Ribut di Kubu Legenda MU: Evra Semprot Scholes usai Kritik Carrick, Sindir Neville dan Keane Sekalian

Patrice Evra melancarkan serangan terhadap mantan rekan setimnya di MU, Paul Scholes, dalam episode terbaru pertikaian sengit antara legenda Setan Merah terkait Michael Carrick.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Maret 2026, 14:45 WIB
Patrice Evra (AFP/Karim Jafaar)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Patrice Evra, melontarkan kritik keras kepada mantan rekan setimnya, Paul Scholes.

Perseteruan terbaru di antara para eks pemain klub itu muncul setelah perdebatan mengenai kinerja Michael Carrick sebagai pelatih interim MU.

Advertisement

Scholes sebelumnya menulis komentar di media sosial setelah kekalahan MU dari Newcastle United pada Kamis (5-3-20206) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi kekalahan pertama Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim ini.

"Michael jelas punya sesuatu yang spesial… karena United tampil buruk dalam empat pertandingan terakhir," tulis Scholes.

Komentar itu langsung memicu reaksi keras dari Evra. Mantan bek kiri Setan Merah tersebut pernah bermain bersama Carrick dan Scholes ketika MU menjuarai Liga Champions 2008.

“Saya harap story Instagram Paul Scholes itu palsu, saya harap akunnya diretas" kata Evra kepada perusahaan gim daring, Stake.

"Sejujurnya, saya tidak kaget kalau itu memang dari Scholesy. Dia adalah pemain paling pendiam yang pernah saya temui sepanjang karier saya. Sekarang, ketika berada di media, dia justru sering melempar pernyataan yang mengejutkan," tambahnya.


Minim Dukungan

CEO dan co-owner Salford City Nicky Butt (kanan) dan co-owner Paul Scholes bereaksi menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester City dan Salford City di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 11 Januari 2025. (Darren Staples/AFP)

Evra juga mempertanyakan minimnya dukungan yang diberikan kepada Carrick oleh para mantan pemain MU.

"Saya benar-benar tidak mengerti kurangnya dukungan untuk Michael Carrick. Dia salah satu dari kita, dan dia melakukan pekerjaan yang sangat baik," ujarnya.

Kritik dari Scholes merupakan bagian terbaru dari gelombang komentar yang muncul sejak Carrick ditunjuk menangani MU setelah pemecatan Ruben Amorim.

Sejak dipercaya memimpin tim pada Januari, MU sempat mencatat rangkaian hasil tanpa kekalahan hingga akhirnya tumbang di St James' Park.

Legenda lain klub itu, Roy Keane, juga ikut mempertanyakan apakah Carrick layak dipertahankan sebagai pelatih setelah musim berakhir.

"Bahkan jika Manchester United memenangi setiap pertandingan sampai akhir musim, saya tetap tidak akan memberinya pekerjaan itu," ujar mantan kapten MU tersebut.

Sementara itu, Gary Neville menyarankan manajemen klub mempertimbangkan opsi lain sebelum mengambil keputusan permanen terkait kursi pelatih.


Komentar Tak Perlu

Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)

Evra kemudian menyinggung masa kepelatihan Neville yang singkat dan tidak sukses di Valencia.

"Ada banyak analisis negatif dari Scholesy, tapi juga dari Roy Keane dan Gary Neville," kata Evra

"Itu membuat saya kesal karena kami ingin berada di empat besar, dan komentar seperti itu tidak perlu. Tapi, memang begitulah ketika Anda bekerja di televisi, Anda tidak bisa terlalu positif, Anda harus bersikap negatif," ucap mantan pemain Juventus itu.

Evra menambahkan, sebagian besar mantan pemain yang kini menjadi analis justru tidak bertahan lama ketika mendapat kesempatan melatih.

"Kebanyakan dari mereka mendapat pekerjaan sebagai manajer, lalu langsung dipecat. Saya pernah bilang kepada Neville, 'Sangat mudah berbicara di TV. Saat Anda di Valencia, mereka meminta paella, tapi Anda memberi mereka fish and chips'."

"Setelah tiga bulan, mereka mengucapkan selamat tinggal. Orang tidak boleh melupakan apa yang sudah mereka lakukan sebagai manajer. Sebagai pemain, mereka memang legenda, tapi sebagai manajer mereka belum melakukan pekerjaan yang hebat," lanjutnya.

"Jadi, ketika mereka berbicara dan mungkin menghancurkan karier seorang pelatih, menurut saya itu sudah terlalu berlebihan," cetus Evra.

 

Sumber: Telegraph

Berita Terkait