Cara Unik Memeriahkan HUT Ke-77 Republik Indonesia: Memulai Turnamen Golf dengan Upacara Bendera

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 19 Agu 2022, 22:00 WIB
Seorang pegolf yang memeriahkan turnamen Merah Putih Cup II yang digelar di Sentul Highland Golf Club, Kamis (18/8/2022). (ist)

Bola.com, Bogor - Masih dalam momen memperingati dan memeriahkan HUT ke-77 Republik Indonesia, sebuah turnamen golf bertajuk Merah Putih Cup II digelar di Sentul Highland Golf Club, Kamis (18/8/2022).

Dengan mengusung tema HUT ke-77 Republik Indonesia, peserta turnamen yang berasal dari berbagai kalangan, seperti komunitas pegiat golf, mahasiswa, pegawai, hingga selebriti itu mengenakan kostum bertema kemerdekaan.

Advertisement

Sebagian besar peserta mengenakan pakaian dengan nuansa merah dan putih, sementara beberapa lainnya megnenakan kostum seperti pejuang kemerdekaan ataupun baju pramuka.

"Kami menyelenggarakan turnamen golf ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Republik Indonesia. Nuansa 17-an kami hidupkan dengan menggelar lomba di sela-sela turnamen," ujar kreator Merah Putih Cup II, Douglas Kertapati.

 

2 dari 2 halaman

Dimulai dengan Upacara

Upacara bendera menjadi seremoni ketika turnamen golf Merah Putih Cup II dimulai di Sentul Highland Golf Club, Kamis (18/8/2022). (ist)

Sebelum memulai turnamen Merah Putih Cup II, para peserta menjalani upacara bendera sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan bangsa sekaligus memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia yang jatuh pada Rabu (17/8/2022).

Kian semarak karena di tengah turnamen Merah Putih Cup II diselipkan beberapa kategori lomba yang menjadi ciri khas HUT RI setiap tahun, yaitu balap karung dan memasukkan jarum ke dalam botol (dimodifikasi menjadi memasukkan bola ke dalam lubang golf).

Turnamen Merah Putih Cup II sekaligus menjadi misi untuk mempopulerkan olahraga golf di Indonesia. Douglas berharap publik secara luas tak lagi menganggap golf sebagai olahraga kalangan ekonomi menengah ke atas.

"Tujuan utama kami membawa golf ke agenda HUT RI dan dilebur dengan lomba tujuh belasan, yaitu membuktikan bahwa olahraga ini juga bisa dimainkan semua orang dan terjangkau, bukan sebatas kalangan menengah ke atas saja," jelas Douglas.