3 Faktor Real Madrid Sulit Dijagokan Menjadi Juara Liga Champions

Komentar tajam datang dari mantan pemain Chelsea, Craig Burley, yang meragukan peluang Real Madrid untuk menjuarai UEFA Champions League musim ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 26 Februari 2026, 17:30 WIB
Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Jakarta - Komentar tajam datang dari mantan pemain Chelsea, Craig Burley, yang meragukan peluang Real Madrid untuk menjuarai UEFA Champions League musim ini. Ia menilai performa Los Blancos sejauh ini belum menunjukkan kualitas yang cukup untuk melangkah hingga akhir kompetisi.

Pendapat tersebut disampaikan Burley ketika tampil dalam program analisis sepak bola ESPN FC. Dalam pandangannya, Real Madrid terlihat kesulitan saat menghadapi tim yang mampu menekan dan menguasai jalannya permainan.

Advertisement

Menurut Burley, kondisi tersebut membuat suasana stadion justru menjadi tekanan tambahan bagi para pemain. Ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan, respons dari tribune dinilai ikut memengaruhi mental tim di lapangan.

Real Madrid sendiri baru saja lolos ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Benfica di fase play-off. Namun, performa mereka dalam laga tersebut masih dianggap belum benar-benar dominan.

 


Mental dan Tekanan di Lapangan

Kemenangan tersebut membuat Real Madrid lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa menang dengan agregat 3-1. (AP Photo/Manu Fernandez)

Burley melihat ada pola yang cukup jelas saat Real Madrid menghadapi tekanan dari lawan. Ia menilai situasi itu bisa menjadi masalah jika terjadi melawan tim-tim yang lebih kuat di fase gugur.

"Ketika Anda melihat Real Madrid saat tim lawan mulai menguasai permainan, penonton menjadi lebih gelisah. Ketika penonton gelisah, para pemain juga ikut tegang," ujar Burley.

Ia juga menyinggung laga melawan Benfica yang menurutnya masih berjalan ketat hingga mendekati akhir pertandingan.

"Namun Benfica sebenarnya tidak benar-benar membiarkan situasi itu terjadi karena mereka melakukan kesalahan. Meski begitu, pertandingan tetap berada dalam situasi yang sangat tipis hingga menjelang akhir laga," lanjutnya.

Burley menegaskan, sejauh ini ia belum melihat sesuatu dari permainan Real Madrid yang membuatnya yakin tim tersebut bisa melangkah jauh di Liga Champions musim ini.

"Saya tidak melihat sesuatu dari Real Madrid yang membuat saya berpikir mereka akan mendekati gelar di kompetisi ini. Mungkin saya bisa saja salah, tetapi saya rasa tidak."

 


Tim-Tim Besar Bisa Mengekspos Kelemahan Real Madrid

Aksi gemilang Courtois membawa Real Madrid menang dengan skor 2-1 atau agregat 3-1 atas Benfica. (AFP/Thomas Coex)

Lebih lanjut, Burley memprediksi Real Madrid bakal menghadapi kesulitan besar ketika bertemu tim elite Eropa yang sedang tampil solid.

Ia menyebut beberapa klub seperti Bayern Munich, Paris Saint-Germain, Arsenal, hingga Barcelona sebagai tim yang berpotensi mengekspos kelemahan Los Blancos.

"Saya tidak melihat sesuatu yang menunjukkan bahwa ketika mereka menghadapi tim yang sangat solid dan benar-benar kuat, seperti Bayern Munich, atau jika PSG meningkatkan permainan mereka, atau Arsenal, atau mungkin bahkan Barcelona lagi, mereka akan bisa bertahan," kata Burley.

Menurutnya, Real Madrid saat ini terlalu banyak memberikan peluang kepada lawan dan masih bergantung pada momen individu untuk memenangkan pertandingan.

"Mereka sudah memberikan banyak peluang kepada lawan, dan sekali lagi mereka terlalu bergantung pada momen keajaiban individu."

Sementara itu, di babak 16 besar nanti Real Madrid berpotensi menghadapi Manchester City atau Sporting CP setelah memastikan lolos dari fase play-off. Pertandingan tersebut diprediksi bakal menjadi ujian besar bagi Los Blancos untuk membungkam keraguan yang muncul.

Berita Terkait