Mengapa Fans Manchester United Patut Senang jika Harry Maguire Bertahan

Di balik kebangkitan MU, peran krusial Harry Maguire tak bisa diabaikan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Februari 2026, 13:00 WIB
Pemain Manchester United, Harry Maguire melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang FC Copenhagen pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (25/10/2023) dini hari WIB. Maguire keluar sebagai salah satu penentu kemenangan tim selain Andre Onana yang berhasil menepis tendangan penalti di penghujung laga. Ia sukses mencetak satu-satunya gol pada menit ke-72. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti musim Manchester United, ada satu kabar yang justru patut disambut positif oleh para suporter: peluang bertahannya Harry Maguire.

Ketika skuad MU bertandang ke markas Burnley FC pada 7 Januari, laga pertama setelah era Ruben Amorim berakhir, sorotan utama tertuju pada kondisi Bruno Fernandes dan apakah Darren Fletcher akan menurunkan Kobbie Mainoo. Nama Maguire nyaris tak masuk hitungan.

Advertisement

Bek berusia 32 tahun itu sebelumnya absen dalam sembilan pertandingan akibat cedera paha. Tidak ada pembicaraan serius soal comeback-nya. Kehadirannya dalam rombongan tim ke Turf Moor pun terasa mengejutkan.

Faktanya, malam itu Fletcher kemungkinan besar hanya akan memainkan mantan kapten Setan Merah tersebut dalam situasi darurat. Secara fisik, Maguire bahkan belum benar-benar kembali berlatih penuh.


Bantu Maguire

Harry Maguire berjalan keluar lapangan setelah laga putaran ketiga Piala FA antara Manchester United vsBrighton di Old Trafford, 11 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Empat hari berselang, ia tampil 11 menit saat mencoba, meski gagal, membantu tim membalikkan keadaan dalam kekalahan putaran ketiga Piala FA dari Brighton & Hove Albion. Fletcher, dalam konteks itu, disebut sedang memberi bantuan besar kepada Michael Carrick.

Pasalnya, meski hanya sekali bermain dalam hampir tiga bulan, menit tersebut membuat Maguire setidaknya kembali tersambung dengan tuntutan mental sebagai starter.

Maka, ketika Carrick menjalani laga perdananya sebagai pelatih saat menjamu Manchester City pada 17 Januari, Maguire sudah siap secara psikologis, meski kondisi fisiknya masih tanda tanya.

"Itu permintaan besar untuk H," ujar Carrick.

"Kita kadang menganggap remeh apa yang dilakukan para pemain. Saya tidak akan berbohong, itu sedikit perjudian terukur soal berapa lama dia bisa bermain dan apakah dia mampu melewatinya, karena dia benar-benar hanya berlatih dua atau tiga hari dalam delapan atau sembilan pekan terakhir. Itu menunjukkan betapa besar arti ini baginya," ungkap Carrick.


Kualitas Teknis dan Mental

Bek Manchester United Harry Maguire menanduk bola ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026). (AP Photo/Dave Thompson)

Ucapan Carrick soal "menganggap remeh" menjadi poin penting. Mantan gelandang MU dan Inggris itu memahami betul pengorbanan untuk tampil di level tertinggi, juga tuntutan fisik yang luar biasa. Namun, kekuatan mental sama pentingnya.

Di luar kualitas teknisnya, sikap seperti inilah yang membuat Maguire menawarkan diri untuk terlibat saat melawan Burnley, dan itu pula yang menjadikannya aset berharga bagi MU.

Itulah mengapa, menjelang musim panas ketika pengalaman besar Casemiro hampir pasti tak lagi tersedia, kabar bahwa sejumlah sumber optimistis situasi kontrak Maguire akan menemukan titik temu patut diapresiasi. Harapannya, ia bisa bertahan setidaknya hingga musim depan.

Memang belum ada kesepakatan resmi. Selama belum diteken, Maguire tetap berhak menjalin prakontrak dengan klub lain sesuai aturan kebebasan kontrak, atau MU bisa saja mundur dari negosiasi. Namun, suasana pembicaraan disebut positif.

Kompromi kemungkinan diperlukan, baik dari sisi gaji, Maguire termasuk satu di antara pemain dengan bayaran tertinggi dan salah satu pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, ingin menekan biaya, maupun durasi kontrak.

Yang jelas, sejak laga melawan Burnley, Brighton, City, dan seterusnya, Maguire bermain penuh dalam empat kemenangan beruntun yang mengawali era Carrick.

Nilainya makin terasa ketika Matthijs de Ligt masih harus menepi tanpa kepastian akibat cedera punggung, tanpa tanda-tanda akan segera kembali.


Penampilan Maguire

Kiper Manchester United, Senne Lammens (kiri), mengamankan bola saat Noussair Mazraoui (ketiga dari kanan) dan Harry Maguire (kanan) berusaha menghalau striker Arsenal, Viktor Gyokeres, dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Minggu (25/1/2026). (AFP/Ben Stansall)

Maguire tak hanya membawa pengalaman dan ketenangan. Komunikasinya di lapangan krusial. Ia menuntut standar tinggi dari rekan-rekannya dan tak ragu menegur ketika performa tim turun di bawah ekspektasinya.

Duetnya bersama Lisandro Martinez pun mulai menunjukkan chemistry, meski keduanya baru 16 kali menjadi starter bersama dalam skema dua bek tengah sejak Martinez datang dari Ajax pada 2022.

Banyak faktor memengaruhi minimnya kesempatan itu, dari perubahan sistem di era Amorim, preferensi Erik ten Hag yang sebelumnya tak sepenuhnya melihat Maguire sebagai sosok ideal, hingga cedera berat yang sempat dialami Martinez.

Menariknya, dua laga pertama mereka sebagai duet starter justru berakhir dengan kekalahan dari Brighton dan Brentford di awal masa kepelatihan Ten Hag. Namun, setelah itu, mereka memenangi 11 dari 14 pertandingan saat tampil bersama sejak menit awal.

Statistik itu memberi isyarat bahwa menjaga keduanya tetap bugar bisa menjadi kunci dalam perburuan tiket Liga Champions.


Peluang Balik ke Timnas Inggris

Pemain Inggris, Harry Maguire, berusaha menghalau bola saat melawan Makedonia Utara dalam duel matchday 10 Kualifikasi Euro 2024 Grup C di National Arena Todor Proeski, Makedonia Utara, Selasa (21/11/2023). The Three Lions bermain imbang 1-1. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Performa terkini Maguire juga tak luput dari perhatian pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Meski caps terakhirnya, dari total 64 penampilan, datang hampir 18 bulan lalu saat menghadapi Republik Irlandia pada September 2024, namanya kembali diperhitungkan.

"Masuk lagi ke rencana," kata Tuchel dalam undian Nations League bulan ini.

Akan tetapi, bagi banyak pendukung Setan Merah, urusan timnas jelas berada di urutan kedua. Kebangkitan performa klub jauh lebih utama.

Maguire tampaknya sejalan dengan pandangan itu. Ia sudah tampil di dua dari tiga turnamen besar terakhir bersama Inggris dan memahami bahwa bersinar di klub sebesar MU akan otomatis membuka kembali pintu timnas.

Ada pula kesan bahwa ia merasa nyaman dengan kehidupannya saat ini, menetap bersama keluarga di wilayah barat laut Inggris tanpa dorongan kuat untuk memulai dari nol di tempat lain.

Ia memang jarang membicarakan masa depannya belakangan ini. Namun, tak ada indikasi bahwa pendiriannya berubah sejak berbicara kepada BBC Sport dalam kunjungan klub ke kamp sepak bola di Stretford, tak lama setelah musim Premier League dimulai.

"Tentu saja saya punya sesuatu dalam pikiran tentang apa yang ingin saya lakukan dan di mana saya ingin berada," ujarnya.

"Saya tidak ingin mengumumkannya ke semua orang, tetapi ini klub yang luar biasa untuk dimainkan dan Anda akan bodoh jika ingin segera meninggalkannya secepat mungkin," tambah Maguire.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait