Bola.com, Jakarta - Musim 2025/2026 kembali berjalan tidak mulus bagi Real Madrid. Raksasa Spanyol itu sudah tersingkir dari Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, meski masih bertahan di fase gugur Liga Champions serta menempati posisi kedua di La Liga, tepat di belakang Barcelona.
Tekanan besar pun mengiringi perjalanan mereka. Kursi pelatih di Santiago Bernabeu kerap disebut sebagai satu di antara yang paling sulit di Eropa, dengan kendali yang terbatas bagi sosok di pinggir lapangan.
Situasi itu disebut-sebut turut mempercepat kejatuhan Xabi Alonso musim ini. Penggantinya, Alvaro Arbeloa, juga belum mampu menghadirkan perubahan signifikan.
Di tengah kondisi tersebut, media Spanyol ramai memberitakan adanya dugaan ketegangan di ruang ganti. Sejumlah nama besar disebut-sebut sebagai tokoh di balik layar, termasuk dua pemain Inggris, Jude Bellingham dan Trent Alexander-Arnold.
Bersama Kylian Mbappe dan Vinicius Junior, mereka menjadi sorotan utama karena status bintang besar yang melekat.
Isu Kontroversial
Isu-isu kontroversial pun bermunculan. Ada spekulasi bahwa skuad Madrid ingin menyingkirkan Bellingham dan Alexander-Arnold, meski kabar tersebut dinilai belum tentu mencerminkan situasi sebenarnya.
Nama kiper utama mereka, Thibaut Courtois, turut terseret dalam pusaran isu.
Mantan penjaga gawang Chelsea itu sebelumnya dikabarkan meminta Bellingham untuk mengubah sikapnya karena dianggap tidak patuh.
Kini, laporan terbaru dari Spanyol mengklaim Courtois juga tidak sepenuhnya yakin terhadap peran Alexander-Arnold. Disebutkan bahwa sang kiper tidak ingin mantan pemain Liverpool itu terus bermain untuk Real Madrid karena kontribusi defensifnya dianggap sebagai kelemahan serius.
Bahkan, laporan tersebut menyebut bek kanan asal Inggris itu lebih banyak mengurangi daripada menambah dan kehadirannya di lapangan "seperti bermain dengan sepuluh orang".
Rumor yang Berembus
Dalam laporan itu dijelaskan:
"Thibaut Courtois, satu di antara suara yang paling dihormati di ruang ganti, tidak sepenuhnya yakin dengan posisi Trent Alexander-Arnold sebagai bek kanan utama. Kiper asal Belgia itu percaya bahwa dampak defensif bek Inggris tersebut menimbulkan lebih banyak masalah daripada yang diperkirakan, dan itu adalah kelemahan yang serius."
"“Tidak ada yang meragukan kualitasnya saat menguasai bola atau kemampuannya membangun serangan dari sisi sayap, tetapi ada perasaan di dalam tim bahwa keseimbangan permainan terganggu ketika pemain Inggris itu bermain sebagai bek sayap. Bagi Courtois, perdebatan ini bukan soal bakat menyerang sang pemain, melainkan apa yang terjadi ketika tim harus bertahan dalam situasi yang paling menuntut," tulis laporan tersebut.
Sumber: Football365