Radja Nainggolan Bicara tanpa Filter: Juventus, VAR, hingga Pogba Jadi Sasaran

Radja Nainggolan blak-blakan. Tolak Juventus, kritik VAR, hingga klaim lebih baik dari Paul Pogba.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Maret 2026, 15:15 WIB
Pemain Bhayangkara FC, Radja Nainggolan (kiri) terlibat pertikaian dengan pemain PSS Sleman, Ricky Cawor pada laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan, Radja Nainggolan, kembali menunjukkan karakter blak-blakan yang selama ini melekat kepadanya.

Dalam wawancara panjang bersama Sportium.fun yang dikutip TuttoMercatoWeb, eks bintang Bhayangkara FC itu membahas banyak hal, dari alasannya tak pernah bergabung dengan Juventus, pandangannya soal VAR, hingga penilaiannya terhadap sejumlah gelandang top seperti Paul Pogba.

Advertisement

Sepanjang kariernya di Italia, pemain asal Belgia itu sempat beberapa kali mendapat kesempatan untuk merapat ke Juventus. Namun, ia memilih menolak peluang tersebut.

Nainggolan mengungkapkan alasannya dengan cara yang khas.

"Saya dulu sering bermain Football Manager dan saya tidak pernah memilih tim yang paling kuat," ujarnya.

Menurutnya, sensasi memenangkan gelar bersama klub seperti Roma, terasa jauh lebih spesial dibandingkan klub yang hampir selalu dituntut juara setiap musim.

"Ketika klub seperti Roma menjuarai liga, itu seperti perayaan untuk 20  tahun. Di Juventus, Anda harus memenangkannya setiap tahun, rasanya benar-benar berbeda," katanya.


Tuduhan Bias Wasit

Pemain AS Roma, Radja Nainggolan dan rekan-rekannya saat sesi latihan di Trigoria Sports Centre, Roma, Italia, Selasa (1/5). Pada leg pertama, Liverpool berhasil melumat AS Roma dengan skor 5-2. (Riccardo Antimiani /ANSA via AP)

Nainggolan kemudian menyinggung pengalaman pribadinya saat bermain di kandang Juventus, Juventus Stadium (kini dikenal sebagai Allianz Stadium). Ia mengaku pernah merasakan keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya.

"Ketika Juventus Stadium diresmikan, saya bermain di sana bersama Cagliari dan kami imbang 1-1 berkat penalti yang sebenarnya tidak pernah terjadi untuk Juventus," ujarnya.

Pengalaman serupa, lanjut dia, kembali terjadi ketika sudah berseragam Roma.

"Kemudian saya datang ke Roma, pertandingan pertama di stadion yang sama, kami kalah 2-3 dengan dua penalti yang diberikan, padahal pelanggarannya terjadi di luar kotak. Semua orang melihatnya. Itu adalah kebenaran, hanya saja tidak semua orang berani mengatakannya," cetus Nainggolan. 


Kritik Terhadap VAR

Radja Nainggolan, pemain asal Belgia berdarah Indonesia ini dilabuhkan Inter Milan dari Cagliari dengan mahar 38 juta euro pada musim 2018/2019. (AFP/Miguel Medina)

Pandangan Nainggolan terhadap teknologi VAR juga tak kalah tegas. 

"Sepak bola seharusnya seperti dulu," katanya.

"Jika kesalahan masih terjadi, meskipun sudah ada VAR, maka lebih baik teknologi itu dihapus saja dan biarkan wasit membuat kesalahan secara alami. Sepak bola yang sebenarnya itu berbeda," lanjutnya.


Bandingkan Dirinya dengan Pogba

Gelandang Juventus, Paul Pogba, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Genoa pada laga Serie A di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia, Minggu (20/9/2015). Musim lalu, Pogba, sukses mengantar Juve juara Serie A. (AFP/Marco Bertorello)

Namun, lomentarnya yang paling mencuri perhatian datang ketika ia menilai para gelandang di era yang sama dengannya di Serie A.

"Di era saya di Serie A, hanya Arturo Vidal dan Daniele De Rossi yang sekuat saya," klaimnya.

Nainggolan bahkan merasa dirinya lebih baik dibanding Pogba.

"Pogba? Saya lebih baik dari dia, dia hanya punya tiga tahun yang bagus sepanjang kariernya," ucapnya.

Setelah perjalanan panjang sebagai pemain, Nainggolan kini mulai memikirkan langkah berikutnya dalam dunia sepak bola. Ia mengaku sedang mempertimbangkan untuk mengambil lisensi kepelatihan.

"Melihat apa yang ada di luar sana, saya rasa saya bisa melakukannya," katanya.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait