BRI Liga 1: Pemegang Saham Persebaya Menolak Pengunduran Diri Azrul Ananda

oleh Aditya Wany diperbarui 22 Sep 2022, 22:30 WIB
Presiden Persebaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Azrul Ananda tidak bisa serta merta mundur dari jabatan Presiden Klub atau CEO Persebaya Surabaya. Terbaru, Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) menolak surat pengunduran diri Azrul Ananda.

Surat bernomor 09/KSAP/IX/2022 itu ditujukan kepada Azrul Ananda yang ditandatangani oleh Ketua KSAP, Cholid Ghoromah, pada hari ini, Kamis (22/9/2022). Dalam surat tersebut, Azrul Ananda diminta masih tetap menjadi petinggi klub Persebaya Surabaya.

Advertisement

“Kami telah menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP). Adapun keputusan yang dihasilkan yakni menolak pengunduran diri Saudara dari posisi CEO PT Persebaya Indonesia,” demikian bunyi pernyataan surat tersebut.

“Dasar kami, tidak ada satu pun alasan yang menguatkan untuk menerima pengunduran diri tersebut. Pasalnya, tidak ada satu pun kesepakatan dan atau perjanjian tertulis yang selama ini disepakati di antara para pihak yang dilanggar.”

2 dari 6 halaman

Mampu Berkembang

Presiden klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wani)

KSAP sendiri merupakan pemegang saham sebesar 30 persen. Sedangkan sebanyak 70 persen lainnya dimiliki oleh PT Developmental Basketball League (DBL), perusahaan milik Azrul.

KASP merupakan tempat bernaung sebanyak 20 klub internal Persebaya. Masing-masing dari mereka memegang saham sebesar 1,5 persen. Artinya, keputusan Azrul memang harus melewati diskusi dengan banyak pihak.

“Persebaya mampu berkembang dengan baik di tangan saudara. Baik dari sisi brand maupun prestasi. Saudara mampu mengemban amanat yang diberikan seluruh stakeholder Persebaya. Keputusan ini diambil secara bulat. Kami memohon dan berharap, saudara bisa mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

3 dari 6 halaman

Mundur Usai Bertemu Suporter

Presiden Persebaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wany)

Keputusan Azrul Ananda mundur dari jabatannya ini muncul pada Jumat (16/9/2022) lalu saat melakukan pertemuan dengan suporter. Dia lantas mengirim surat pengunduran diri pada Senin (19/9/2022) lalu.

Keputusan itu merupakan dampak dari protes suporter Bonek setelah Persebaya dipecundangi dengan skor 1-2 oleh RANS Nusantara, Kamis (15/9/2022). Bonek sampai turun ke lapangan setelah laga di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, tersebut.

Ungkapan Azrul itu merujuk pada tuntutan dari suporter yang kerap meminta sejumlah pihak hengkang setelah hasil negatif Persebaya. Dalam hal ini, manajer dan pelatih kerap diminta out dari klub.

4 dari 6 halaman

Tren Negatif

Suporter Persebaya, Bonek menyerbu lapangan usai laga melawan RANS Nusantara di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (15/9/2022). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Persebaya sendiri telah menuai hasil yang memalukan dengan baru mengemas 10 poin dari 10 laga. Itu hasil dari tiga menang, satu seri, dan enam kalah. Mereka kini menduduki peringkat ke-14 atau hanya dua strip di atas zona degradasi.

Azrul sendiri mulai menjabat CEO Persebaya sejak musim 2017, saat baru diakui kembali sebagai anggota PSSI. Di bawah pimpinannya, klub berjulukan Bajul Ijo itu mampu menjuarai Liga 2 2017 yang merupakan tiket promosi ke Liga 1 2018.

Persebaya pun mampu bertahan di Liga 1 hingga sekarang. Prestasi terbaiknya adalah menjadi runner-up di Liga 1 2019 dan juara Piala Gubernur Jatim 2020.

Sejak musim lalu, Persebaya menjelma sebagai klub yang menaruh perhatian pada pengembangan pemain muda. Mayoritas para pemainnya merupakan jebolan dari kompetisi internal hasil binaan 20 klub internal.

5 dari 6 halaman

Poin-Poin Penolakan Pengunduran Diri Azrul Ananda

Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda. (Bola.com/Aditya Wany)

Berikut bunyi poin-poin pernyataan dalam surat penolakan pengunduran diri Azrul Ananda:

1. Kehadiran Saudara saat masuk ke Persebaya pada 2017 mampu mengembalikan kepercayaan pihak luar pada Persebaya. Setelah sebelumnya, terpuruk akibat dualisme.

2. Di tahun itu, Saudara mampu membawa tim Persebaya juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1. Sebuah prestasi yang sangat sulit digapai tanpa tata kelola manajerial profesional yang Saudara jalankan.

3. Seiring dengan itu, brand Persebaya menguat. Selaras sebagai klub besar dengan penuh sejarah. Baik di kalangan bisnis, stakeholder sepak bola nasional maupun masyarakat umum. Nama Persebaya terus hadir dengan berbagai inovasi dan gebrakan yang dilakukan.

4. Denyut nadi pembinaan berjalan sesuai dengan komitmen. Di mana, PT Persebaya Indonesia memfasilitasi pelaksanaan kompetisi internal dan kelompok umur. Selain itu, klub anggota juga mendapat subsidi tahunan.

5. Prestasi di usia dini, terutama Elite Pro Academy (EPA). Puncaknya, keberhasilan EPA U-20 juara pada tahun 2019.

6. Membawa tim Persebaya juara Piala Gubernur Jatim 2020.

7. Memastikan Persebaya tetap eksis dan tahan banting saat pandemi Covid-19 menghantam. Sesuatu yang tentu sangat sulit dilakukan bila Persebaya tidak memiliki seorang leader dengan kemampuan mumpuni seperti Saudara.

8. Mampu memberdayakan pemain muda produk internal Persebaya untuk mendapatkan promosi ke tim senior.

9. Sekaligus secara konsisten menyumbang pemain ke Tim Nasional dari jenjang kelompok umur sampai senior.

10. Mampu mengharmonisasi hubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya, yang ini berimbas positif bagi Persebaya maupun sepak bola Surabaya. Salah satu terwujud dengan gelaran Piala Suratin U-13 dan U-15 Piala Walikota Surabaya 2022. Ini sebuah gebrakan yang luar biasa, untuk mengurai kebuntuan yang terjadi selama ini.

11. Mampu membangun sinergitas dengan Polrestabes Surabaya dan Forkompimda Surabaya yang kuat.

12. Membangun jaringan store, penjualan merchandise yang inovatif. Sehingga makin menguatkan brand Persebaya.

13. Sukses menyelenggarakan tata kelola penyelenggaraan pertandingan dengan berbagai terobosan. Yang semuanya ini membuat Persebaya jadi pionir dan menjadi rujukan klub-klub lainnya.

6 dari 6 halaman

Yuk Intip Posisi Persebaya Saat Ini

Berita Terkait