Diamnya Shin Tae-yong, Tak Mau Ganggu Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Lewat kanal YouTube Korea Reomit belum lama ini, Jeje bicara panjang lebar termasuk di balik aksi diam Shin Tae-yong.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 05 Maret 2025, 14:15 WIB
Gestur pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kiri) saat membandingkan tinggi badan penerjemahnya Jeong Seok-seo atau Jeje dengan Jay Idzes saat konferensi pers menjelang laga lanjutan putaran ketiga grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta Penerjemah Shin Tae-yong yang akrab disapa Jeje itu juga bla-blakan ihwal rumor ruang ganti yang berujung pemecatan juru taktik ber-KTP Korea Selatan itu.

Lewat kanal YouTube Korea Reomit belum lama ini, Jeje bicara panjang lebar termasuk di balik aksi diam Shin Tae-yong.

Advertisement

Menurut Jeje, Shin Tae-yong sama sekali tidak mengetahui kalau PSSI akan menggelar pengumuman penting pada 6 Januari.

"Jujur nggak tahu, sampai ada pengumuman bahwa bakal ada pengumuman penting di tanggal 6 (Januari). Dari situ sudah kerasa. Nggak tahu sebenarnya apa yang akan diomongin," kata Jeje.

Ditanya kenapa Shin Tae-yong dan staf terkesan diam atas rumor-rumor yang beredar, Jeje yang mulai bergabung dengan Timnas Indonesia sejak awal 2020 mengatakan pihaknya memilih diam karena tak ingin menganggu Timnas Indonesia yang tengah fokus melanjutkan laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

"Bukan nggak bisa menjawab. Tapi sepertinya lebih baik ambil sikap yang apa ya. Kan sekarang timnas lagi baik dan ini sepikiran dengan coach Shin juga. Maksudnya, kalau lagi jalan baik ngapain juga kita ganggu. Yang kita bangun juga kan selama ini," ujarnya.

"Buat apa kita harus bikin rusuh. Buat apa kita bikin perjalan timnas jadi hancur. Begitu kan."

"Kita itu sudah peringkat tiga sekarang di Grup C. Jadi ini sudah susah-susah loh kita dapat posisi ini dan kalau gagal kan sangat sayang. Padahal tinggal empat pertandingan lagi. Ini penentu, apakah kita lolos atau tidak. Jadi, menurut kita juga sangat penting waktu-waktunya. Jadi lebih baik kita diam."


Bicara Nanti

Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) bercanda dengan pemainnya, Riko Simanjuntak (tengah) dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo saat latihan perdana Timnas Indonesia yang berlangsung di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (20/03/2023) sore WIB. Skuad Garuda rencananya akan melakoni laga FIFA Match Day melawan Burundi pada 25 dan 28 Maret 2023 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lebih jauh Jeje mengatakan, jika nanti Indonesia sudah pasti lolos ke Piala Dunia 2026, pihaknya baru mengungkap semua fakta yang sebenarnya.

"Mungkin setelah lolos, baru mungkin bisa kita ungkapkan semuanya. Tapi kan nggak tahu ya itu kapan," tukasnya.

Pria murah senyum yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini juga terang-terangan soal isu ruang ganti yang menurut sejumlah pihak sudah tak kondusif lagi.

"Dinamika ruang ganti itu nggak ada itu saja. Kan sebenarnya itu saja sudah nggak jelas. Maksudnya apa coba. Kan kita nggak tahu. Apa maksudnya gitu loh. Nggak jelas. Itu saja sudah nggak jelas. Yang jelas dong. Misalnya ada yang lempar botol," kata Jeje.


Dinamika

(Dari kiri) pelatih Timnas Indonesia U-20 Shin Tae-yong, manajer tim Sumardji, penerjemah tim Jeong Seok-seo alias Jeje dan asisten pelatih Choi In-cheol saat melawan Guatemala pada laga mini turnamen di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2023). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jeje yang juga berasal dari Korsel merasa heran mengapa informasi di luar timnas sangat berbeda.

"Yang dinamika ruang ganti nggak benar. Kenapa ya. Ini juga harus kita pikirkan. Kenapa ya informsinya bisa beda. Pernah berfikir nggak kenapa?"

"Maksudnya ini kan satu pihak. Karena yang tahu kan kita. Bukan pihak lain. Artinya pihak lain itu nggak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Mungkin ya, mungkin saja ceritanya bocor. Itu pun bisa saja berubah bahasanya jadi ya berubah juga ceritanya".

"Jadi yang paling benar adalah orang adalah orang dalam. Yang (lebih) tahu maksudnya".


STY Tak Sekadar Pelatih

Menurut Jeje, STY tak sekadar pelatih bagi pemain timnas. STY juga mendapat banyak simpati dari semua pemain saat harus meninggalkan timnas, termasuk pemain yang sudah tak lagi dipanggil.

"Misalnya pemain benci sama Shin Tae-yong. Atau nggak sukalah sama Shin Tae-yong. Itu mereka senang (dipecat). Oh, akhirnya pelatih yang kita benci dipecat. Yah, senang banget".

"Tapi apa yang mereka lakukan mereka ucapkan terima kasih semuanya. Pemain-pemain yang sudah nggak dipilih lagi pun chat ke coach Shin. Aku bisa bukain," kata Jeje sambil mengambil hand phone-nya.

"Coach Shin itu sebagai guru sekaligus bapak untuk para pemain timnas," pungkas Jeje.

 

Berita Terkait