Kisah Haru Gunawan Dwi Cahyo: Sepatu Bola Pertama Dipinjam, Ditambal Berkali-kali demi Mimpi

Gunawan Dwi Cahyo punya banyak kenangan di sepak bola. Satu di antaranya yang paling berkesan adalah cerita tentang sepatu bola pertamanya.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 06 Maret 2026, 06:45 WIB
Pemain Persik Kediri, Gunawan Dwi Cahyo, saat pertandingan pekan keempat BRI Liga 1 2023/2024 melawan Dewa United yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (21/7/2023). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - Gunawan Dwi Cahyo punya banyak kenangan di sepak bola. Satu di antaranya yang paling berkesan adalah cerita tentang sepatu bola pertamanya.

Masih kenal Gunawan Dwi Cahyo? Ya! Kelahiran Jepara 36 tahun silam pernah memperkuat sejumlah tim. Ia juga salah satu pilar timnas, baik U-23 maupun senior. Di masanya, jebolan Diklat Salatiga merupakan pemain belakang yang tangguh.

Advertisement

Lama tak terdengar, eks palang pintu Persija Jakarta, Persik Kediri, dan Persijap Jepara berbagi kabar via kanal YouTube Dens. TV.

Menurut Gunawan Dwi Cahyo, ia pertama kali mengenal si kulit bundar lewat idolanya, Ardi Warsidi, legenda Persija asal Jepara.

"Kenal sepak bola karena lingkungan. Lingkungan itu, dulu kan di Jepara ada Warsidi, pemain tim nasional dan membawa Persija juara 2001. Nah, itu tuh lagi ramai-ramai itu. Akhirnya, tetangga semua ayo kita latihan. Akhirnya semua pada ke lapangan," kata Gunawan Dwi Cahyo.


Kisah Sepatu Bola

kabar terbaru Gunawan didepak dari klubnya. Gunawan dilepas oleh Persik Kediri klub tempat Gunawan bermain. Hal itu diungkapkan melalui instagram @persikfcofficial. [Instagram/gunawandwicahyo13]

Sayang, Gunawan Dwi Cahyo kecil terbentur sepatu bola. Meminta kepada orang tua tidak mungkin karena memang kondisi ekonomi yang tak mendukung. Lagi pula ia masih kelas 3 SD.

"Waktu itu masih kelas 3 SD. Pertama kali itu, orang tua kan memang belum punyalah gitu. Akhirnya saya dipinjamin sepatu sama pak de. Itu awal cerita main bola. Cuma kan, oh sudah dipinjamin nih, ya harus semangat latihannya," kenang Gunawan Dwi Cahyo.

Semangat Gunawan Dwi Cahyo untuk mengenal sepak bola terus membara. Tiada hari tanpa latihan dan bermain sepak bola, meski sepatu bola pemberia pak de sudah berapa kali ditambal atau dijahit karena robek.

"Akhirnya latihan, latihan, sampai tuh sepatu sudah sempat ditambal sampai berapa kali gitu. Makanya sangat berkesanlah. Terus masuk sekolah sepak bola, latihan terus," ujarnya tersenyum penub arti.

"Tahun berapa ya? Pokoknya sepatuh tuh, sepatu Eagle. Nah, itu sepatu pertama. Sudah berapa kali ditambal aja pokoknya. Baru bisa beli sepatu waktu masuk Porda (pekan olahraga daerah). SD kelas 5 atau kelas 6 gitu. Itu pun bukan nomor satu. Yang penting sepatu barulah," kata Gunawan.


Main Bola Tanpa Sepatu

Sekedar informasi, suami Okie Agustina itu bergabung dengan Persik Kediri yang berlaga di Liga 1 2023/2024 sejak Juni 2023. Pria yang sebelumnya pernah bergabung dengan Persija itu berposisi sebagai bek. [Instagram/gunawandwicahyo13]

Melihat kondisi sepatu pemberian Pakde sudah sangat memprihatinkan dan akhirnya dipotong-potong sama ayah karena Gunawan Dwi Cahyo nekat bermain bola tanpa sepatu. Beruntung, Gunawan Dwi Cahyo dapat sepatu bola baru dari ibu.

"Dulu, sampai sempat main bola. Saking senangnya main bola, sepatu yang dibelikan sama ibu, selesai main bola kan jam 3 sore sampai habis magrib, Setelah itu kan, main bola di kampung enggak pakai sepatu. Akhirnya bapak marah,'Kamu tuh udah ini selalu habis main bola kaki sobek karena enggak pakai sepatu'," ujar Gunawan Dwi Cahyo menirukan ucapan ayahnya.

"Nah itu, akhirnya bapak marah. Sempat tuh, sepatunya dipotong-potong. Akhirnya, ya namanya anak kecil, nangislah. Akhirnya ibu coba itu dan itu juga kesayangan sepatu yang dipotong yang dikasih pak de. Jadi bapak kan nggak tahu. Jadi akhirnya dipotong, terus ibu beli sepatu lagi," ujarnya menambahkan.

Gunawan Dwi Cahyo bisa mengerti kenapa bapak marah. Bapak tak ingin kakinya luka sehingga berdampak kepada sekolah yang menjadi prioritas saat itu.

"Karena kan dipikir, kalau misal saya sakit, otomatis biasanya sekolah yang paginya engak masuk. Karena pakai sepatu sekolah pasti sakit. Karena kan kondisinya luka. Jadinya ya itu yang bikin bapak marah," papar Gunawan Dwi Cahyo sembari menambahkan bahwa sang bapak akhirnya mendukung kariernya di sepak bola.

"Sebenarnya yang pertama kali support itu ya ibu sama pak de. Kalau bapak enggak. Tapi setelah yang saya sekolah di sepak bola di SMP kelas 2 saya sudah dipanggil seleksi Persiku junior buat Suratin. Itu dah dapat gaji. Alhamdulillah, sudah dapat rezeki di situ, akhirnya orang tua mulai senang, termasuk bapak," tukasnya.

"Terus SMA, saya masuk Diklat Salatiga. Sekolah sudah enggak dibiayai orang tua karena dibiayai pemerintah. Setiap bulan juga dapat uang saku. Akhirnya dari sepak bola saya bisa menghasilkan gitu," tutup Gunawan Dwi Cahyo.