Romelu Lukaku Menangis usai Cetak Gol Penentu Napoli, Akhiri Paceklik dan Lepas Duka

Air mata Romelu Lukaku mewarnai kemenangan dramatis Napoli atas Verona.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Maret 2026, 11:45 WIB
Penyerang Napoli asal Belgia #9 Romelu Lukaku (C) merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Serie A Italia antara Hellas Verona dan Napoli di Stadion Bentegodi di Verona, Italia utara, pada Minggu (1-3-2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Air mata tak terbendung dari wajah Romelu Lukaku saat peluit panjang berbunyi di markas Hellas Verona, Minggu (1-3-2026) dini hari WIB.

Gol yang ia cetak di detik-detik terakhir bukan sekadar penentu kemenangan Napoli, melainkan juga akhir dari paceklik panjang yang dibayangi persoalan cedera dan duka pribadi.

Advertisement

Penyerang Napoli itu baru bermain 41 menit sepanjang musim ini setelah mengalami cedera paha serius pada pramusim. Namun, pada menit keenam injury time, Lukaku muncul di kotak penalti dan mencetak gol yang memastikan kemenangan 2-1 atas Verona, tim juru kunci klasemen.

Beberapa detik setelah gol tersebut, peluit akhir berbunyi dan Lukaku tampak menitikkan air mata. Itu adalah gol pertamanya sejak 23 Mei. Setelah tanggal tersebut, hidupnya diliputi masa-masa sulit.

Tak lama usai cedera paha yang ia alami, sang ayah, Roger, meninggal dunia secara mendadak pada September dalam usia 58 tahun.


Lukaku Emosional

Romelu Lukaku dari Napoli, kanan, merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Serie A antara Hellas Verona dan Napoli di Verona, Italia, Minggu (1-3-2026) dini hari WIB. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)

Di tengah perayaan liar para pemain Napoli, Lukaku menunjuk ke langit usai mencetak gol kemenangan dengan sentuhan terakhir pertandingan.

"Secara pribadi, sepak bola memberi Anda banyak hal. Sepak bola telah memberi saya segalanya, tetapi kehilangan ayah saya seperti saya kehilangannya, itu membebani saya setiap hari," kata Lukaku kepada DAZN dengan suara bergetar menahan tangis.

"Namun, memang begitulah adanya dan saya terus melangkah demi putri-putri saya, demi saudara laki-laki saya, dan demi Napoli yang telah memberi saya begitu banyak."

"Karena sebelum tiba di Napoli, saya sudah mati. Tahun lalu kami melakukan sesuatu yang luar biasa, tahun ini sedikit sulit bagi kami, tetapi kami harus melihat ke depan dan melakukan segalanya untuk finis setinggi mungkin di klasemen," ungkapnya.

Saat sang ayah wafat tahun lalu, Lukaku sempat menuliskan pesan penghormatan di Instagram.

"Terima kasih telah mengajari saya semua yang saya tahu," tulis penyerang Timnas Belgia itu.

"Saya akan selamanya bersyukur dan menghargai Anda. Hidup tidak akan pernah sama lagi."

"Melindungi dan membimbing saya seperti yang tidak bisa dilakukan orang lain. Saya tidak akan sama lagi. Rasa sakit dan air mata mengalir deras. Tetapi, Tuhan akan memberi saya kekuatan untuk bangkit kembali," lanjutnya.


Kemenangan Napoli

Penyerang Napoli asal Belgia bernomor punggung 9, Romelu Lukaku, merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya di akhir pertandingan Serie A Italia antara Hellas Verona dan Napoli di Stadion Bentegodi di Verona, Italia utara, Minggu (1-3-2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Kemenangan atas Verona menjadi yang pertama bagi Napoli dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Sang juara bertahan Serie A itu tetap berada di posisi ketiga klasemen, berjarak menjadi 14 poin dari pemuncak, Inter Milan, yang menang 2-0 atas Genoa.

Sementara itu, Verona masih terpaut sembilan poin dari zona aman.

Napoli sebenarnya memulai laga dengan impresif. Sundulan melambung dari jarak 12 meter yang dilepaskan Rasmus Hojlund membawa tim tamu unggul kurang dari dua menit sejak kick-off.

Namun, Hojlund juga terlibat dalam gol penyama kedudukan pada menit ke-65. Ia mencoba menghalau sepak pojok Verona, tetapi bola justru mengarah ke Jean-Daniel Akpa Akpro.

Tembakan Akpa Akpro kemudian berubah arah setelah mengenai Højlund dan masuk ke gawang. Gol tersebut tetap dicatat atas nama Akpa Akpro karena sepakan awalnya mengarah ke gawang.

Verona hampir saja mencuri kemenangan pada masa injury time. Kieron Bowie gagal mengarahkan bola ke sasaran setelah kiper Napoli, Alex Meret, gagal mengantisipasi umpan silang dengan sempurna.

Alih-alih kalah, Napoli justru mencuri kemenangan. Skema tendangan sudut pendek berujung umpan silang yang dilepaskan Giovane kepada Lukaku, yang masuk sebagai pemain pengganti.

Dengan satu sentuhan jarak dekat, ia memastikan tiga poin, dan menutup malam emosionalnya dengan cara yang tak akan mudah dilupakan.

 

Sumber: ESPN