Wonderkid Persebaya, Marselino Ferdinan Ceritakan Malam Kelam di Stadion Kanjuruhan

oleh Hendry Wibowo diperbarui 06 Okt 2022, 19:00 WIB
Marselino Ferdinan memang sosok gelandang tengah yang sangat spartan. Meski masih 17 tahun, pelatih Aji Santoso sering memasang Marselino Ferdinan di starting eleven. Ia dipercaya Aji Santoso karena memang memiliki kemampuan di atas rata-rata sebagai playmaker. (Liputan6.com/IG/@marselinoferdinan10)

Bola.com, Surabaya - Pemain Persebaya Surabaya Marselino Ferdinan menceritakan tragedi memilukan usai tim kesebelasannya menang 3-2 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober lalu.

Malam itu, lanjut wonderkid Persebaya Surabaya ini, usai laga derby Jawa Timur, para pemain sempat tertahan dan melihat kerusuhan tersebut dan langsung masuk mobil barakuda.

Advertisement

"Secara singkat habis pertandingan selesai peluit akhir langsung masuk locker room, kita lari. Kita langsung cepat-cepat ganti baju, ganti pakaian. Setelah itu kita langsung lari ke barakuda," ujar Marselino Ferdinan, Rabu (5/10/2022) malam.

Menurut Marselino Ferdinan saat sudah keluar dari stadion dan berada di dalam barakuda justru tak bisa berjalan. Sebab mobil panser yang mengangkut pemain persebaya dan patwal diblokade oleh Aremania.

"Jadi, kita menunggu di sana sekitar dua jam semuanya. Baru kita bisa keluar dari stadion tersebut," ucap Marselino.

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Marselino Ferdinan Lihat Sendiri Kerusuhan

Bunga, syal Arema dan coretan di tembok tanda duka cita memenuhi pintu keluar tribun 13 Stadion Kanjuruhan Malang. Pintu yang terlambat dibuka ditambah kekacauan akibat gas air mata membuat banyak suporter meninggal dunia (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mengaku sempat melihat kerusuhan yang terjadi. Marselino Ferdinan melihat sendiri kerusuhan di luar stadion karena barakuda yang ditumpanginya berada di depan

"Kalau lihat kejadian, pasti lihat. Karena barakuda saya ada paling depan. Jadi saya lihat semuanya yang bakar-bakar, patwal yang diinjak-injak dan lain-lain. Iya sempat. Dilempari botol, batu," ujarnya.

Meski begitu, Marselino tak merasa trauma atas kejadian itu. Bahkan malam ini, dia juga mengikuti doa bersama yang digelar Pemkot Surabaya yang mengundang Persebaya, suporter hingga Forkopimda untuk korban tragedi Kanjuruhan.

"Kalau trauma enggak sih. Bonek hadir sangat istimewa. Di sini kita tahu kemanusiaan lebih penting daripada sebuah sepak bola," ucap Marselino.

3 dari 4 halaman

Jokowi Minta Usut Tuntas

Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang harus diusut tuntas, tanpa ada ditutup-tutupi.

Dia menegaskan pihak yang terbukti bersalah dalam tragedi ini harus diberi sanksi dan dipidanakan.

"Ya, kenapa dibentuk tim pencari fakta independen karena ingin kita usut tuntas, tidak ada yang ditutup-tutupi, yang salah juga diberikan sanksi, kalau masuk pidana juga sama," kata Jokowi usai menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang Jawa Timur, Rabu (5/10/2022).

 

4 dari 4 halaman

Secepatnya Ungkap Kerusuhan Kanjuruhan

Dia mengatakan telah meminta Menko Polhukam Mahfud Md selaku Ketum Tim Gabungan Indenpenden Pencari Fakta, untuk secepat-cepatnya mengungkap tragedi Kanjuruhan. Terlebih, semua bukti sudah terlihat.

"Kan sudah disampaikan oleh Menko polhukam. Beliau minta satu bulan, tapi saya minta secepat-cepatnya, karena ini barangnya kelihatan semua kok, secepat-cepatnya," jelasnya.

Berita Terkait