Naik dan Turun Nasib di Liga Inggris: Zidane Iqbal, MU, serta Erik Ten Hag

oleh Choki Sihotang diperbarui 12 Jul 2022, 01:27 WIB
Pemain muda Manchester United, Zidane Iqbal. (Dok. Manchester United)

Bola.com, Jakarta - Hidup tak ubahnya rollercoaster, naik turun. Pernyataan itu telontar dari mulut Zidane Iqbal, di situs resmi Manchester United, beberapa waktu lalu.

"Perjalanannya berbeda untuk setiap orang dan saya dapat memberi tahu Anda, itu tidak mudah. Ini seperti rollercoaster, naik turun. Anda hanya perlu menikmati perjalanan dan apa pun yang terjadi nanti," katanya.

Advertisement

 

Kabar Menarik tentang MU, Nih

2 dari 6 halaman

Asa MU

Zidane Iqbal adalah pemain muda sekaligus harapan MU di masa mendatang. Masih muda, 19 tahun, Zidane menjadi pemain pertama asal Asia Selatan yang pernah tampil di ajang antarklub paling bergengsi Eropa, Liga Champions.

Momen bersejarah tersebut dia ukir kala MU bermain imbang 1-1 melawan klub asal Swiss, Young Boys, dalam laga pamungkas Grup F Liga Champions 2020/2021 di Old Trafford pada 9 Desember 2021. Saat itu, The Red Devils diarsiteki Ralf Rangnick.

 

3 dari 6 halaman

Rasanya Luar Biasa

Zidane Iqbal. Gelandang berusia 18 tahun yang melakukan debutnya musim ini bersama MU di ajang Liga Champions ini baru saja melakukan debut bersama Timnas Irak saat melawan Iran, 27 Januari 2022. Tampil sebagai pemain pengganti sejak menit ke-82, Irak menyerah 0-1 dari Iran. (manutd.com)

Masuk di menit-menit akhir pertandingan, gelandang kelahiran 27 April 2003 menggantikan Jesse Lingard.

Bermain di pentas elite sekelas Liga Champions tentu saja membanggakan, terlebih bagi pemain muda. Zidane bersyukur karena bisa mendapat kepercayaan dari sang pelatih.

"Rasanya luar biasa. Saya telah bekerja sepanjang hidup saya untuk kesempatan ini. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan ini baru permulaan," ujar pemain berpaspor Irak ini.

 

4 dari 6 halaman

Bukan Satu-satunya

Zidane yang lahir di Manchester, 27 April, 2003 memilih mengikuti kewarganegaraan ibunya ketimbang ayahnya yang Pakistan. Pada usia 10 tahun, dia masuk Akademi MU, dan pada April 2021 naik pangkat ke tim senior.

Zidane sebenarnya bukan satu-satunya remaja Asia Selatan yang wara-wiri di Premier League dengan kontrak permanen. Selain dia ada empat lagi.

Mereka dalah Hamza Choudhury (Leicester City) Arjan Raikhy (Aston Villa), Dilan Markanday (Tottenham) serta Kam Kandola (Wolves). Hanya saja, Zidane menjadi sorotan utama karena disebut-sebut wonderkid yang bakal menjelma menjadi pilar tumpuan MU di masa depan.

 

5 dari 6 halaman

Tak Negatif

Ilustrasi - Erik ten Hag nuansa Manchester United (Bola.com/Lamya DInata/Adreanus Titus)

Pergantian pelatih juga tak akan berdampak negatif bagi Zidane. Erik Ten Hag, juru taktik anyar MU, dikabarkan sudah jatuh hati kala kali pertama melihat Zidane di sesi latihan rutin.

The Sun melaporkan, sang pelatih menyatakan Zidane serta dua pemain muda MU lainnya, Alejandro Garnacho dan Hannibal Mejbri punya kans yang sama dengan pemain lainnya.

Erik Ten Hag baru-baru ini mengeluarkan lima peraturan ketat di skuadnya. Satu di antaranya adalah pemain muda yang dinilai tampil impresif tak menutup kemungkinan bakal mendepak posisi pemain senior.

 

6 dari 6 halaman

Jago Memoles

Mantan pembesut Ajax itu memang jago memoles pemain muda. Di Ajax, ada lima pemain muda yang sudah diorbitkannya menjadi pemain top di sejumlah klub Eropa.

Mereka adalah Hakim Ziyech (Chelsea), Matthijs de Ligt (Juventus), Frenkie de Jong (Barcelona), Sergino Dest (Barcelona), dan Donny van de Beek (Manchester United). Jika hidup seumpama rollercoaster, seperti kata Zidane di atas, maka peluangnya bersinar bersama MU di bawah rezim Erik Ten Hag sangatlah memungkinkan.

Berita Terkait