Mengenal Trio Berbahaya Malaysia di Piala AFF 2020: Bertumpu Pada Safawi Rasid

oleh Hery Kurniawan diperbarui 12 Des 2021, 10:00 WIB
Piala AFF 2018 Timnas Malaysia (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Malaysia tampil cukup percaya diri di Piala AFF 2020. Mereka membawa 24 pemain dari berbagai macam generasi dan latar belakang. Termasuk beberapa pemain naturalisasi.

Lini depan Malaysia di Piala AFF 2020 dihuni pemain-pemain muda yang sangat menarik. Pada lini tersebut, Harimau Malaya (julukan Malaysia) banyak diperkuat pemain muda yang punya potensi luar biasa.

Advertisement

Mereka sudah memetik hasilnya dalam dua pertandingan awal. Malaysia sukses menggasak Kamboja 3-1 di laga pertama dan membantai Laos 4-0 di pertandingan kedua.

Bola.com, coba membedah satu per satu tridente alias trio berbahaya yang ada di lini depan Malaysia. Trio berbahaya itu diisi oleh Safawi Rasid di sisi sayap kanan, kemudian Syafiq Ahmad yang bisa dimainkan di posisi winger kiri. Juga ada Luqman Hakim di posisi penyerang tengah.

Trio ini sangat bisa diandalkan saat tim asuhan Tan Cheng Hoe menghadapi Vietnam dalam laga ketiga Grup B, Minggu (12/12/2021) malam WIB. Berikut ulasan mengenai trio mematikan yang dimiliki Malaysia di Piala AFF 2020.

 

2 dari 4 halaman

Safawi Rasid

Penyerang Timnas Malaysia, Safawi Rasid. (dok. AFF)

Bisa dikatakan, Safawi adalah ikon utama sepak bola Malaysia saat ini. Ia terus berkembang dari level tim nasional kelompok umur hingga kini di level senior.

Di Piala AFF 2020, Safawi sudah mencetak empat gol. Hal itu membuat winger Johor Darul Ta'zim itu menempati urutan pertama daftar top skorer sementara di ajang tersebut.

Sebagai winger, Safawi tak hanya jago berlari dan memberikan umpan. Penyelesaian akhirnya sangat mematikan. Laos jadi korban nyata dari pemain berusia 24 tahun itu.

Di laga melawan Laos, Safawi mampu mencetak hat-trick. Lini belakang Vietnam akan bekerja sangat keras untuk menahan laju pemain ini di laga nanti.

3 dari 4 halaman

Syafiq Ahmad

Striker Malaysia, Syafiq Ahmad, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain kelahiran Penang, Malaysia 26 tahun lalu ini memiliki posisi asli sebagai penyerang tengah. Namun, Syafiq punya kelebihan dan tak canggung ketika ditempatkan di posisi winger atau gelandang serang.

Syafiq adalah langganan untuk dipanggil ke tim nasional senior Malaysia sejak tahun 2017. Sejauh ini, Syafiq sudah punya catatan 22 caps dan delapan gol untuk Malaysia.

Selain itu, Syafiq adalah rekan satu tim Safawi Rasid di Johor Darul Ta'zim. Soal pengertian satu sama lain, keduanya tidak perlu diragukan lagi.

Tinggal bagaimana sang pelatih Tan Cheng Hoe mampu memaksimalkan talenta yang dimiliki Syafiq dan Safawi untuk meneror pertahanan Vietnam di laga nanti.

4 dari 4 halaman

Luqman Hakim Shamsudin

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berharap Luqman Hakim Shamsudin mampu tampil menggila di Piala AFF 2020. (Instagram/@luqmansham_10)

Pemuda 19 tahun ini punya profil yang menarik. Ia adalah satu dari sedikit pemain Malaysia yang berani mencoba peruntungan karir di Eropa, tepatnya di Belgia.

Sejak tahun 2020 lalu, Luqman memperkuat klub kasta kedua Belgia, KV Kortrijk. Meski masih sulit mendapatkan menit bermain secara reguler di klub tersebut, Luqman terbukti belajar banyak hal.

Terutama soal mental bertanding. Bahkan, di laga kedua fase grup Piala AFF 2020, Luqman dimainkan sejak awal oleh Tan Cheng Hoe. Luqman bisa menggeser posisi penyerang naturalisasi, Guilherme De Paula.

Berita Terkait