Bhayangkara FC Juru Kunci BRI Liga 1, Radja Nainggolan Terkenang Momen Bersama Cagliari

oleh Wahyu Pratama diperbarui 06 Feb 2024, 12:00 WIB
Pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan melepaskan tendangan pada laga lanjutan BRI Liga 1 2023/2024 antara Bhayangkara FC melawan Persita Tangerang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (17/12/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Surabaya - Gelandang Bhayangkara FC, Radja Nainggolan, tak mau kehilangan harapan untuk bisa membawa timnya selamat dari jeratan degradasi pada akhir musim nanti.

The Guardians belum benar-benar bangkit dari keterpurukan. Terkini, mereka takluk 0-1 dari tuan rumah Persebaya Surabaya (4/2/2024) yang tanpa kemenangan dalam 10 laga sebelumnya.

Advertisement

Hasil tersebut membuat upaya Bhayangkara FC jadi kian sulit. Saat ini, mereka berada di posisi juru kunci dengan 15 poin, berjarak 11 angka dari Persita Tangerang di tempat aman.

"Masih ada 10 laga tersisa, tidak masalah kalah dari Persebaya. Kami akan terus berusaha," ucap Radja Nainggolan.

2 dari 4 halaman

Melewatkan Peluang Emas

Duel antara pemain asing Persebaya Surabaya, Robson Duarte, dan gelandang Bhayangkara FC, Radja Nainggolan, dalam laga pekan ke-24 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/2/2024) sore WIB. (Bola.com/Aditya Wany

Bhayangkara FC sejatinya tidak bermain jelek di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Mereka seharusnya bisa mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Nainggolan jadi salah satu yang tak beruntung. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti, diselamatkan mistar di pertengahan babak kedua.

"Sebenarnya kami ada banyak peluang untuk mencetak gol. Pada menit awal kami nyaris melakukannya," imbuhnya.

 

3 dari 4 halaman

Pengalaman di Cagliari

Gelandang Cagliari, Radja Nainggolan (kanan) menguasai bola dibayangi gelandang AC Milan, Franck Kessie dalam laga lanjutan Liga Italia 2020/21 pekan ke-18 di Sardegna Arena, Senin (18/1/2021). Cagliari kalah 0-2 dari AC Milan. (AFP/Alberto Pizzoli)

Walau berada di dasar klasemen, Radja Nainggolan tetap optimistis dengan peluang timnya. Dengan 10 laga tersisa, apa pun masih bisa terjadi.

Pemain berusia 35 tahun itu mungkin mengingat kenangan saat bermain untuk Cagliari pada musim 2020/21. Sempat lama di zona merah, mereka bangkit di saat terakhir untuk bertahan di Serie A Italia.

"Sepak bola terdiri dari banyak episode. Namun, setiap episode selalu memiliki 'rasa' berbeda. Terpenting kami memainkan laga dengan bagus," tutupnya.

4 dari 4 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait