Arsenal Raja Set-Piece, Pelatih Bola Mati Mereka Dapat Bonus Tiap Gol

Arsenal raja set-piece, pelatih bola mati mereka ikut panen bonus.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 04:00 WIB
Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri) dan pelatih teknik Arsenal asal Prancis, Nicolas Jover, menyaksikan para pemain dari pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Nottingham Forest dan Arsenal di The City Ground di Nottingham, Inggris tengah, pada 17 Januari 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Di balik tajamnya Arsenal dari situasi bola mati musim ini, terselip satu detail menarik soal kontrak staf pelatih mereka.

Menurut laporan The Athletic, pelatih spesialis set-piece Arsenal, Nicolas Jover, menegosiasikan klausul bonus khusus untuk setiap gol yang lahir dari skema bola mati.

Advertisement

Langkah itu diambil di tengah ketertarikan sejumlah klub lain terhadap dirinya. Namun, klausul tersebut disebut menjadi satu di antara faktor yang membuat Jover memilih bertahan di Emirates.

Sepanjang musim ini, bola mati menjadi narasi besar yang melekat pada tim asuhan Mikel Arteta. Arsenal menjelma menjadi satu di antara tim paling dominan dalam situasi dead-ball yang pernah terlihat di era Premier League.

Kritik memang tetap berdatangan, meski mereka berada di puncak klasemen. Namun, Arsenal tampak sadar betul bahwa mereka memiliki kekuatan utama di area tersebut, dan memilih memaksimalkannya tanpa ragu.

Peran Jover sangat krusial dalam transformasi itu. Pelatih berusia 44 tahun tersebut direkrut dari rival liga, Manchester City, dan sejak saat itu pengaruhnya langsung terasa.

Bagi Arteta, cara mencetak gol bukanlah hal utama, yang penting adalah hasil akhir. Jika strategi itu membawa trofi Premier League pada Mei nanti, ia tentu tak akan mempermasalahkan dari mana gol-gol itu berasal.


Klausul Cerdas dalam Kontrak

Kemenangan 2-1 membuat Arsenal memimpin klasemen semetara Liga Inggris 2025/2026 dengan raihan 64 poin. (AP Photo/Alastair Grant)

Jover memasukkan klausul ke kontraknya yang membuatnya menerima bonus untuk setiap gol Arsenal dari situasi bola mati.

Besaran nominalnya memang tidak diungkap, tetapi melihat produktivitas Arsenal musim ini, bisa dipastikan pemasukan pribadinya ikut terdongkrak.

The Gunners telah mencetak 21 gol dari bola mati di Premier League musim ini, terbanyak dibanding tim lain. Selain itu, sembilan di antaranya berasal dari tendangan sudut yang berujung kemenangan.

Fakta tersebut menegaskan bahwa peran Jover bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian vital dari sistem permainan Arsenal.

Menariknya, meski pola yang digunakan relatif konsisten sejak awal musim, tim-tim lawan tetap kesulitan mengantisipasinya.


Membosankan atau Efektif?

Para pemain Arsenal, Declan Rice, William Saliba, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi merayakan gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Gol dari bola mati mungkin tidak seindah tendangan jarak jauh 30 meter atau kombinasi serangan terbuka yang memikat. Namun, pada akhirnya, Arsenal hanya membutuhkan satu hal: kemenangan.

Setelah bertahun-tahun gagal dalam persaingan gelar, terutama saat harus bersaing dengan Liverpool dan Manchester City, Arteta membutuhkan solusi nyata. Jika set-piece adalah jawaban untuk menuntaskan dahaga gelar, maka baik pelatih maupun suporter tak akan keberatan.

Memang ada argumen bahwa Arsenal tidak selalu memainkan gaya paling atraktif dalam menciptakan peluang. Akan menarik melihat apakah pendekatan ini tetap dipertahankan jika mereka benar-benar mengangkat trofi liga.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait