Membandingkan Bagas Kahfa dengan Asnawi Mangkualam, Bek Sayap Kanan Berkualitas Aset Timnas Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 11 Feb 2022, 08:45 WIB
Timnas Indonesia - Asnawi Mangkualam dan Bagas Kaffa (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Asnawi Mangkualam dalam beberapa tahun terakhir tak tergantikan di posisi bek sayap kanan Timnas Indonesia. Posisi Asnawi sukar tergantikan karena penampilan apiknya di area tersebut.

Pelatih Shin Tae-yong selalu memberikan posisi bek kanan pada Asnawi Mangkualam di Timnas Indonesia. Itu diberikan Shin Tae-yong sejak menukangi Timnas U-19, U-23, hingga Timnas Indonesia senior.

Advertisement

Meskipun masih berusia muda, pada kenyataannya Asnawi Mangkualam mampu menjawab kepercayaan Shin Tae-yong dengan penampilan gemilang. Bahkan, penampilan apik itu pula yang membuat kariernya menembus klub Korea Selatan, Ansan Greeners FC.

Saking seringnya dimainkan Shin Tae-yong, Asnawi Mangkualam bahkan mendapatkan label 'anak kesayangan'. Namun, melihat penampilannya di lapangan wajar bila Shin Tae-yong sangat menyukai gaya permainan dari pemain berusia 22 tahun.

Sebagai bek sayap, Asnawi Mangkualam tak hanya berkerja keras di area pertahanan. Dengan kemampuan individu yang dimilikinya, Asnawi sering turut membantu serangan.

Asnawi juga dikenal punya jiwa kepemimpinan yang baik. Tak ayal Shin Tae-yong memberikan ban kapten untuk Asnawi pada Piala AFF 2022 lalu. Sejauh ini, Asnawi sudah mencatatkan 17 pertandingan untuk Timnas Indonesia senior dan turut mencetak satu gol.

Sayangnya, Asnawi Mangkualam tak dipanggil ke Timnas Indonesia U-23 untuk bertempur di Piala AFF U-23 2022. Shin Tae-yong sadar diri akan sulit untuk memanggil Asnawi ke turnamen yang tak berada di bawah kalender FIFA itu.

Kini, tugas berat akan diemban pengganti Ansawi Mangkualam di bek sayap kanan Timnas Indonesia U-23. Mereka harus mampu meyakinkan Shin Tae-yong dengan penampilan terbaik agar perlahan Timnas Indonesia bisa terbebas dari ketergantungan pada Asnawi Mangkualam.

2 dari 3 halaman

Bagas Kaffa Siap Jawab Tantangan

Bek Timnas Indonesia U-19, Bagas Kaffa, saat gim internal di Spanyol. (PSSI).

Bagas Kaffa memang bukan nama yang asing di Timnas Indonesia kelompok umur. Pemain Barito Putera itu pernah menjadi andalan ketika masih membela Timnas U-16.

Bagas Kaffa tercatat tampil sebanyak 13 kali dan mencetak satu gol bersama Timnas U-16 rentang 2017-2018. Namun, kesempatan bermainnya menurun ketika promosi ke Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong.

Bagas Kaffa hanya mencatatkan enam penampilan rentang 2019-2020. Bagas Kaffa juga belum pernah tampil untuk Timnas Indonesia senior.

Jadi, tak sebanding bila penampilannya dibandingkan dengan Asnawi Mangkualam. Secara usia pun Bagas Kaffa lebih muda dua tahun dari Asnawi.

Meski demikian, Bagas Kaffa selalu memberikan penampilan gemilang ketika dipercaya bermain di Timnas Indonesia U-19. Absennya Asnawi bisa dijadikan kesempatan buat Bagas Kaffa dalam menunjukkan penampilan terbaik.

"Tentunya saya sangat bersyukur dipanggil ke Timnas Indonesia U-23. Semoga mendapatkan kepercayaan. Kondisi saya saat ini sangat baik," ucap Bagas Kaffa.

Namun, absennya Asnawi Mangkualam di Piala AFF U-23 2022 tak serta merta membuat Bagas Kaffa mendapatkan jaminan posisi di bek sayap kanan. Bagas Kaffa tetap akan mendapatkan persaingan dari Bayu Fiqri dan Achmad Figo yang juga bermain di posisi tersebut.

Bagas Kaffa andal sebagai bek sayap dalam membantu serangan. Selain itu, Bagas Kaffa juga tetap tak melupakan tugasnya dalam bertahan.

Bagas Kaffa kembali mendapatkan kesempatan dari Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia U-23. Piala AFF U-23 2022 bisa jadi kesempatan buat Bagas Kaffa membuktikan kualitasnya.

3 dari 3 halaman

Tantangan dari Pemain Naturalisasi

Sandy Walsh menyebut, proses pengurusan dokumen akan memakan waktu dan jadwal Piala AFF 2020 tidak memungkinkan buatnya untuk membela Timnas Indonesia. (Instagram/@sandywalsh/Leen Van de Sande)

Tantangan terberat tak cuma datang dari persaingan antarpemain lokal. PSSI dan Kemenpora saat ini sedang memproses status naturalisasi untuk dua pemain yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh.

Nama terakhir bermain di posisi bek kanan. Secara pengalaman, Sandy Walsh tentu punya keunggulan karena bermain di klub elite Eropa.

Sandy Walsh saat ini membela K.V. Mechelen di kompetisi elite Liga Belgia. Pemain berusia 26 tahun itu memiliki segala syarat sebagai bek sayap kanan.

Sandy Walsh memiliki postur tubuh tinggi yakni 185 cm. Selain itu, eks pemain Timnas Belanda U-20 itu juga punya kecepatan berlari.

Uniknya, Sandy Walsh juga andal dalam mencetak gol. Sejak membela K.V. Mechelen pada 2020, Sandy Walsh sudah mencetak lima gol dalam 53 penampilannya.

Nama Sandy Walsh merupakan rekomendasi secara langsung dari Shin Tae-yong. Artinya, pelatih asal Korea Selatan itu menyadari ada yang perlu ditingkatkan lagi dari sektor bek sayap kanan.

Kehadiran Sandy Walsh juga bakal meramaikan persaingan di area tersebut. Ini tentu saja bagus untuk Timnas Indonesia bila memiliki banyak pemain pada area yang kompetitif.

Berita Terkait