Tangis Locatelli Pecah di Allianz Stadium: Juventus Gugur Dramatis, Galatasaray Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Kisah dramatis tersaji di Allianz Stadium ketika Juventus berjuang habis-habisan menghadapi Galatasaray.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 26 Februari 2026, 07:46 WIB
Gelandang Juventus asal Italia #5 Manuel Locatelli merayakan gol dari penalti pada laga leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions UEFA antara Juventus FC dan Galatasaray SK di Stadion Allianz, Turin, 26 Februari 2026. (Isabella BONOTTO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kisah dramatis tersaji di Allianz Stadium ketika Juventus berjuang habis-habisan menghadapi Galatasaray. Dalam pertandingan yang penuh emosi dan ketegangan, Bianconeri nyaris menciptakan keajaiban sebelum akhirnya tersingkir setelah babak tambahan waktu.

Sejak awal, misi Juventus memang sangat berat. Kekalahan 2-5 pada leg pertama di Istanbul membuat mereka harus mengejar defisit besar. Situasi menjadi semakin sulit ketika mereka harus bermain dengan 10 orang pemain pada babak kedua.

Advertisement

Namun, malam itu Juventus menunjukkan wajah yang berbeda. Dukungan penuh dari tribun Allianz Stadium menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk terus menekan dan menjaga harapan tetap hidup hingga detik-detik akhir pertandingan.

Sayangnya, perjuangan luar biasa tersebut tetap berujung pahit. Dua gol pada masa tambahan waktu membuat Galatasaray memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions dengan agregat 7-5, sementara Juventus harus menerima kenyataan tersingkir meski tampil heroik.

 


Juventus Nyaris Bangkit Meski Bermain 10 Orang

Si Nyonya Tua gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah skor agregat akhir menjadi 3-5. (AP Photo/LaPresse/Fabio Ferrari)

Pertandingan berjalan sesuai skenario yang diharapkan publik tuan rumah saat Juventus unggul lebih dulu lewat penalti Manuel Locatelli. Gol tersebut membuka harapan untuk memulai misi comeback yang sebelumnya dianggap nyaris mustahil.

Namun momentum berubah ketika Lloyd Kelly menerima kartu merah pada menit ke-48. Meski demikian, Juventus tidak kehilangan semangat. Gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie membuat mereka mampu memaksakan laga berlanjut hingga babak tambahan waktu.

Peluang emas bahkan sempat hadir melalui Edon Zhegrova yang hampir membawa Juventus menyelesaikan comeback luar biasa. Akan tetapi, pada akhirnya keunggulan jumlah pemain Galatasaray menjadi faktor penentu di fase akhir pertandingan.

Dua gol telat yang dicetak Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz memupus harapan Juventus sekaligus memastikan langkah klub Turki tersebut ke babak berikutnya.

 


Locatelli Tak Kuasa Menahan Emosi

Tiga gol tersebut juga membuat laga diperpanjang hingga ke babak 2x15 menit karena agregat dari kedua tim menjadi 3-3. (AFP/Isabella Bonotto)

Selepas pertandingan, Locatelli mengakui betapa beratnya menerima hasil akhir setelah perjuangan panjang timnya di lapangan. Atmosfer stadion yang luar biasa dan semangat juang tim membuat kekalahan ini terasa semakin emosional.

“Saya jujur merasa seperti ingin menangis, kami benar-benar percaya bisa melakukannya,” ujar Locatelli.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah memberikan segalanya di pertandingan ini, bahkan lebih dari yang bisa mereka bayangkan sebelumnya.

“Kami memberikan hati dan jiwa kami untuk pertandingan ini, bahkan lebih dari itu. Ada satu kejadian yang membuat semuanya lebih rumit pada leg pertama, tetapi hari ini saya ingin berterima kasih kepada semua orang dari lubuk hati saya.”

Locatelli juga memuji dukungan suporter yang menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan.

“Atmosfer di stadion luar biasa, ini adalah malam-malam yang akan selalu Anda ingat. Kami menyerap energi dari mereka yang sangat kami butuhkan.”

 


Semangat Juang Juventus Kembali Terlihat

Tiga gol tersebut juga membuat laga diperpanjang hingga ke babak 2x15 menit karena agregat dari kedua tim menjadi 3-3. (AFP/Isabella Bonotto)

Sepanjang musim ini, Juventus sempat mendapat kritik karena dianggap kurang menunjukkan semangat juang. Namun laga melawan Galatasaray menjadi bukti bahwa karakter tim tersebut masih ada.

Bahkan setelah bermain dengan 10 orang pemain selama lebih dari satu jam, Juventus tetap mampu menekan lawan dan hampir membalikkan keadaan.

“Kami memberikan hati dan jiwa kami. Saya selalu meminta para pemain melakukan itu, dan malam ini kami benar-benar melakukannya. Inilah yang harus kami bawa ke depan,” kata Locatelli.

Menurutnya, performa malam itu mencerminkan identitas Juventus yang sebenarnya dan harus terus dipertahankan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Inilah Juventus yang ingin kami lihat, dan yang harus selalu kami tunjukkan. Kami harus selalu mencoba bermain di level seperti ini. Kami berada di jalur yang benar dan tidak boleh kehilangan keyakinan.”

 


Fokus Beralih ke Laga Penting Berikutnya

Beberapa peluang besar yang terbuang juga menjadi bagian dari cerita pertandingan ini. Bahkan gelandang muda Khephren Thuram terlihat menangis di pinggir lapangan setelah gol penyama agregat tercipta.

Meski begitu, Locatelli menegaskan bahwa para pemain pantas mendapat apresiasi atas kerja keras yang mereka tunjukkan sepanjang laga.

“Saya rasa kami hanya bisa memberi pujian kepada para pemain malam ini atas usaha mereka. Kesalahan bisa saja terjadi.”

Kini Juventus harus segera bangkit karena tantangan berikutnya sudah menanti. Fokus mereka langsung tertuju pada pertandingan penting melawan AS Roma dalam lanjutan kompetisi domestik.

“Saat ini kami punya pertandingan penting berikutnya melawan Roma dan harus fokus pada itu.”

Berita Terkait