Misi Sulit Manchester City ke 16 Besar Liga Champions: Hitung-Hitungan Nasib di Laga Terakhir

Manchester City berada dalam situasi genting di Liga Champions musim ini. Kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt pada matchday sebelumnya membuat langkah The Citizens untuk lolos otomatis ke babak 16 besar kian terjal dan penuh ketidakpastian.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 23 Januari 2026, 06:15 WIB
Wasit Sven Jablonski memberikan kartu merah kepada gelandang Manchester City, Rodri, dalam pertandingn Liga Champions antra Bodo/Glimt vs Manchester City di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini ari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Bola.com, Jakarta - Manchester City berada dalam situasi genting di Liga Champions musim ini. Kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt pada matchday sebelumnya membuat langkah The Citizens untuk lolos otomatis ke babak 16 besar kian terjal dan penuh ketidakpastian.

Bertandang ke Lingkar Arktik, City sejatinya sudah dihadapkan pada tantangan berat. Kondisi cuaca ekstrem di Norwegia utara serta lapangan sintetis menjadi ujian tersendiri. Namun, faktor tersebut tak sepenuhnya bisa dijadikan alasan atas performa buruk tim asuhan Pep Guardiola.

Advertisement

City gagal bangkit setelah kekalahan di derby Manchester. Dua gol cepat Kasper Hogh membuat mereka tertekan sejak awal, sebelum Jens Petter Hauge menambah luka dengan gol ketiga. Gol balasan Rayan Cherki sempat memberi harapan, tetapi kartu merah Rodri memastikan mimpi comeback sirna.

Kini, dengan posisi City yang terlempar dari delapan besar klasemen fase liga, nasib mereka untuk lolos otomatis ke fase gugur tak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Laga terakhir melawan Galatasaray di Etihad Stadium menjadi penentuan, sembari berharap keajaiban dari hasil pertandingan lain.

 


Jika Manchester City Kalah

Manajer Manchester City, Pep Guardiola (kanan), berbicara dengan pemainnya, Tijjani Reijnders, saat laga Liga Inggris kontra Chelsea di Stadion Etihad, 4 Januari 2026. (Oli Scarff/AFP)

Skenario terburuk bagi Manchester City adalah kembali menelan kekalahan saat menjamu Galatasaray. Jika itu terjadi, City dipastikan gagal finis di delapan besar dan harus menjalani babak play-off untuk memperebutkan tiket ke 16 besar.

Babak play-off akan dimainkan dalam dua leg, dengan tim berperingkat lebih tinggi berhak menjadi tuan rumah pada leg kedua. Pengalaman pahit musim lalu masih membekas, ketika City tersingkir usai kalah agregat 3-6 dari Real Madrid setelah tumbang di Santiago Bernabeu.

Meski demikian, satu hal yang pasti, City tidak akan terlempar dari zona play-off. Mereka minimal tetap berhak melanjutkan perjuangan, meski dengan jalur yang jauh lebih berisiko.

 


Jika Manchester City Imbang

Pemain Manchester City, Abdukodir Khusanov (kiri), dan pemain Bodo/Glimt, Fredrik Bjorkan, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Hasil imbang melawan Galatasaray masih membuka peluang City lolos otomatis, tetapi skenarionya sangat rumit dan nyaris mustahil. Mereka harus berharap Sporting kalah dari Athletic Bilbao, Barcelona tumbang dari FC Copenhagen, serta Chelsea juga kehilangan poin saat menghadapi Napoli.

Tak hanya itu, City juga membutuhkan hasil laga Paris Saint-Germain melawan Newcastle menghasilkan pemenang agar mereka bisa berada di atas tim yang kalah. Pada saat bersamaan, Atletico Madrid tidak boleh menang atas Bodo/Glimt, Atalanta gagal mengalahkan Union Saint-Gilloise, serta Inter Milan dan Borussia Dortmund harus bermain imbang.

Dengan terlalu banyak variabel yang harus terjadi secara bersamaan, peluang City dalam skenario ini bisa dibilang sangat tipis.

 


Jika Manchester City Menang

Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dan pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Kemenangan atas Galatasaray menjadi jalan paling realistis bagi Manchester City. Namun, kemenangan itu idealnya diraih dengan selisih gol besar agar tidak terlalu bergantung pada hasil tim lain.

Saat ini, selisih gol City masih kalah dari beberapa rival langsung. Barcelona dan Sporting unggul satu gol, sementara Chelsea memiliki keunggulan dua gol. Karena itu, tambahan gol akan sangat krusial.

Jika Tottenham hanya bermain imbang dengan Eintracht Frankfurt, City bisa melampaui mereka. Kekalahan Liverpool dari Qarabag dan Real Madrid saat bertandang ke Benfica juga akan membuka jalan bagi City untuk naik peringkat.

Tiga poin atas Galatasaray sangat mungkin cukup untuk membawa Manchester City kembali ke delapan besar. Dengan kata lain, segalanya masih terbuka, tetapi The Citizens tak lagi memiliki ruang untuk kesalahan.


Persaingan di Liga Champions 2025/2026

Berita Terkait