Mourinho Manfaatkan Celah Aturan UEFA Jelang Duel Panas Benfica Vs Real Madrid di Liga Champions

Laga leg kedua play-off UEFA Champions League antara Benfica dan Real Madrid dipastikan berlangsung panas.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 24 Februari 2026, 11:30 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir pertandingan Liga Champions Benfica melawan mantan klubnya, Real Madrid, setelah melancarkan amarah di area pinggir lapangan. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Bola.com, Jakarta - Laga leg kedua play-off UEFA Champions League antara Benfica dan Real Madrid dipastikan berlangsung panas. Pertandingan di Santiago Bernabeu itu menjadi momen penentuan setelah Benfica kalah tipis 0-1 pada leg pertama pekan lalu.

Gol tunggal yang dicetak Vinicius Junior memberi keunggulan bagi Real Madrid menuju pertemuan kedua. Namun, kemenangan Los Blancos di Estadio da Luz justru lebih banyak dibicarakan karena insiden dugaan rasisme yang terjadi di lapangan.

Advertisement

Insiden tersebut melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituduh melontarkan komentar rasis kepada Vinicius. Setelah mencetak gol, Vinicius langsung menghampiri wasit untuk melaporkan ucapan lawannya.

Wasit Francois Letexier kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme, yang sempat menghentikan pertandingan. Situasi ini membuat atmosfer pertandingan semakin tegang dan menjadi sorotan luas di dunia sepak bola.

 


Komentar Mourinho Picu Kontroversi

Benfica akan bersua Real Madrid lagi pada leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, sempat memberikan pernyataan yang memicu perdebatan setelah laga leg pertama berakhir. Ia menyinggung selebrasi Vinicius yang dianggap memancing reaksi suporter tuan rumah.

“Jika Anda mencetak gol seperti itu, rayakan dengan cara yang penuh respek,” ujar Mourinho.

“Ada sesuatu yang tidak beres karena hal seperti ini terjadi di setiap stadion. Setiap stadion yang didatangi Vinicius, selalu ada sesuatu yang terjadi.”

 


Mourinho Pilih Bungkam Jelang Leg Kedua

Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Menjelang pertandingan krusial di Madrid, Mourinho mengambil langkah yang cukup mengejutkan. Pelatih asal Portugal itu memilih tidak menghadiri sesi konferensi pers resmi sebelum pertandingan.

Benfica sebenarnya dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Selasa, sehari sebelum laga. Namun, Mourinho tidak akan menjawab pertanyaan media.

Keputusan tersebut diambil dengan memanfaatkan regulasi UEFA yang memungkinkan pelatih tidak hadir jika sedang menjalani hukuman. Dalam aturan Pasal 79.04 regulasi Liga Champions, klub boleh menunjuk asisten pelatih untuk mewakili tim dalam konferensi pers.

 


Asisten Pelatih Wakili Benfica

Sebagai gantinya, asisten pelatih Benfica, Joao Tralhao, akan menghadiri konferensi pers prapertandingan.

Menurut laporan jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol, langkah yang diambil Mourinho sepenuhnya sah sesuai regulasi UEFA.

“Mourinho menggunakan haknya untuk tidak berbicara kepada media sebelum maupun setelah pertandingan penting ini,” jelas Solhekol.

“Tugas media akan dijalankan oleh asistennya, Joao Tralhao, jadi dia yang akan hadir, bukan Mourinho.”

Mourinho diketahui menerima kartu merah pada leg pertama, yang membuatnya terkena sanksi larangan mendampingi tim di laga leg kedua di Santiago Bernabeu. Situasi tersebut membuat pelatih berusia 63 tahun itu memilih fokus pada persiapan tim tanpa harus menghadapi sorotan media jelang pertandingan krusial tersebut.

Berita Terkait