Andai Yahya Alkatiri Tak Lagi Jadi Manajer Persebaya, Siapa Penggantinya?

oleh Aditya Wany diperbarui 12 Des 2023, 14:15 WIB
Manajer Persebaya Surabaya, Yahya Hasan Alkatiri, berpose saat mengunjungi kantor Bola.com di Gondangdia, Jakarta, Senin (25/4/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Surabaya - Desakan terhadap Yahya Alkatiri untuk mundur dari jabatan manajer Persebaya Surabaya masih berembus. Belum ada keputusan dari manajemen klub terkait tuntutan suporter Bonek tersebut.

Bonek sempat menggelar aksi setelah Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (9/12/2023).

Advertisement

Para penggemar Persebaya mencegat bus tim yang hendak meninggalkan stadion. Sempat masuk bus, Yahya kemudian keluar menemui Bonek.

Teriakan “Yahya Out” terus menggema. Namun, Yahya yang menemui Bonek memilih tidak mengiyakan tuntutan Bonek. Dia hanya akan menurut kepada pimpinan atau keputusan manajemen Persebaya Surabaya.

2 dari 5 halaman

Sudah Ada Calon Pengganti?

Manajer Persebaya Surabaya, Yahya Alkatiri. (Bola.com/Aditya Wany)

Jika Yahya Alkatiri memang harus meninggalkan jabatannya sebagai manajer tim, lantas siapa sosok yang pantas untuk mengisi jabatan manajer Persebaya Surabaya?

"Itu sudah bukan urusan kami. Biarkan manajemen yang menentukan. Pastinya harus punya kapabilitas untuk menjadi manajer Persebaya," kata Husin Ghozali, koordinator Green Nord alias Bonek tribune utara, kepada Bola.com.

Tuntutan dari Bonek itu sejauh ini belum memunculkan solusi pengganti. Manajemen klub pun tidak segera mengambil sikap soal tuntutan Bonek itu sampai hari ini.

3 dari 5 halaman

Tetap Memberikan Dukungan

Ratusan Bonek melakukan demo karena terpuruknya performa Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2023/2024, Minggu (29/10/2023). (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya kini sedang bersiap kembali melakoni laga kandang kontra Persis Solo dalam laga tunda pekan ke-18 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (13/12/2023). Apakah Bonek akan melakukan boikot?

“Bonek tetap akan memberi dukungan untuk Persebaya. Tidak perlu dijelaskan cara suporter macam apa yang akan kami lakukan. Yang jelas kami akan menempuh cara suporter,” imbuh pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

Saat pertandingan kontra Persija, jumlah penonton yang hadir hanya 9.180 saja. Angka itu terhitung kecil untuk sebuah pertandingan besar. Sebab, dua laga kontra Persija di Stadion GBT sebelumnya penonton selalu penuh.

Bonek yang hadir dalam laga itu juga tidak “berisik” dengan melantunkan nyanyian atau chant seperti biasanya. Itu ditambah dengan mereka tidak mau ikut menyanyikan Song for Pride yang biasa diputar setelah pertandingan.

 

4 dari 5 halaman

Tren Negatif

Gelandang Persebaya Surabaya, Robson Duarte, dalam laga melawan Persija Jakarta di BRI Liga 1 2023/2024, Sabtu (9/12/2023). (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya Surabaya belum lepas dari belenggu hasil negatif di BRI Liga 1 2023/2024 dengan telah melewati tujuh laga terakhir tanpa kemenangan. Yahya dianggap sebagai sosok yang harus bertanggung jawab atas keterpurukan Persebaya.

Nasib Yahya Alkatiri memang menjadi pertanyaan. Sebab, Bonek menuntut sang manajer untuk mundur dari jabatannya. Itu tertuang dalam tuntutan Bonek saat menggelar demo di depan Sutos pada 30 Oktober 2023.

Secara resmi tuntutannya adalah jika dalam tiga laga putaran kedua, Persebaya tidak mampu meraih hasil maksimal 9 poin dengan kemenangan penuh atau setidaknya 7 poin, manajer tim harus mengundurkan diri.

Yang terjadi, jangankan tujuh poin, Persebaya malah hanya meraih dua poin dalam tiga pertandingan setelah demo di Sutos itu.

Persebaya sendiri sempat memasang target juara musim ini. Namun, target itu terlihat semakin sulit tercapai karena mereka mengemas 24 poin dalam 20 pertandingan.

5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait