Di Ambang Jurang Eliminasi Liga Champions, Napoli Datang ke Stamford Bridge dengan Skuad Compang-camping

Nasib Napoli di Liga Champions 2025/2026 berada di ujung tanduk.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 27 Januari 2026, 15:15 WIB
Rasmus Hojlund (Napoli) merayakan gol ke gawang Sporting dalam laga Liga Champions di Diego Armando Maradona stadium, 1 Oktober 2025. (Alessandro Garofalo//LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Nasib Napoli di Liga Champions 2025/2026 berada di ujung tanduk. Juara bertahan Serie A itu terancam tersingkir lebih cepat setelah terpuruk di zona eliminasi dengan koleksi delapan poin dari tujuh pertandingan fase liga.

Hasil imbang 1-1 melawan FC Copenhagen pekan lalu menjadi pukulan telak bagi Napoli. Tambahan satu poin itu belum cukup mengangkat mereka dari posisi rawan, sekaligus memaksa Partenopei meraih kemenangan pada laga terakhir.

Advertisement

Ujian berat pun menanti Napoli pada tengah pekan ini. Mereka harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (29/1/2026) dini hari WIB, dalam situasi krisis pemain dan performa domestik yang sedang menurun drastis.

Kondisi kian sulit karena Chelsea juga datang dengan kepentingan besar. The Blues membutuhkan kemenangan demi mengamankan posisi delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions.


Dihantam Juventus, Napoli Kehilangan Arah

Kevin De Bruyne dan Antonio Conte saat Napoli kalah 2-6 dari PSV di ajang Liga Champions. (NICOLAS TUCAT / AFP)

Napoli datang ke London dengan luka yang belum sembuh. Akhir pekan lalu, pasukan Antonio Conte dipermalukan Juventus dengan skor telak 0-3 di Turin, hasil yang membuat mereka kini tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan.

Kekalahan tersebut menjadi tamparan keras, baik bagi Napoli maupun bagi Conte yang merupakan ikon Juventus. Meski demikian, sang pelatih tetap memberikan pembelaan kepada anak asuhnya yang dipaksa berjuang dalam kondisi darurat.

“Sebelum pertandingan ini, kekalahan terakhir kami terjadi saat melawan Udinese pada 14 Desember. Bahkan kami menjuarai Piala Super Italia dalam situasi darurat, dan sekarang kondisinya justru makin buruk,” ujar Conte.

Conte juga menyerukan dukungan penuh dari para suporter. Menurutnya, Napoli sedang berada dalam periode sulit dan membutuhkan energi ekstra dari tribun untuk bertahan.


Krisis Cedera Menggila, Conte Bicara Soal Bertahan Hidup

Duel udara Kenan Yildiz dengan Noa Lang di laga Napoli vs Juventus di pekan ke-14 Serie A 2025/2026 di Stadio Diego Armando Maradona, Senin (08/12/2025) dini hari WIB. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Masalah utama Napoli musim ini adalah badai cedera yang datang silih berganti. Sejak pramusim, Romelu Lukaku sudah harus menepi akibat cedera hamstring dan baru kembali bermain pada menit-menit akhir laga kontra Juventus.

Conte juga kehilangan sejumlah pemain kunci lain. Kiper utama Vanja Milinkovic-Savic absen karena cedera hamstring, sementara David Neres harus terbang ke London untuk menjalani operasi pergelangan kaki dan diperkirakan baru kembali pada April.

Kevin De Bruyne sudah menepi sejak Oktober dan belum akan kembali hingga musim semi akibat operasi hamstring. Andre-Frank Anguissa pun kembali bermasalah setelah mengalami gangguan pada punggungnya, padahal sempat diproyeksikan comeback akhir pekan lalu.

“Kami tahu sedang berlayar di laut lepas dengan ombak yang sangat tinggi, tetapi kami tidak akan turun dari kapal,” tutur Conte.

“Kami semakin kuat karena tetap ingin bertarung dengan segala kemampuan di situasi yang absurd ini. Para pemain mengorbankan kesehatan fisik mereka, bermain tiap tiga hari tanpa latihan yang cukup, dengan intensitas tinggi, karena kami tidak punya opsi rotasi,” lanjutnya.

 


Lukaku Pulang, Napoli Cari Keajaiban

Di tengah situasi suram, satu kabar positif datang bagi Napoli. Romelu Lukaku akhirnya kembali dan masuk ke dalam skuad Liga Champions, menggantikan Kevin De Bruyne yang cedera panjang.

Bagi Lukaku, laga melawan Chelsea memiliki makna emosional tersendiri. Striker Belgia itu berkesempatan menghadapi mantan klubnya, tempat ia gagal memenuhi ekspektasi empat tahun lalu.

Napoli tahu kemenangan adalah harga mati. Musim lalu, raihan 11 poin sudah cukup untuk lolos dari fase liga. Tambahan tiga poin atas Chelsea hampir pasti mengantar mereka ke fase play-off dan memberi napas bagi tim yang sedang pincang.

Namun, dengan kondisi skuad yang compang-camping dan performa yang goyah, Napoli kini hanya bisa berharap pada satu hal, keajaiban di Stamford Bridge.


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait