FIFA Ditekan Batalkan Skema Harga Dinamis Tiket Piala Dunia 2026

Euroconsumers dan Football Supporters Europe desak FIFA menghapus harga tiket dinamis Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Februari 2026, 06:30 WIB
Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Dua organisasi advokasi konsumen dan suporter kembali menekan FIFA terkait kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026.

Euroconsumers dan Football Supporters Europe secara terbuka meminta badan sepak bola dunia itu membatalkan penerapan sistem harga dinamis untuk turnamen empat tahunan tersebut.

Advertisement

Desakan itu menguat setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam wawancara dengan CNBC mengonfirmasi bahwa mekanisme harga dinamis akan digunakan pada Piala Dunia 2026.

Kedua kelompok lobi tersebut menyebut kebijakan itu sebagai "eksperimen untuk memaksimalkan pendapatan" yang menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi, keadilan, dan kepercayaan publik.

 

 


Tuntutan ke FIFA

Tahap kedua dan ketiga penjualan tiket Piala Dunia 2026 juga akan mengikuti sistem undian yang dijadwalkan pada 27-31 Oktober dan setelah pengundian akhir pada 5 Desember 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Mereka menuntut FIFA untuk:

  • Menghapus sistem harga dinamis atau variabel untuk tiket Piala Dunia 2026.
  • Menetapkan harga tetap yang transparan sejak awal.
  • Mengomunikasikan secara jelas struktur harga dan mekanisme perlindungan yang diterapkan.
  • Melibatkan organisasi konsumen serta kelompok suporter sebelum menerapkan model penjualan semacam itu.

Harga Melonjak Tajam

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

FIFA memang menuai kritik luas atas kebijakan tiket Piala Dunia 2026. Harga tiket fase grup disebut bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, penerapan harga dinamis, yang membuat harga berubah mengikuti permintaan pasar, makin memicu kontroversi.

Sebagai respons atas gelombang kritik, FIFA memperkenalkan kategori baru bernama "Supporter Entry Tier", yakni tiket dengan harga 60 dolar AS per pertandingan. Namun, jumlahnya sangat terbatas untuk turnamen yang diperluas tersebut.

FIFA membela kebijakan harga tinggi dengan menyebutnya sesuai mekanisme pasar. Badan tersebut juga menegaskan bahwa sistem harga variabel merupakan praktik umum di Amerika Serikat.

 


Janji yang Dipertanyakan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbincang sambil memegang replika tiket Piala Dunia berukuran besar bersama Presiden AS, Donald Trump, di Ruang Oval, sementara Wakil Presiden, JD Vance (ketiga dari kiri), mengamati pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Tahun lalu, Euroconsumers dan Football Supporters Europe telah mengirim surat bersama kepada FIFA untuk menyampaikan keberatan mereka terkait kebijakan tiket. Kedua organisasi itu menyatakan sempat bertemu dengan FIFA dan menerima jaminan bahwa harga dinamis tidak akan diterapkan.

Namun, pernyataan terbaru Infantino memunculkan kembali polemik tersebut.

Bulan lalu, FIFA mengumumkan telah menerima 500 juta permintaan tiket setelah fase penjualan terakhir. Pada April mendatang, FIFA akan membuka fase penjualan terakhir dengan sistem 'siapa cepat dia dapat".

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait