Tak Tertarik Menjadi Pelatih, Baihakki Khaizan Ingin Mengelola Sepak Bola Singapura Lewat Federasi

oleh Hery Kurniawan diperbarui 04 Agu 2022, 06:15 WIB
Legenda Timnas Singapura, Baihakki Khaizan yang kini memiliki posisi baru di Federasi Sepak Bola Singapura (FAS). (Bola.com, Hery Kurniawan)

Bola.com, Sleman - Masih ingat sosok Baihakki Khaizan? Bek legendaris Timnas Singapura yang pernah cukup lama bermain di Liga Indonesia bersama Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Medan Chiefs.

Baihakki Khaizan tercatat membela Singapura dalam 140 pertandingan dan mencetak 5 gol untuk The Lions. Sang legenda sepak bola Singapura itu pun kini berada di Sleman untuk melihat aksi Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala AFF U-16 2022.

Advertisement

Bola.com menemui Baihakki yang tengah mendampingi Singapura U-16 saat menghadapi Timnas Indonesia U-16 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Rabu (3/8/2022) malam WIB.

Kehadiran Baihakki ke Maguwoharjo bukan tanpa alasan. Ia kini menjabat sebagai Lead Special Project/Ambassador dari Federasi Sepak Bola Singapura (FAS). Kepada Bola.com, Baihakki pun membagikan cerita mengenai kesibukannya saat ini.

"Saya lagi ambil kursus manajemen AFC. November nanti kalau tidak salah sudah selesai. Nanti Desember saya pindah menjadi Direktur Timnas Singapura untuk semua level tim," ujar Baihakki Khaizan.

 

2 dari 4 halaman

Lebih Tertarik Dunia Manajemen

Bek Timnas Singapura, Baihakki Khaizan (Foto: Adyaksa Vidi/Liputan6.com)

 

Baihakki Khaizan pensiun dari dunia sepak bola pada awal 2022. Tampines Rovers merupakan klub terakhir yang diperkuat oleh bek tangguh Singapura itu.

Beberapa pemain yang umurnya tidak berbeda dengan Baihakki kini sudah menjadi pelatih, termasuk mantan rekannya di Timnas Singapura, Noh Alam Shah. Mantan penyerang Arema Indonesia itu kini melatih tim lokal Singapura, Tanjong Pagar.

Baihakki sebenarnya tertarik menjadi pelatih. Namun, ia merasa jumlah pelatih di Singapura sudah terlalu banyak. Sementara orang yang bisa mengurus sepak bola masih belum banyak. Ia pun ingin mengisi peran tersebut.

"Mau sih, tapi soalnya jurulatih banyak di Singapura. Sementara yang tidak ada itu orang di sini manajemen, jurulatih ramai. Kalau ada seribu jurulatih, tapi manajemen tidak ada, ya enggak benar, sama saja," ungkapnya.

 

3 dari 4 halaman

Saran Noh Alam Shah

Asisten pelatih Singapura, Noh Alam Shah, saat menggelar sesi latihan jelang laga Piala AFF di Stadion Nasional Singapura, Kamis (8/11). Singapura akan melawan Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Baihakki Khaizan pun mengaku mendapatkan saran khusus dari Noh Alam Shah soal pilihan karier itu. Ia bisa berkontribusi besar di sepak bola Singapura ketika masuk ke dalam manajemen FAS.

"Noh Alam Shah bilang sama saya, 'Baihakki, kalau kamu enggak mau ambil juru latih, kamu ambil manajemen, posisikan diri kami di atas itu, jadi kita bisa bicara'," ungkap Baihakki menirukan pernyataan Noh Alam Shah.

 

4 dari 4 halaman

Kompori Bambang Pamungkas

Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menariknya, Baihakki Khaizan mengaku juga sering berbicara dengan legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Bahkan ia mengaku sering mendorong mantan striker Persija Jakarta yang karib disapa Bepe itu untuk menjadi ketua PSSI hingga Menpora.

"Saya juga bilang ke Bepe: 'Kau jangan bodoh jadi jurulatih, masuklah ke PSSI. Kau punya nama besar dan segalanya, bisa jadi Menpora juga," tandas Baihakki.