Erling Haaland, Robot Man City yang Malfunctioning dan Butuh Reset: Akibat Terlalu Banyak Bermain?

Mesin gol Manchester City (Man City), Erling Haaland, tengah mengalami gangguan. Striker asal Norwegia itu sejatinya mengawali musim dengan performa luar biasa, namun belakangan ketajamannya mendadak tumpul.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 23 Januari 2026, 21:00 WIB
Pemain Manchester City, Rayan Cherki, bersama Erling Haaland merayakan gol ke gawang Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Barrington Coombs/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Mesin gol Manchester City (Man City), Erling Haaland, tengah mengalami gangguan. Striker asal Norwegia itu sejatinya mengawali musim dengan performa luar biasa, namun belakangan ketajamannya mendadak tumpul.

Ibarat robot, Erling Haaland sedang merasakan periode malfunctioning dan butuh reset. Meski sudah mencetak 39 gol dari 36 pertandingan bersama klub dan timnas musim 2025/2026, Erling Haaland kini melewati periode sulit.

Advertisement

Kini ia hanya mampu mencetak satu gol dalam delapan laga terakhir, sebuah catatan yang jarang terjadi sepanjang karier profesionalnya.

Penurunan performa Erling Haaland turut beriringan dengan merosotnya performa Man City. Pasukan Pep Guardiola mulai tertinggal dalam perburuan gelar Premier League dan menelan kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt di Liga Champions.

Guardiola sempat menyoroti kurangnya energi tim saat kalah dari Manchester United di laga derby. Namun, muncul pula pertanyaan: apakah Haaland terlalu banyak bermain sepanjang musim ini?

 

 

 


Erling Haaland: Saya Tidak Punya Jawaban

Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dan pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Performa Erling Haaland kembali disorot saat Man City bertandang ke markas Bodo/Glimt di Liga Champions. Dalam kondisi tertinggal 0-2, Man City membutuhkan momen magis dari sang striker.

Namun peluang emas dari jarak delapan meter jelang turun minum justru terbuang. Peluang tersebut seakan menjadi simbol dari periode sulit Haaland.

Ia kini puasa gol dari open play dalam delapan pertandingan, rentetan terpanjangnya sejak membela Borussia Dortmund dan Man City. "Saya tidak punya jawaban,” ujar Haaland kepada TNT Sports mengenai tren buruknya.

"Saya mengambil tanggung jawab penuh karena gagal mencetak gol yang seharusnya bisa saya buat. Saya minta maaf kepada semua pendukung Man City yang datang hari ini."

"Saya tidak ingin membicarakan perasaan saya. Saya selalu berusaha maksimal setiap kali bermain. Kami memainkan jumlah pertandingan yang sangat banyak,” tambahnya.


Statistik Menunjukkan Erling Haaland Terlalu Banyak Bermain

Musim ini, Erling Haaland telah tampil dalam 31 pertandingan dengan total 2.568 menit bermain di semua ajang bersama Man City. Catatan itu menempatkannya di peringkat ke-12 pemain Premier League dengan menit bermain terbanyak.

Namun jika dilihat dari penyerang di lima liga top Eropa, Haaland berada di peringkat kedua, hanya kalah dari Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace).

Dengan potensi masih bermain hingga 33 pertandingan tambahan bersama klub dan timnas Norwegia, Haaland bisa mencapai total 69 laga sebelum Piala Dunia musim panas mendatang.


Statistik Menurun tapi Tetap Berbahaya

Ekspresi bahagia Erling Haaland setelah Man City mengalahkan Juventus 5-2 pada lanjutan Piala Dunia Antarklub 2025, Jumat (27/6/2025) dini hari WIB. (Chandan KHANNA / AFP)

Tak hanya soal gol, sejumlah statistik menyerang Haaland juga mengalami penurunan. Sejak terakhir mencetak gol dari open play melawan West Ham, jumlah tembakannya turun, sentuhan di kotak penalti lawan berkurang, dan nilai expected goals (xG) merosot drastis.

Situasi ini turut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Cedera pemain belakang seperti Ruben Dias dan Josko Gvardiol, kondisi Rodri yang belum sepenuhnya pulih, hingga mandulnya Phil Foden sejak laga melawan West Ham ikut berdampak pada aliran serangan Man City.

Meski Haaland sudah mengambil tanggung jawab, sorotan juga mengarah ke Guardiola. Sang pelatih dinilai terlalu sering memainkan Haaland, bahkan di laga seperti kemenangan telak 10-1 atas Exeter City di Piala FA.

Namun Guardiola juga belajar dari kekalahan mengejutkan Man City dari Bayer Leverkusen di Liga Champions saat melakukan rotasi besar-besaran.

Kabar baiknya, City kini memiliki opsi tambahan di lini depan. Omar Marmoush telah kembali dari Piala Afrika, sementara rekrutan Januari, Antoine Semenyo bisa mengisi berbagai posisi di sektor serang.

Sumber: BBC 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait