Bola.com, Surabaya - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pandangannya menjelang laga krusial menghadapi Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, Surabaya, (2/3/2026).
Pelatih asal Kroasia ini menyadari lawannya adalah salah satu kekuatan tradisional di sepak bola tanah air, membuat laga akan berjalan dengan intensitas tinggi.
Bojan Hodak memprediksi laga ini akan lebih menonjolkan sisi taktikal dan determinasi fisik ketimbang sekadar permainan indah.
"Persebaya salah satu tim terbesar di sepak bola Indonesia. Jadi pertandingan tidak akan mudah. Pertandingan akan selalu ketat," bukanya.
"Mungkin tidak akan selalu enak dilihat, tetapi semua orang akan mengikutinya. Walau saya yakin laga akan berjalan ketat," sambung Bojan.
Efek Kehadiran Bernardo Tavares
Bojan Hodak menyoroti perubahan signifikan Persebaya sejak pergantian nakhoda. Bernardo Tavares didatangkan sebagai suksesor Eduardo Perez.
Persebaya bahkan sempat berhasil membuat rekor 13 laga tak terkalahkan. Sebelum tumbang dua kali dari Bhayangkara FC dan Persijap Jepara.
Namun, kemenangan atas PSM Makassar mengingatkan mereka betapa pesat peningkatan permainan Persebaya, terutama dalam hal disiplin posisi.
"Setelah pelatih baru datang ke Persebaya, mereka bermain lebih baik di pertahanan dan bekerja keras. Akan sangat ketat, tetapi saya selalu berekspektasi meraih hasil positif," ucapnya penuh rasa optimistis.
Lupakan Kekalahan Telak Musim Lalu
Walau datang sebagai tim dengan pertahanan terbaik, Persib harus ingat bila laga terakhir di GBT tak berjalan manis. Mereka takluk 1-4 di hadapan Bonek.
Meski begitu, Bojan Hodak enggan terjebak nostalgia. Ia mengakui bila dirinya mengambil risiko musim lalu saat menurunkan kiper muda, Sheva Sanggasi.
"Tentang laga tahun lalu, saya tidak ingat berapa gol tercipta. Namun, kami harus menerimanya karena kami mengambil risiko dengan menurunkan kiper muda untuk menambah striker. Saya pikir itu tidak akan sama besok," tegasnya.
Persib Tidak Full Team
Dengan komposisi skuad yang lebih dalam, Persib mungkin berada di atas angin. Mereka bisa 'seenaknya' mengubah susunan pemain sepanjang laga.
Walau begitu, dirinya merasa itu bukan sebuah keuntungan yang patut dibanggakan. Mereka juga mengalami masalah cedera pemain.
"Mungkin, tetapi kami memang memiliki pemain yang bisa bermain di berbagai posisi seperti Eliano Reinjders dan Frans Putros," jelasnya.
"Namun, jangan salah, beberapa pemain kami juga mengalami masalah, seperti Layvin Kurzawa dan Julio Cesar. Kondisi Marc Klok juga tak memungkinkan bermain penuh."
"Jangan lupa, kami juga bermain di AFC Champions League (ACL) 2. Itu sebabnya kami menambah lebih banyak pemain karena kami bermain lebih banyak," tutupnya.