Casemiro: Zidane Selalu Jadi Panutan, Target Saya Piala Dunia Terakhir Bersama Brasil

Gelandang Manchester United, Casemiro, mengungkapkan bahwa sosok yang paling ia kagumi sejak kecil adalah legenda Prancis, Zinedine Zidane.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 27 Februari 2026, 11:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane dan gelandang timnya, Casemiro bercanda selama sesi latihan terbuka untuk umum di fasilitas latihan Ciudad Real Madrid, Valdebebas, Senin (30/12/2019). Real Madrid akan menghadapi Getafe pada pertandingan La Liga di laga pembuka tahun 2020. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Manchester United, Casemiro, mengungkapkan bahwa sosok yang paling ia kagumi sejak kecil adalah legenda Prancis, Zinedine Zidane.

Pernyataan itu disampaikan Casemiro saat berbicara kepada DAZN, di mana ia mengenang masa kecilnya yang banyak dihabiskan dengan menonton para pemain bintang di televisi. Namun, di antara semua nama besar yang ia saksikan, Zidane menjadi figur yang paling membekas dalam hatinya.

Advertisement

“Ketika masih kecil, semua yang ada di TV adalah panutan. Saya sangat menikmati menonton para pemain itu,” ujar Casemiro. “Bagi saya, Zidane adalah nomor satu. Saya selalu sangat mengaguminya.”

Menariknya, takdir kemudian mempertemukan keduanya di Real Madrid. Saat Zidane mengambil alih kursi pelatih Los Blancos, Casemiro menjadi bagian penting dalam era keemasan klub tersebut. Bersama-sama, mereka meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi di kompetisi domestik LaLiga dan kejayaan di Eropa.

 


Belajar Kerja Keras

Isco (kiri) dan Casemiro tertawa bersama Zidane usai meraih trofi Liga Champions 2018 di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina, (26/5/2018). Zinedine mundur sebagai pelatih Madrid 31 Mei 2018. (AFP/Paul Ellis)

Bagi Casemiro, bermain di bawah arahan idolanya sendiri menjadi pengalaman yang luar biasa. Ia bukan hanya belajar tentang taktik dan strategi, tetapi juga tentang mentalitas juara serta bagaimana menjaga konsistensi di level tertinggi.

Kini, setelah melanjutkan kariernya di Premier League bersama Manchester United, Casemiro tetap memegang prinsip yang sama. Ia menegaskan pentingnya kerja keras dan sikap rendah hati dalam perjalanan profesionalnya.

“Saya mencoba menjadi yang pertama datang ke gym dan memberikan segalanya dalam latihan, bukan hanya saat pertandingan,” katanya.

“Anda belajar sesuatu setiap hari, dalam sepak bola maupun dalam hidup. Saya belajar dari anak-anak saya, dari rekan setim, dari pelatih yang terpenting adalah memiliki pikiran yang terbuka.”


Keharmonisan Ruang Ganti

Casemiro. Gelandang berusia 30 tahun yang didatangkan Real Marid dari Sao Paulo pada awal musim 2013/2014 dengan nilai transfer 6 juta euro ini telah merebut 5 gelar Liga Champions termasuk yang terbaru pada musim 2021/2022. Empat gelar sebelumnya diraih pada musim 2013/2014, dan 2015/2016 hingga 2017/2018. Sempat dipinjamkan selama semusim ke FC Porto pada musim 2014/2015, ia tetap menjadi pilihan utama hingga kini. (AFP/Javier Soriano)

Menurutnya, Zidane bukan hanya pelatih hebat secara taktik, tetapi juga figur pemimpin yang mampu menjaga keharmonisan ruang ganti.

Kini, setelah melanjutkan karier di Premier League bersama Manchester United, Casemiro tetap membawa mentalitas juara yang ia bangun di Madrid. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar setiap hari, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Meski telah meraih hampir semua gelar di level klub, ambisi Casemiro belum padam. Ia mengungkapkan target pribadinya untuk tampil di satu edisi Piala Dunia lagi bersama Brasil. Bagi sang gelandang, mengenakan seragam Selecao selalu menjadi kehormatan terbesar.

Sumber: AS

Berita Terkait