Siklus Negatif Harry Maguire yang Tak Ada Habisnya: Emang Dasarnya Ngaco atau Apes?

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 13 Sep 2023, 14:00 WIB
Sempat ada kekhawatiran Harry Maguire akan absen dalam Euro 2020. Namun, sang pemain tetap masuk dalam 26 nama pemain yang dibawa Gareth Bale ke Euro 2020, tapi tidak tampil dalam dua laga pemanasan Timnas Inggris saat menghadapi Austria dan Romania. (Foto: AFP/Justin Tallis)

Bola.com, Jakarta Timnas Inggris menang atas Skotlandia untuk merayakan peringatan 150 tahun pertandingan pertama yang dimainkan antara kedua negara di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Rabu (13/9/2023).

Pasukan Gareth Southgate menang 3-1 berkat gol Phil Foden, Jude Bellingham, dan Harry Kane, tetapi gol yang mereka kebobolan itulah yang membuat media sosial ramai setelahnya.

Advertisement

Saat Inggris unggul 2-0 di babak pertama, masuklah Harry Maguire menggantikan Marc Guehi yang solid di jantung pertahanan. 

Setelah awal yang baik, mantan kapten Manchester United itu mengarahkan bola Andy Robertson melewati kipernya dan masuk ke gawangnya sendiri.

2 dari 3 halaman

Siklus Negatif

Momen Harry Maguire (kanan) mencetak gol bunuh diri saat Timnas Inggris menghadapi Skotlandia dalam laga uji coba internasional di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Rabu (13/9/2023) dini hari WIB. (ANDY BUCHANAN / AFP)

Menyusul gol bunuh diri sang bek, Miguel Delaney dari The Independent berkomentar.

“Siapa yang lebih tidak beruntung, Harry Maguire atau Stephen Kenny? Apa pun pendapat Anda tentang kemampuan mereka, keduanya telah mengalami beberapa perubahan yang hanya disebabkan oleh nasib buruk," tulisnya di twitter.

Begitulah perdebatan seputar Maguire di media sosial. Apakah kemerosotannya disebabkan oleh menurunnya keterampilan atau nasib buruk di waktu yang salah?

“Maguire terjebak dalam siklus negatif yang tidak pernah berakhir dan hanya akan berakhir ketika dia meninggalkan United. Dicemooh oleh penggemar Arsenal dan Skotlandia bulan ini dan ada yang tidak beres di kedua pertandingan tersebut. Dia memberi harapan pada lawannya. Unsur ketidakberuntungan dan kecerobohan," tulis Samuel Luckhurst dari Manchester Evening News.

3 dari 3 halaman

Bencana

The Three Lions langsung mencetak enam gol pada babak pertama. Harry Kane mengemas empat gol, sementara dua gol lainnya disumbangkan Harry Maguire dan gol bunuh diri Fillippo Fabbri. (AP/Antonio Calanni)

Pemikirannya juga diamini oleh James Olley dari ESPN.

“Nama Maguire dielu-elukan oleh para penggemar Skotlandia saat ia menggantikan Guehi. Menjadi tema yang meresahkan baginya - fans lawan melakukan hal yang sama ketika dia digantikan oleh Manchester United di Arsenal. Band Inggris merespons dengan menyanyikan lagu Maguire mereka.”

Sementara itu, Rory Jennings dari talkSPORT mengkritik sang bek dengan keras.

“Harry Maguire adalah bencana yang mutlak. Bencana berjalan. Jadi kehilangan bakat atau intuisi alami tentang cara bertahan. Satu-satunya hal baik yang bisa didapat dari ini adalah semoga gol bunuh diri pada akhirnya menghilangkan mitos bahwa ‘Maguire tidak pernah mengecewakan Inggris.’”

Berita Terkait