Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, dikabarkan menolak tawaran untuk menangani Timnas Maroko. Kedua kubu dikabarkan tidak mencapai kesepakatan, dan Xavi akan fokus mencari tantangan baru di level klub, bukan timnas.
Sudah hampir dua tahun sejak Xavi Hernandez digantikan oleh Hansi Flick sebagai pelatih kepala Barcelona. Dalam kurun waktu tersebut, banyak tawaran pekerjaan datang kepadanya.
Dalam beberapa hari terakhir, satu tawaran baru kembali menghampiri pelatih berkebangsaan Spanyol tersebuy.
Selama setahun setelah meninggalkan Camp Nou, Xavi dengan sengaja menolak semua tawaran yang masuk. Ia memilih beristirahat setelah menjalani 2,5 tahun yang penuh tekanan sebagai pelatih Barcelona, sekaligus menghabiskan waktu penting bersama keluarganya.
Namun, sejak musim panas 2025, ia kembali terbuka terhadap peluang baru, meski hingga kini belum memiliki klub.
Prioritaskan Latih Klub Ketimbang Timnas
Xavi disebut tertarik melanjutkan karier di Premier League. Saat ini, ia juga lebih memprioritaskan melatih klub ketimbang tim nasional. Ia sebenarnya kembali mendapat kesempatan untuk menangani tim nasional, tetapi menurut laporan Cadena SER, seperti dikutip Football Espana, Kamis (5/3/2026), tawaran tersebut telah ia tolak.
Dalam beberapa hari terakhir, Federasi Sepak Bola Maroko memproses pengunduran diri Walid Regragui. Pelatih berusia 50 tahun itu, yang menangani tim sejak sebelum Piala Dunia 2022, memutuskan mundur setelah ajang Piala Afrika 2025. Federasi akhirnya menerima keputusan tersebut.
Sebagai pengganti, kandidat favorit Federasi adalah Xavi. Namun, legenda Barcelona itu menolak tawaran yang diajukan kepadanya.
Tak Sepakat Soal Staf Kepelatihan
Menariknya, laporan tersebut menyebutkan Xavi dan Federasi Sepak Bola Maroko tidak mencapai kesepakatan terkait susunan staf kepelatihan.
Xavi ingin membawa asisten pelatih, analis, dan pelatih fisik ke tim nasional. Namun, pihak Federasi hanya mengizinkan dirinya datang seorang diri tanpa membawa staf tambahan.
Gara-gara perbedaan tersebut, Xavi akhirnya melewatkan kesempatan untuk melatih Maroko.
Ia tetap memprioritaskan kembali ke sepak bola level klub, meski kecil kemungkinan ia akan mengambil pekerjaan baru sebelum musim panas mendatang, saat lebih banyak posisi pelatih berpotensi tersedia.
Sumber: Football Espana