Bola.com, Jakarta - Pertandingan dramatis tersaji saat Juventus bermain imbang 3-3 melawan AS Roma di Stadio Olimpico, Senin dini hari WIB tadi.
Tertinggal dua gol, Si Nyonya Tua kembali menunjukkan mentalitas pantang menyerah, sesuatu yang, menurut para pemainnya, tak bisa lagi diragukan.
Roma sempat terlihat akan mengamankan kemenangan setelah memimpin 3-1. Gol indah Wesley lewat sepakan melengkung, disusul kontribusi Evan Ndicka dan lob dari Donyell Malen, membawa tuan rumah menjauh.
Juventus hanya sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan voli Francisco Conceicao.
Namun, situasi berubah di fase akhir laga. Dua skema yang hampir identik, bola disundul ke tiang jauh, berbuah gol dari Jeremie Boga dan Federico Gatti.
Skor pun imbang 3-3 dalam duel penuh tensi.
Peluang Masih Terbuka
Gatti mengakui sempat diliputi kekhawatiran saat mencetak gol penyeimbang.
"Saya sempat khawatir berada dalam posisi offside, tetapi itu benar-benar gol yang sangat penting dan membuat kami tetap bertahan dalam persaingan,” kata Gatti kepada DAZN Italia.
Ia menegaskan bahwa musim belum selesai dan peluang masih terbuka.
“Masih ada 11 pertandingan tersisa dan kami masih dalam perlombaan. Jika kami kalah di sini, Roma akan unggul tujuh poin dan itu akan sangat sulit bagi kami."
"Bukan hanya Roma, karena Atalanta dan Como juga ikut bersaing. Kami harus memperbaiki beberapa hal, tetapi kami punya karakter untuk dijadikan fondasi," ucapnya.
Comeback Kedua
Hasil imbang ini membuat Roma turun ke peringkat keempat, sementara Juventus berada di posisi keenam setelah disalip Como di urutan kelima.
Persaingan menuju empat besar pun diprediksi berlangsung hingga pekan-pekan terakhir.
Menariknya, ini menjadi comeback kedua Juventus dalam hitungan hari. Sebelumnya, mereka mampu membalikkan defisit 2-5 pada leg pertama melawan Galatasaray dalam play-off Liga Champions.
Kendati sempat bermain dengan 10 orang, Juventus menang 3-2 di leg kedua lewat perpanjangan waktu, walau tetap tersingkir dari kompetisi.
Penjaga gawang Juventus, Mattia Perin, menilai semangat timnya tak perlu diragukan lagi.
“Kami jelas membuktikan bahwa kami punya hati, jiwa, dan karakter," ujar Perin.
"Jika kami bisa memaksimalkan lebih banyak peluang saat sedang mendominasi, maka kami tidak perlu terus-menerus melakukan comeback seperti ini. Orang boleh mengkritik apa pun tentang kami, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan kami kurang karakter," kata Perin.
Sumber: Football Italia