5 Fakta dan Statistik Terbaru Jelang Timnas Indonesia Vs Curacao: Rekor Impresif Shin Tae-yong

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 27 Sep 2022, 09:55 WIB
Timnas Indonesia - Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Elkan Baggott (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Curacao pada FIFA Matchday di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (26/9/2022). Anak asuh Shin Tae-yong memiliki tugas yang tak ringan jelang laga kedua ini.

Sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Curacao 3-2 pada laga yang digelar Sabtu (24/9/2022) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat. Saling berbalas gol terjadi sepanjang pertandingan sebelum Dimas Drajad menjadi penentu kemenangan.

Advertisement

Hanya saja, jelang laga kedua nanti, Elkan Baggott dkk. tak akan tampil dalam kondisi sempurna. Sebab, selain Asnawi Mangkualam yang dipastikan absen karena cedera, Ricky Kambuaya dan Dimas Drajad belum fit betul kondisinya.

Terlepas dari situasi terkini Timnas Indonesia, ada lima catatan menarik jelang pertandingan menghadapi Curacao. Berikut ini ulasannya:

 

2 dari 6 halaman

Empat Kali Menang Selama FIFA Matchday 2022

Menit ke-6, Indonesia berhasil membuka keunggulan. Dimas Drajad menyambut operan Asnawi dengan sundulan terarah untuk menjebol gawang Nepal. (Dok. PSSI)

Timnas Indonesia telah melakoni enam pertandingan selama FIFA Matchday yang digelar pada 2022, termasuk Kualifikasi Piala Asia 2023.

Dari enam laga tersebut, empat kemenangan sukses diraih Merah Putih. Satu kekalahan didapat kala bersua Yordania, sementara sekali imbang diraih saat ditahan imbang Bangladesh pada Juni 2022.

  • Timnas Indonesia vs Timor Leste 3-0
  • Timnas Indonesia vs Bangladesh 0-0
  • Kuwait vs Timnas Indonesia 1-2
  • Timnas Indonesia vs Yordania 0-1
  • Timnas Indonesia vs Nepal 7-0
  • Timnas Indonesia vs Curacao 3-2
3 dari 6 halaman

Rekor Buruk Curacao

Dua pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Yakob Sayuri berusaha menghadang pergerakan pemain Timnas Curacao, Jeremy Cornelis Jacobus Antonisse dalam laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Berbeda dengan Timnas Indonesia, Curacao justru gagal menampilkan performa apik dalam lima laga terakhirnya. Mereka cuma menang sekali dan sisanya kalah.

Menariknya, kemenangan didapat Curacao pada laga kedua kontra Honduras. Pada laga pertamanya, mereka kalah 0-1. Apakah situasi serupa bakal terulang ketika bersua Timnas Indonesia?

4 dari 6 halaman

Rata-Rata Kebobolan Dua Kali

Timnas Curacao mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu (21/9/2022) malam WIB. (Twitter/@Curacaofootbal1)

Dari lima pertandingan tersebut, Curacao telah kebobolan 10 kali. Yang artinya, Juninho Bacuna dkk. rata-rata kebobolan dua gol tiap pertandingannya.

Sementara itu, Curacao hanya sanggup melesakkan lima gol, yang artinya, mereka mencetak satu gol tiap pertandingan.

5 dari 6 halaman

Catatan Impresif Shin Tae-yong

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers usai pertandingan laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Shin Tae-yong meraih 12 kemenangan dari 24 pertandingan sejak kali pertama menangani Timnas Indonesia senior pada Januari 2020. Dengan begini, pelatih asal Korea Selatan itu mencatatkan 50 persen kemenangan dari total pertandingan Merah Putih sejak 2,5 tahun lamanya.

Sementara itu, tujuh laga lainnya berakhir dengan kekalahan, sementara lima sisanya berakhir imbang.

  • Main: 24
  • Menang: 12
  • Kalah: 7
  • Imbang: 5
6 dari 6 halaman

Incar Kemenangan Kedua

Sukses Timnas Indonesia mengalahkan Curacao adalah kali pertama buat Shin Tae-yong memberikan kemenangan atas tim yang berperingkat 100 besar FIFA. Tentu kemenangan kedua diincar oleh sang arsitek guna menambah kepercayaan diri anak asuhnya pada ajang-ajang berikutnya.

Berita Terkait