Sedih Indonesia Gagal Menggelar Piala Dunia U-20 2023, Zainudin Amali Kenang Perjuangan Bidding untuk Jadi Tuan Rumah

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 30 Mar 2023, 11:45 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali memberikan sambutan saat acara hitung mundur 100 hari Piala Dunia U-20 2023 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (09/02/2023). Piala Dunia U-20 2023 akan berlangsung pada 20 Mei 2023 mendatang di Indonesia. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengaku sedih dan kecewa dengan pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Amali menyebut Indonesia sudah banyak berkorban sejak proses bidding hingga persiapan menjadi tuan rumah.

FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada Rabu (29/3/2023). Pencoretan status tersebut dilakukan FIFA setelah mempertimbangkan situasi yang terjadi di Indonesia.

Advertisement

Zainudin Amali tak mampu menyembunyikan kesedihan terkait keputusan tersebut. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengenang perjuangan Indonesia untuk mendapatkan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

"Tentu kita sedih dan kecewa, apalagi saya. Secara pribadi saya telah mengawal ini sejak 2019, sejak kita diputuskan menjadi pemenang bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," kata Zainudin Amali.

2 dari 4 halaman

Diganggu Pandemi

Ilustrasi - Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Piala Dunia U-20 2023 seharusnya digelar pada 2021. Namun, pandemi COVID-19 kala itu membuat FIFA untuk tidak mengadakan edisi 2021 dan melanjutkannya ke 2023.

"Pada 2020 Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres dan Keppres untuk penyelenggaraan. Namun, 2021 batal karena pandemi. Ditunda menjadi 2023, tetapi FIFA tetap berkomitmen Indonesia jadi tuan rumah," kenang Zainudin Amali.

"Kalau ditanya seperti apa, pastinya kita sudah siap. Infrastruktur sudah siap. Kementerian lembaga sudah menjalankan tugasnya masing-masing," ucap Amali.

3 dari 4 halaman

Khawatirkan Sanksi

Reaksi kecewa pemain Timnas Indonesia U-20, Hokky Caraka dan rekan-rekannya setelah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada Rabu (29/03/2023) malam WIB. (Dok. PSSI)

Zainudin Amali juga mengkhawatirkan sanksi dari FIFA terkait kegagalan Indonesia menggelar Piala Dunia U-20 2023. Amali tak ingin Indonesia dibekukan oleh FIFA seperti yang pernah terjadi pada 2015.

"Yang kita khawatirkan susulannya. Yang juga menjadi berat bagi kita," ucap Amali.

"Dalam surat itu di samping dinyatakan kita dicabut sebagai tuan rumah, pasti ada sanksinya. Pasti sedang dibahas dan sanksinya apa, ini yang kita takut betul dan seperti yang pernah dirasakan pada 2015," ujar Amali.

4 dari 4 halaman

Pertemuan Lanjutan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan sambutan saat launching merchandise resmi Piala Dunia U-20 2023 di Atrium Mall FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (08/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara itu, FIFA menegaskan perwakilannhya akan tetap berada di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Mereka terus memberikan bantuan terhadap sepak bola Indonesia. 

"Anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada PSSI, di bawah kepemimpinan Presiden Thohir," ujar FIFA.

Pertemuan antara Erick Thohir dengan Gianni Infantino dalam waktu dekat juga akan kembali terjadi untuk membahas topik lanjutan.

"Pertemuan baru antara Presiden FIFA dan Presiden PSSI untuk pembahasan lebih lanjut akan dijadwalkan dalam waktu dekat," tandas FIFA.