Manuver Berbahaya Enea Bastianini kepada Pecco Bagnaia di Balapan MotoGP Malaysia, Manajer: Ada Maksudnya!

oleh Hendry Wibowo diperbarui 24 Okt 2022, 19:45 WIB
Enea Bastianini. (Istimewa)

Bola.com, Jakarta - Nama pembalap asal Italia, Enea Bastianini jadi sorotan usai balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang hari Minggu (23/10/2022).

Pasalnya pembalap tim satelit Gresini Ducati itu tidak mematuhi factory orders untuk membantu Pecco Bagnaia menjadi juara dunia MotoGP 2022.

Advertisement

Enea Bastianini sempat terlibat persaingan sengit melawan Pecco Bagnaia dan berulang kali keduanya nyaris kontak.

Beruntung kedua pembalap menyentuh garis finis dengan Pecco Bagnaia finis pertama dan Enea Bastianini naik podium kedua.

Namun usai balapan, petinggi Ducati mengkritik sikap Enea Bastianini karena sudah tidak punya kans untuk menjadi juara dunia.

Tapi manajer Enea Bastianini, Carlo Pernat angkat bicara untuk membela sang klien.

2 dari 3 halaman

Untuk Posisi 3

Drama sempat terjadi di lap terakhir saat Francesco Bagnaia terus ditempel ketat Enea Bastianini yang enggan melakukan team order dan terus menempel ketat hingga hampir bersenggolan. (AP/Vincent Thian)

Menurut Carlo Pernat, ada alasan khusus Enea Bastianini tetap tampil agresif terhadap Pecco Bagnaia pada balapan MotoGP Malaysia.

"Enea masih ingin naik ke posisi ketiga di klasemen. Itu adalah tujuannya hari ini," kata Pernat.

Enea memang masih punya kans untuk naik ke posisi ketiga karena dirinya hanya tertinggal satu poin dari pembalap Aprilia, Aleix Espargaro.

3 dari 3 halaman

Dukungan Ducati

(kiri ke kanan) Pembalap Ducati Gresini Racing Enea Bastianini, pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia, dan pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo merayakan kemenangan mereka pada MotoGP Malaysia 2022 di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/2022). Francesco Bagnaia sukses menjadi juara MotoGP Malaysia 2022 disusul Enea Bastianini dan Fabio Quartararo. (MOHD RASFAN/AFP)

Pernat bahkan menyebut seharusnya Ducati sebagai pabrikan turut mendukung Enea Bastianini untuk finis ketiga. Karena artinya, bonus yang didapat dari penyelenggara akan lebih besar.

"Pada dasarnya ada dua kompetisi yang sedang berlangsung saat ini. Bagnaia melawan Quartararo dan Bastianini melawan Aleix Espargaro," Pernat mengatakan.

"Sekarang ini tentang uang. Bagaimanapun, Ducati harus menjamin kami bonus jika bisa finis ketiga di klasemen."

"Karena perbedaan bonus untuk peringkat tiga dan empat klasemen cukup besar," lanjutnya.

 

Berita Terkait