Beragam Sanksi Hasil Sidang Terbaru Komdis: Telat Setor Susunan Pemain hingga Seragam yang Tidak Lengkap

Komdis PSSI memberikan rilis pers terbaru mengenai sidang mereka, Kamis (5/3/2026).

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 05 Maret 2026, 22:00 WIB
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Komdis PSSI mengeluarkan rilis media mengenai berbagai sidang yang mereka lakukan, Kamis (5/3/2026). Ada beberapa kejadian menarik yang layak dicermati dari rilis media itu.

Misalnya yang dialami oleh Bhayangkara FC. Tim yang kini berkandang di Bandar Lampung itu harus membayar denda sebesar Rp50 juta Rupiah kepada Komdis PSSI.

Advertisement

Alasan turunnya sanksi dari Komdis PSSI itu bisa dikatakan cukup konyol. Sebab, jersey salah satu pemain Bhayangkara FC, I Putu Gede Juni Antara tidak dilengkapi badge.

Kejadian itu terjadi saat Bhayangkara FC menjalani laga tandang di markas Persebaya Surabaya pada 14 Feburari yang lalu. 


Telat Mengumpulkan Susunan Pemain

Sriwijaya FC saat bertandang ke markas FC Bekasi City, Jumat (16/1/2026). (Dok. FC Bekasi City)

Sementara itu FC Bekasi City juga mendapatkan sanksi dari PSSI. Kontestan Pegadaian Championship 2025/2026 itu harus membayar denda sebesar Rp25 juta.

Penyebabnya, FC Bekasi City dinilai terlambat saat mengumpulkan susunan pemain kepada perangkat pertandingan. Sesuatu yang sebenarnya sangat bisa untuk dihindari.

Kejadian itu terjadi saat FC Bekasi City menghadapi Sriwijaya FC pada 16 februari lalu. Saat itu Bekasi mampu meraih kemenangan 1-0 atas Laskar Wong Kito.


Denda Besar

Debut Mauro Zijlstra bersama Persija Jakarta di laga kontra Bali United pada BRI Super League 2025/2026. (Alit Binawan/Bola.com)

Sementara itu pada periode kali ini, Bali United menjadi klub dengan sanksi terbanyak dari Komdis PSSI. Serdadu Tridatu harus membayar denda mencapai Rp320 juta.

Denda itu berasal dari laga antara Bali United kontra Persija Jakarta. Laga yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar pada 15 Februari itu mengalami banyak kejadian.

Misalnya terjadi pelemparan benda ke area pertandingan oleh suporter. Selain itu ada pula kembang api dan flare yang dinyalakan oleh suporter Bali United. 


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait