Liga Champions: Kemenangan Real Madrid untuk Semua yang Melawan Rasisme

Kemenangan Real Madrid atas Benfica di Liga Champions untuk semua orang yang menentang rasisme.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Februari 2026, 09:20 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Real Madrid atas Benfica yang membawa Los Blancos ke babak 16 besar Liga Champions bukan sekadar hasil di lapangan, melainkan simbol perlawanan terhadap rasisme. Demikian diungkapkan gelandang Aurelien Tchouameni.

Isu ini muncul setelah Vinicius Jr mengaku mengalami pelecehan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, pada leg pertama, di mana bintang Brasil itu mencetak satu-satunya gol pertandingan.

Advertisement

Prestianni membantah tudingan tersebut, tetapi tetap dijatuhi larangan bermain satu pertandingan sehingga absen di leg kedua yang berlangsung Kamis dini hari WIB tadi.

Dukungan bagi Vinicius pun mengalir dari para pendukung Real Madrid. Sebelum kick-off, spanduk bertuliskan "no to racism" dalam bahasa Spanyol terlihat jelas di tribune Santiago Bernabeu.

Di lapangan, Vinicius kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol kedua Real Madrid, memastikan kemenangan 2-1 di leg kedua dan menutup agregat 3-1, membawa timnya ke babak berikutnya.


Lebih Penting dari Sepak Bola

Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, merayakan gol pembuka timnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Seusai pertandingan, Tchouameni, yang mencetak gol penyama kedudukan, memberikan pendapatnya.

"Saya rasa ada hal-hal yang lebih penting daripada pertandingan ini, daripada sepak bola. Vinicius tetap percaya diri dan fokus pada apa yang harus ia lakukan. Keputusan untuk tidak membiarkan pemain itu (Prestianni) bermain sudah tepat. Ini kemenangan untuk kita semua," ujarnya.

Bek Real Madrid sekaligus pemain Inggris, Trent Alexander-Arnold, menambahkan bahwa sebelum pertandingan, Vinicius tetap tenang dan santai.

"Ia tak perlu mencetak gol untuk mengirim pesan atau menunjukkan mentalitasnya. Ia tidak perlu membuktikan apa pun, karena sudah berulang kali menunjukkan kualitasnya. Ia selalu tampil saat tim membutuhkannya," kata Alexander-Arnold.

Perayaan gol Vinicius pun menjadi sorotan. Setelah leg pertama, ia menari di dekat bendera sudut, dan Rabu malam waktu setempat, ia mengulang perayaan yang sama usai golnya pada menit ke-80, yang memberi Real Madrid napas lega dalam pertandingan.

Bintang Brasil itu bahkan menulis di media sosial setelah laga, "The dance goes on", tariannya terus berlanjut.


Vinicius Menari

Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Mantan striker Chelsea, Joe Cole, turut memuji penampilan Vinicius,

"Ia brilian sepanjang dua leg. Penyelesaian akhirnya luar biasa," sanjungnya.

"Saya tentu senang, bukan hanya karena golnya hebat, tapi karena itu adalah Vinicius, ia pantas mendapatkannya," imbuh Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrod.

Kiper Real, Thibaut Courtois, pun menyoroti semangat pemain Brasil itu.

"Saya senang Vinicius masih menari, karena itu berarti ia terus mencetak gol," ucapnya.

Leg kedua ini juga menjadi momen kembalinya pelatih legendaris Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu sejak menangani Real Madrid antara 2010-2013, meski ia tidak bisa berada di bangku cadangan akibat sanksi.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait