Ketika Legenda Arema Era Galatama Berkumpul di Stadion Gajayana Malang

oleh Iwan Setiawan diperbarui 04 Sep 2023, 05:00 WIB
Para pemain Arema era Galatama berkumpul di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (3/9/2023). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Sebuah momen nostalgia terjadi di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (3/9/2023). Para pemain Arema era Galatama berkumpul.

Ada Imam Hambali, Singgih Pitono, Kuncoro, Agus Yuwono, Maryanto, dan masih banyak nama lainnya. Mereka juga didampingi mantan pelatih Arema, Gusnul Yakin.

Advertisement

Para pemain itu berkumpul untuk menjalani pertandingan persahabatan dengan tim Gresik All Stars. Ada nama eks pemain Persija, Agus Indra Kurniawan di tim Gresik. Tentu tensi pertandingan tak seketat era kejayaan mereka.

Momen para mantan pemain Arema sebenarnya cukup sering terjadi. Tapi kali ini, skuatnya lebih lengkap. Dan mayoritas pemain yang ikut membawa Arema juara Galatama 1992/1993.

“Baru kali ini kami berkumpul lagi dengan formasi yang lebih lengkap. Ada Imam Hambali, Patra Katri Dahlan dan beberapa yang lainnya lama tidak bertemu. Kami bersyukur bisa bertemu kembali dalam kondisi yang sehat,” kata Singih Pitono.

2 dari 4 halaman

Dari Jakarta hingga Banyuwangi

Para pemain Arema era Galatama berkumpul di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (3/9/2023). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Beberapa legenda Arema datang dari tempat yang lumayan jauh. Imam Hambali berangkat dari Banyuwangi. Sedangkan Patra Katri terbang dari Jakarta.

Begitu pula dengan pemain lain seperti Lulut Kistono dari Surabaya dan lainnya.

“Saya sudah puluhan tahun tidak ikut reuni dengan mantan pemain Arema. Sekarang nostalgia juga dengan Stadion Gajayana. Dulu penonton selalu penuh sampai ke pinggir lapangan. Banyak juga kenangan yang kami bicarakan kembali dengan teman-teman lama,” kata Imam Hambali yang jadi kapten Arema saat juara Galatama 1992/1993.

3 dari 4 halaman

Prihatin dengan Prestasi Arema FC

Selain melakoni pertandingan persahabatan ternyata ada agenda lain yang dilakukan para legenda Arema tersebut. Malam harinya mereka berkumpul untuk membahas perkembangan Arema FC. Sebab, mereka masih menjaga hubungan baik terutama dengan Manajer Arema, Wiebie Dwi Andriyas.

“Kami berkumpul juga prihati dengan prestasi Arema di kompetisi musim ini. Saya termasuk pemain di era awal Arema berdiri. Dulu, masuk papan tengah itu sudah prestasi yang jelek. Apalagi papan bawah. Tentu kami prihatin. Saya yang tinggal di Jakarta sering diledekin tentang kondisi Arema saat ini. Harapan kami tentu Arema bisa bangkit,” kata Patra Katri.

4 dari 4 halaman

Posisi Arema FC

Berita Terkait