Arti Mitos Gerhana Bulan yang Kerap Menyertai

oleh Hanif Sri Yulianto diperbarui 15 Feb 2024, 19:20 WIB
Ilustrasi gerhana bulan. (Photo by Martin Adams on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Gerhana bulan adalah fenomena alam yang terjadi ketika bulan masuk ke dalam bayangan bumi. Hal ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Gerhana bulan terjadi saat fase purnama, di mana bulan berada di sisi bumi yang berlawanan dengan matahari.

Advertisement

Fenomena ini sering menjadi objek pengamatan menarik bagi masyarakat karena perubahan yang terjadi pada bulan selama gerhana.

Dalam penjelasan lain, gerhana bulan adalah peristiwa di mana sinar matahari yang biasanya diterima oleh bulan terhalang oleh bumi sehingga tercipta bayangan. Bayangan ini akan membuat penampakan bulan menjadi redup atau kadang berubah warna menjadi kemerahan.

Hal ini terjadi karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi dibiaskan sehingga hanya cahaya berwarna merah yang dapat mencapai bulan.

Selain secara ilmiah, di berbagai belahan dunia tak terkecuali di Indonesia, gerhana bulan juga kerap dikaitkan dengan mitos yang menyertai.

Berikut penjelasan mitos gerhana bulan yang perlu diketahui, Kamis (15/2/2024).

2 dari 3 halaman

Mitos Gerhana Bulan

Ilustrasi gerhana bulan. (Credit: Pexels.com/Ibu)

Mitos gerhana bulan telah menjadi bagian dari berbagai budaya dan kepercayaan selama ribuan tahun. Dalam mitologi Mesir kuno, gerhana bulan dianggap sebagai pertarungan antara dewa Set dan dewa Horus.

Di China, mitos gerhana bulan berkaitan dengan makhluk legenda seperti naga yang mencoba menelan matahari atau bulan.

Sementara itu, masyarakat suku Maya percaya bahwa gerhana bulan adalah tanda kesucian dan memuja dewi bulan dengan mengadakan ritual di saat terjadi gerhana.

Di Indonesia, mitos gerhana bulan juga memiliki berbagai interpretasi dan kepercayaan. Beberapa masyarakat percaya bahwa gerhana bulan merupakan pertanda buruk dan dianggap sebagai saat yang tidak baik untuk melakukan aktivitas.

Di sisi lain, ada yang meyakini gerhana bulan adalah saat yang cocok untuk melakukan meditasi atau introspeksi. Meski mitosnya beragam, satu hal yang pasti adalah gerhana bulan selalu menarik perhatian dan menjadi inspirasi cerita dan legenda di berbagai budaya.

3 dari 3 halaman

Gerhana Bulan Menurut Primbon

Ilustrasi gerhana bulan. (Photo by Anderson Rian /Unsplash)

Menurut Primbon, gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang memiliki makna simbolis dan spiritual.

Dalam Primbon Jawa, gerhana bulan dianggap sebagai pertanda adanya perubahan besar-besaran dalam kehidupan manusia. Hal ini diyakini terjadi karena gerhana bulan membuat energi alam makin kuat sehingga dapat memengaruhi kehidupan manusia secara langsung.

Gerhana bulan juga diyakini bisa memperkuat komunikasi spiritual antara manusia dengan alam semesta. Hal ini disebabkan oleh perubahan energi alam yang terjadi selama gerhana bulan.

Para peramal atau dukun sering kali menggunakan momen ini untuk berkomunikasi dengan roh atau entitas spiritual lainnya dengan tujuan mendapatkan petunjuk atau informasi penting mengenai nasib seseorang atau suatu peristiwa yang akan terjadi.

Dalam praktiknya, Primbon biasanya menyarankan agar manusia menjalani puasa atau menghindari aktivitas yang dianggap kurang baik selama gerhana bulan.

Selain itu, Primbon menyarankan untuk berdoa atau meditasi guna mendapatkan perlindungan dari energi negatif yang dapat muncul selama peristiwa gerhana bulan.

 

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Berita Terkait