Bola.com, Jakarta - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi gelandang PSIM Yogyakarta, Rakhmatsho Rakhmatzoda. Untuk kali pertama, pemain asal Tajikistan itu menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga.
Meski begitu, Rakhmatsho mengaku tetap menikmati suasana Ramadan di Yogyakarta. Bahkan, pemain berusia 21 tahun tersebut merasa semakin betah tinggal di Indonesia.
"Semuanya positif, saya sangat jatuh cinta dengan negara ini. Saya suka segala hal di sini dan ingin tinggal di sini untuk waktu yang sangat lama," ujar Rakhmatsho Rakhmatzoda pada Rabu (4/3/2026).
"Saya pikir Ramadan adalah bulan suci yang sama di mana pun. Tidak ada yang istimewa, hanya saja di sana ada banyak keluarga dan teman. Ketika Anda menghabiskan bulan seperti ini bersama keluarga, itu akan sangat baik," sambungnya.
Puasa Justru Tambah Energi
Bagi Rakhmatsho, perbedaan terbesar menjalani Ramadan di Indonesia dibandingkan kampung halaman adalah soal kebersamaan dengan keluarga. Namun, sebagai pesepak bola profesional ia memahami konsekuensi tersebut.
"Sulit karena mereka sangat jauh, saya benar-benar ingin menghabiskan hari-hari seperti ini bersama keluarga, tapi sepak bola adalah bagian dari hidup saya, saya harus berkorban demi sepak bola," katanya.
"Menjalani puasa di sini tidak sulit sama sekali, bulan ini justru sebaliknya saya merasa mendapatkan lebih banyak energi dan kekuatan. Ramadan sangat penting bagi saya."
"Saya makan sahur dan kemudian saat berbuka puasa, saya merasa di periode seperti ini saya memiliki lebih banyak kekuatan dan energi," lanjut mantan pemain Persijap Jepara itu.
Tak Pilih-pilih
Soal makanan, Rakhmatsho tak banyak pilih-pilih. Ia menikmati berbagai hidangan khas Indonesia yang menurutnya tak kalah lezat dari masakan di kampung halaman.
"Saya makan semuanya, tapi saya suka makan makanan yang lezat. Secara prinsip segala sesuatu di sini sama lezatnya seperti di rumah, jadi saya makan segalanya," ungkap Rakhmatsho.
Di tengah suasana Ramadan, pemain kelahiran Norak, Tajikistan itu tak lupa menyampaikan pesan khusus untuk para suporter setia PSIM yang terus memberikan dukungan penuh kepada tim.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang besar kepada mereka karena terus mendukung kami selalu, terutama di bulan-bulan seperti ini. Semoga Allah menerima semua amal kami dan ridha kepada kami semua. Saya sangat mencintai kalian," pungkasnya.