Liga Champions: VAR Aneh? Mengapa Kartu Kedua Lloyd Kelly Mendadak Jadi Merah Mengerikan

VAR kontroversial: kartu kedua Lloyd Kelly malah berubah jadi kartu merah langsung.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Februari 2026, 08:40 WIB
Wasit Portugal, Joao Pinheiro, menunjukkan kartu merah kepada bek Inggris Juventus bernomor punggung 6, Lloyd Kelly (kiri), selama pertandingan leg kedua babak play-off babak gugur Liga Champions UEFA antara Juventus FC dan Galatasaray SK di stadion Allianz di Turin, pada 26 Februari 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemandangan seorang wasit diarahkan ke monitor di sisi lapangan untuk meninjau keputusan lewat VAR (Video Assistant Referee) kini sudah tak asing lagi bagi penikmat sepak bola.

Momen itu terjadi ketika Joao Pinheiro, yang baru saja menunjukkan kartu kuning kedua kepada Lloyd Kelly akibat pelanggaran terhadap Baris Yilmaz, menorehkan gesture 'kotak tak terlihat di udara' sebelum berjalan ke sisi lapangan.

Advertisement

Sorak-sorai dari pendukung Juventus di Allianz Stadium mengisyaratkan harapan baru bagi tim tuan rumah.

Keputusan di leg kedua babak play-off knockout melawan Galatasaray itu memang sempat akan dibatalkan. Namun, ironisnya, bagi bek berusia 27 tahun asal Inggris tersebut, kartu kuning keduanya bukan dicabut, melainkan ditingkatkan menjadi kartu merah langsung.

Kelly jelas marah dengan keputusan menit ke-49 itu. Saat meninggalkan lapangan, ia menendang tembok di lorong stadion, sementara pelatih Luciano Spalletti terlihat kebingungan di sisi lapangan.

Saat itu Juventus unggul 1-0, mencoba membalikkan defisit 5-2 dari leg pertama menghadapi lawan mereka dari Turki.

Kendati bermain dengan 10 orang, Juventus berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-0, menyamakan agregat 5-5, dan memaksa pertandingan masuk babak perpanjangan waktu.

Namun, gol dari Victor Osimhen dan Yilmaz akhirnya memastikan kemenangan Galatasaray 7-5 secara agregat.

 


Apa Kata Aturan?

Momen saat wasit memberikan kartu merah pada Lloyd Kelly di laga Juventus vs Galatasaray di leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (26/02/2026) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Dalam kompetisi Liga Champions, VAR hanya meninjau kesalahan yang jelas terkait gol, insiden di kotak penalti, kartu merah langsung, atau kasus salah identitas pemain.

Saat ini, VAR tidak diperkenankan mengintervensi kartu kuning. Artinya, niat awal untuk menurunkan kartu kedua Kelly sebenarnya bukanlah tujuan VAR.

Meski begitu, prinsip ini hanya berlaku saat VAR memutuskan untuk mengarahkan wasit ke monitor. Begitu wasit memulai tinjauan, keputusan akhir tetap berada di tangan mereka, termasuk mengambil keputusan yang dianggap paling tepat.

Menariknya, badan pembuat aturan sepak bola, International Football Association Board (IFAB), diperkirakan akan menyetujui tinjauan VAR untuk kasus kartu kuning kedua yang salah pada rapat tahunan mereka, Sabtu mendatang.

Dalam kasus Kelly, ia akhirnya diberikan kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran serius setelah mendarat di belakang Achilles Yilmaz usai duel udara.

 


Apakah Keputusan Itu Tepat?

Lloyd Kelly (6) dari Juventus bereaksi setelah wasit João Pinheiro, dari Portugal, memberinya kartu merah saat pertandingan Liga Champions antara Juventus dan Galatasaray, Kamis dini hari WIB (26-2-2026) di Turin, Italia (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bek Premier League, Curtis Davies, menilai keputusan tersebut "benar-benar memalukan".

"Kelly naik untuk menyundul bola, dia bersih dalam upayanya. Kakinya harus mendarat di suatu tempat," ujarnya di BBC Radio 5 Live.

"Sayangnya, ia mendarat di atas pemain lain. Harus ada pemahaman di mana seharusnya kakinya menapak. Saya mengerti frustrasi Kelly."

Pendapat serupa datang dari jurnalis sepak bola, Rory Smith, yang menyebut keputusan itu "mengerikan" dan "memalukan".

Sementara itu, mantan gelandang Tottenham, Andy Reid, menilai sepak bola makin mendekati olahraga tanpa kontak fisik.

"Sepak bola memang harus ada kontak, dan kadang memang sakit. Itu bagian dari permainan, tidak ada yang bisa dilakukan," katanya.

Menurut aturan UEFA, setiap pemain yang diusir wasit, baik lewat dua kartu kuning atau kartu merah langsung, otomatis diskors untuk pertandingan berikutnya di kompetisi klub Eropa. Namun, karena Juventus tersingkir dari Liga Champions, skorsing Kelly akan dibawa ke musim depan.

"Kalau saya Kelly, tentu kecewa. Tapi, begitulah sepak bola, kartu merah seperti ini memang selalu mungkin terjadi," imbuh Nedum Onuoha, eks bek Manchester City 

Mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, juga tidak setuju dengan keputusan tersebut.

"Saya tidak setuju karena ini murni kecelakaan. Saya mengerti kartu kuningnya, tapi bukan kartu merah," ujarnya.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait