BRI Super League: Depak Dejan Antonic, Semen Padang Gaet Imran Nahumarury

Imran Nahumarury menjadi pelatih baru Semen Padang sejak Kamis (5-3-2026).

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 05 Maret 2026, 20:50 WIB
Pelatih Malut United, Imra Nahumarury memberikan pernyataan dalam sesi konferensi pers selepas laga melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Senin (10/2/2025). (Dok. Malut United)

Bola.com, Jakarta - Langkah menarik dilakukan oleh manajemen Semen Padang. Mereka memecat Dejan Antonic tidak lama setelah Firman Juliansyah dkk. gagal mengalahkan PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026

Laga yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (4-3-2026) malam WIB itu berakhir dengan skor 0-0. Padahal, PSIM bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama setelah Fahreza Sudin mendapatkan kartu merah. 

Advertisement

Manajemen Semen Padang pun mencoba bergerak cepat. Mereka langsung mengumumkan pelatih baru. Imran Nahumarury ditunjuk sebagai pengganti Dejan Antonic. 

"Welcome (selamat datang) Coach Imran Nahumarury," demikian pernyataan Semen Padang melalui media sosial resmi mereka, Kamis (5-3-2026) malam. 


Musim yang Sulit

Bek PSIM Yogyakarta, Jop van der Avert mengejar laju dari striker Semen Padang, Kasim Botan dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora H. Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026). (Dok. Semen Padang).

Semen Padang menjalani BRI Super League 2025/2026 dengan sangat sulit. Mereka masih saja gagal menjauhi zona degradasi, meski kompetisi sudah berjalan 24 pekan.

Saat ini Semen Padang masih menempati posisi ke-18 alias juru kunci klasemen sementara. Kabau Sirah baru mengumpulkan 17 poin dari 24 pertandingan. 

Dejan Antonic sebenarnya didatangkan pada pertengahan musim. Antonic saat itu menggantikan posisi Eduardo Almeida yang lebih dulu dipecat.


Bermasalah di Malut United

Imran Nahumarury saat melatih Malut United (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Keputusan Semen Padang menggaet Imran Nahumarury sebenarnya cukup dipertanyakan. Sebab, eks pemain tengah Timnas Indonesia itu sempat dianggap bermasalah di klub sebelumnya, Malut United, juga bersama Yeyen Tumena.

Menariknya, Yeyen dan Imran saat ini sama-sama bekerja untuk Semen Padang.

"Tapi, kami tidak bisa menutup mata atas berbagai praktik tidak pantas yang dilakukan keduanya," ujar Asghar Saleh selaku wakil manajer Malut United, ketika itu, saat itu dikutip dari Antara.

"Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil dan itu jelas melanggar," imbuh Asghar.


Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Berita Terkait