Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, memiliki cerita emosional di balik keberhasilan membawa Merah-Putih berjaya di SEA Games. Sosok asal Malaysia itu sukses mengantar Indonesia mematahkan dominasi negara asalnya di nomor hoki indoor.
Bola.com belum lama ini mendapatkan kesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Dharma Raj. Ia mengisahkan perjalanan panjang yang penuh tekanan sejak memutuskan melatih Indonesia pada 2021.
Keputusan itu sempat membuatnya ditertawakan sejumlah kolega di Negeri Jiran. Namun, ejekan tersebut justru menjadi bahan bakar motivasi bagi Dharma Raj untuk membuktikan kapasitasnya.
"Saya masih ingat sebelum pergi ke Indonesia saya bertemu banyak teman pelatih. Waktu itu orang-orang di Malaysia menertawakan saya karena datang ke Indonesia. Saya bilang saya akan mengalahkan Malaysia di SEA Games dan di hoki indoor. Itu ambisi saya," buka Dharma Raj.
"Indonesia dianggap tim yang no hope, tidak ada peluang sama sekali. Itu yang membakar saya untuk membuktikan sesuatu. Saya bilang, kalau saya bisa berjaya walaupun sekali saja, itu akan menjadi peristiwa besar di Malaysia," lanjutnya.
Tekad Besar Mengubah Nasib Indonesia
Sejak tiba di Indonesia pada 2019, Dharma Raj melatih Tim Hoki Jawa Barat untuk berlaga di PON Papua 2021. Dia pun kemudian menerima pinangan dari Federasi Hoki Indonesia untuk menangani Timnas Hoki Indonesia.
Mengasuh timnas, Dharma menanamkan mental pantang menyerah kepada para pemain agar mampu bersaing dengan kekuatan besar seperti Malaysia.
"Makanya saya di Indonesia berlatih sangat serius. Kami berlatih terus dengan satu target, yaitu mengalahkan Malaysia," ujar Dharma Raj.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil besar pada final hoki indoor putra di SEA Games 2023. Saat itu, Indonesia sempat tertinggal jauh sebelum akhirnya bangkit secara dramatis.
"Ketika kami tertinggal 0-3 saya melihat ke atas GOR dan berkata 'Ya Allah saya sudah menunggu perlawanan ini, sudah berapa lama saya meninggalkan negara saya untuk datang dan mau membuktikan sesuatu'," kenangnya.
Keputusan Tepat
Dengan sisa waktu sekitar tujuh menit, Dharma Raj mengambil langkah berani: menarik kiper dan memainkan strategi power play. Keputusan itu sangat berisiko karena membuka peluang lawan mencetak gol lebih banyak.
"Pada menit keenam ketujuh sebelum saya mengambil tindakan untuk mengeluarkan kiper. Saya melihat ke langit dan bilang 'Ah, apa saja yang berlaku hari ini saya tetap tak akan menyerah karena saya sudah datang begitu jauh'," katanya.
Keputusan tersebut berbuah manis. Timnas Hoki Indonesia berhasil mencetak tiga gol dalam enam menit terakhir dan menyamakan kedudukan 3-3 sebelum akhirnya menang lewat shootout.
"Situasi itu luar biasa. Indonesia menyamakan skor dan menang lewat shootout. Seperti yang saya bilang, kalau saya mengalahkan Malaysia pasti heboh di Malaysia, dan itu benar-benar terjadi," ucapnya.
"Satu hari seperti black day di Malaysia pada 2023. Saya ingat pemain bilang, 'Coach hati-hati pulangnya'. Tetapi saya pulang dengan bangga. Ke mana-mana orang bicara tentang bagaimana Indonesia bisa menang," imbuh dia.
Mengulang Kejutan di SEA Games 2025
Kesuksesan Indonesia tidak berhenti di sana. Dharma Raj kembali membawa Tim Merah-Putih meraih medali emas di SEA Games 2025 dengan kembali mengalahkan Malaysia di final.
"Di 2025 mereka sebenarnya membuat persiapan yang bagus kali ini karena mereka enggak mau kalah untuk kali kedua. Ekspektasi saya kali kedua ini memang lebih susah karena persiapan mereka bagus," tuturnya.
"Mereka ke Eropa memilih pemain terbaik. Pemain dikumpulkan indoor putra untuk siap melawan Indonesia dan mereka lolos ke Piala Dunia. Tim mereka benar-benar mantap kali ini kalau dibandingkan 2023."
Meskipun begitu, Indonesia kembali mampu menaklukkan rival lamanya itu. Bagi Dharma Raj, kemenangan back to back tersebut memberikan kepuasan luar biasa secara pribadi.