Rakornas PB Akuatik Indonesia 2026: Buka Peluang Membentuk Asosiasi Polo Air

Beberapa keputusan krusial didapatkan dari Rakornas PB Akuatik Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 28 Februari 2026, 18:45 WIB
Selain itu ketua Akuatik juga berharap bisa mengakhiri puasa gelar di Asian Games. Kali terakhir ada medali yang dibawa pulang perenang Indonesia terjadi pada edisi 1990. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - PB Akuatik Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakornas) di Hotel Aryaduta Jakarta pada Sabtu (28/2/2026). Ada beberapa keputusan menarik yang diambil dari Rakornas tersebut.

Misalnya opsi untuk membentuk asosiasi baru yang menaungi polo air. Nantinya, asosiasi tersebut masih berada di bawah payung PB Akuatik Indonesia.

Advertisement

Ketua umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan alasan pihaknya berencana membentuk Asosiasi Polo Air. Menurut Anindya, olahraga tersebut memiliki potensi industri yang cukup besar.

"Dan yang menarik juga, di dalam Akuatik Indonesia ini bukan saja renang. Ada polo air, ada juga renang indah, ada loncat indah, open water swimming," ujar Anindya Bakrie saat ditemui di sela acara.

"Nah, salah satu usulannya adalah untuk dikaji bagaimana polo air bisa menjadi asosiasi, tapi tetap di bawah federasi kita, Akuatik Indonesia. Kenapa? Karena ini olahraga beregu, sudah bisa dibilang sepak bolanya air," jelas Anindya Bakrie. 


Butuh Perhatian Khusus

Dalam raker tersebut, Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, bicara tentang pembinaan atlet muda. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Anindya Bakrie merasa polo air butuh perhatian khusus. Apalagi, potensi prestasi dari olahraga tersebut cukup besar. Misalnya mereka mampu meraih medali emas pada ajang SEA Games 2019 yang digelar di Filipina.

"Jadi dibutuhkan perhatian khusus dan juga penanganan khusus daripada model untuk memastikan keberlanjutannya berjalan, termasuk dari sisi pembiayaan, pelatihan, dan lain-lain. Dan juga kita punya prestasi juga tidak jelek, bagus malah. Kita pernah meraih emas ya di Filipina," katanya.

"Terakhir berturut-turut kita dapat medali perak. Nah, ini tentu menjadi suatu kajian yang serius ya," sambung pria berusia 51 tahun itu.


Wujudkan Liga

Federasi Akuatik Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakornas) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/2/2026). Dalam raker tersebut, Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, bicara tentang pembinaan atlet muda dan berharap bisa mengakhiri puasa gelar di Asian Games. Kali terakhir ada medali yang dibawa pulang perenang Indonesia terjadi pada edisi 1990. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Anindya Bakrie menjelaskan pihaknya segera mengkaji pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia, termasuk membentuk liga polo air yang bisa menghasilkan atlet berkualitas dan memancing penonton hadir langsung di arena.

"Kami akan kaji, tapi memang niatnya itu sudah terdengar sejak setahun atau dua tahun terakhir. Dan saya rasa masuk akal, karena dalam Akuatik Indonesia ini olahraganya banyak. Kalau di World Aquatics itu renang, tapi kalau di Akuatik Indonesia itu bukan hanya renang, tapi juga loncat indah, renang indah, polo air, open water swimming," jelas Anindya.

"Sehingga untuk penanganan khusus, apalagi ini satu-satunya yang bisa dibilang olahraga tim beregu, tentunya di luar dari artistik yang beregu ya, tapi dalam arti kata sebenarnya dalam pertandingan ya. Jadi saya rasa itu suatu hal yang bagus, kita akan kaji."

"Dan arahnya memang seperti itu, ini hanya bentuknya yang pas supaya juga tidak merubah AD/ART yang mana. Namun, kami mengacu juga ya seperti kalau di PSSI ada futsal, nah ini juga mungkin bisa ada polo air. Dan juga dengan liganya kita juga akan giatkan liga polo air," tandasnya.

Berita Terkait