Bola.com, Jakarta - Penundaan dua pertandingan di pekan ke-17 BRI Liga 1 2021/2022 memastikan pertandingan Madura United kontra Borneo FC yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Selasa (14/12) malam, menjadi laga pamungkas putaran pertama.
Kebetulan kedua pertandingan yang ditunda tersebut melibatkan duo klub Jawa Timur (Jatim), Arema FC dan Persebaya Surabaya. Sejauh ini, kedua tim tersebut menjadi perwakilan terbaik Jatim hingga akhir putaran pertama.
Walaupun sempat tak meyakinkan di awal kompetisi, laju dua klub yang penuh rivalitas tersebut terbilang mulus. Arema FC kini bertengger di peringkat ketiga dengan 33 poin, sementara Persebaya satu strip di bawah mereka dengan selisih poin.
Arema FC memiliki masalah di lini depan dalam empat pertandingan awal mereka. Tetapi sejak Carlos Fortes menciptakan gol ke gawang Persipura Jayapura, ketajamannya tak terhenti hingga kini telah mencetak 10 gol.
Sementara Persebaya Surabaya memiliki masalah yang bertolak belakang dengan mereka selalu kebobolan dalam delapan laga perdana. Tetapi setelahnya, mereka mampu mencatatkan tujuh cleansheet dalam delapan laga.
Persela Lamongan dan Persik Kediri Diambang Degradasi?
Sementara itu, dua klub Jatim lainnya justru harus harap-harap cemas. Persela Lamongan dan Persik Kediri berulang kali menjadi langganan zona degradasi dengan nama pertama masuk dalam tiga terbawah di akhir putaran pertama BRI Liga 1 2021/2022.
Ketergantungan terhadap penyerang asing, Ivan Carlos (Persela) dan Youssef Ezzejjari (Persik) membuat mereka sering kehabisan akal saat keduanya dikunci. Kedua kesebelasan seperti tak memiliki opsi mencetak gol lainnya.
Hal tersebut diperparah dengan mudahnya gawang mereka kebobolan. Bahkan Persela menduduki peringkat ketiga kebobolan terbanyak dengan 26 gol telah bersarang ke gawang Dwi Kuswanto maupun Ravi Murdianto.
Madura United Butuh Konsistensi
Sedangkan satu klub Jatim lainnya perlahan meninggalkan zona merah. Tetapi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah klub berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut sekalipun telah ditangani Fabio Araujo Lefundes.
Dalam lima pertandingan yang telah dijalani, tiga kemenangan berhasil diraih dengan dua lainnya berakhir dengan hasil seri dan kekalahan. Tetapi perlu dicatat, dua dari tiga kemenangan didapatkan dari klub yang notabene secara peringkat di bawah mereka, Barito Putera dan Persik.
Satu-satunya kemenangan impresif didapatkan atas Bali United. Sementara saat menghadapi Persib Bandung mereka tumbang lewat gol tunggal Frets Butuan.
Satu laga lainnya yang berakhir imbang kontra Borneo FC juga patut disesalkan. Dalam posisi unggul, mereka justru kecolongan gol penyeimbang lawan yang bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak kedua.