perubahan sikap, mental, dan punya integritas serta sportivitas. Selain bermain sepak bola yang cantik, juga enak dilihat," kata Erwin Tobing.

"Akan tetapi, kalau main bola sambil memukul, itu sudah tidak indah. Makanya kami akan menjatuhkan hukuman paling berat, siapapun yang memukul perangkat pertandingan akan kami tindak tegas. Ada ancamannya," tegas Erwin Tobing.

Selain Todd Rivaldo Ferre, ada sejumlah pemain muda Indonesia yang juga pernah mendapatkan sanksi berat karena tindakan tidak terpuji atau indisipliner. Siapa saja?

2 dari 5 halaman

Hugo Samir

Hugo Samir, putra pertama pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain selama 12 bulan dan denda sebesar Rp5 juta kepada Hugo Samir. Sanksi itu diberikan karena putra dari Jacksen F. Tiago itu menendang wasit/perangkat pertandingan pada laga Elite Pro Academy Liga 1 U18.

Ketika itu, Hugo Samir membela Bhayangkara FC U-18 dalam laga melawan Persebaya Surabaya U-18 (28/10/2021). Hugo Samir menendang perangkat pertandingan karena tak puas akan keputusan wasit.

Sanksi dan perilaku Hugo Samir tentu sangat disayangkan karena merupakan pemain muda. Namun, sanksi tegas ini diberikan Komdis PSSI agar bisa menimbulkan efek jera dan sebagai pengingat kepada para pemain yang berkarier di Indonesia.

3 dari 5 halaman

Dzakwan Husam Sulaiman

Serupa dengan Hugo Samir, Dzakwan Husam Sulaiman juga mendapatkan sanksi berat dari Komdis PSSI. Dzakwan Husam Sulaiman yang bermain di Bhayangkara FC U-18 mendapatkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan plus denda Rp5 juta.

Dzakwan Husam Sulaiman didakwa juga melakukan pemukulan terhadap perangkat pertandingan pada duel Bhayangkara FC U-18 melawan Persebaya Surabaya U-18 di Elite Pro Academy Liga 1 U18. Sanksi ini tentu sangat disayangkan karena Dzakwan Husam Sulaiman juga merupakan pemain muda.

4 dari 5 halaman

Yudha Febrian

Mochamad Yudha Febrian berpeluang melakukan debut saat Persik melawan PSM pada pekan keempat BRI Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/9/2021). (Dok Pribadi)

Mochammad Yudha Febrian tercatat pernah dicoret dari Timnas Indonesia U-19 karena masalah indisipliner. Ketika itu, Yudha diketahui keluar malam dan pulang ke hotel pukul 03:00 WIB.

Yudha diketahui pergi dugem bersama Serdy Ephy Fano yang juga pemain Timnas Indonesia U-19. Keduanya akhirnya dicoret oleh pelatih Shin Tae-yong.

Yudha Febrian juga sempat diterpa kasus dugaan pelecehan seksual. Kelakuan Yudha dibongkar oleh wanita pemilik akun @senandikha11 mengaku telah dilecehkan pada Mei 2021. Belakangan, kasus tersebut berakhir damai setelah Yudha mengungkapkan permintaan maaf.

5 dari 5 halaman

Serdy Ephy Fano

Penyerang Timnas Indonesia U-19, Serdy Ephy Fano Boky. (Bola.com/Aditya Wany)

Serdy Ephy Fano memiliki catatan kelam dalam kariernya di sepak bola Indonesia. Pemain muda tersebut sudah dua kali dikeluarkan dari skuat Timnas Indonesia U-19.

Serdy Ephy Fano dicoret karena masalah indisipliner sewaktu mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 pada November 2020. Serdy Ephy Fano diketahui pergi ke diskotik dan pulang ke hotel pukul 03:00 dini hari WIB.

Sebelumnya, Serdy Ephy Fano juga melakukan pelanggaran disiplin sehingga tak diboyong pada pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 ke Kroasia. Namun, yang parah adalah yang kedua karena Serdy Ephy Fano sampai harus dipecat dari Bhayangkara FC.