Masih Ada Keributan Antarsuporter, PSSI Buka Kemungkinan Perpanjang Larangan Awaydays Musim Depan

PSSI tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang larangan tur tandang pada musim depan karena masih ada keributan antarsuporter, terutama di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 07 Maret 2026, 21:15 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait rencana baru perkembangan Timnas Indonesia yang berlangsung di Menara Danareksa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (06/01/2025). Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Manajer Timnas Indonesia Sumardji, Waketum PSSI Zainudin Amali, Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan Exco Arya Sinulingga. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - PSSI tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang larangan tur tandang pada musim depan karena masih ada keributan antarsuporter, terutama di BRI Super League 2025/2026.

Terbaru, pendukung Persijap Jepara dengan Persis Solo bentrok setelah kedua klub kebanggaannya berhadapan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Kamis (5/3/2026).

Advertisement

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menganggap bahwa suporter seolah tidak belajar dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 orang pada Oktober 2022.

"Ini suporternya lupa sama tragedi Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya, itu yang membuat kami sedih juga," ujar Arya.


Larangan Tur Tandang dalam 3 Musim Terakhir

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga memberikan keterangan saat acara Refleksi 93 Tahun PSSI di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Senin (17/04/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

PSSI telah menerapkan larangan tur tandang dalam tiga musim terakhir. Beberapa pendukung memilih untuk tetap awaydays meski risikonya klub kesayangannya mendapatkan denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Namun, sebagian suporter dapat membuktikan bahwa tur tandang bisa berjalan dengan suasana kondusif tanpa adanya gesekan dengan pendukung lain.

Tetapi, tidak sedikit pula yang berujung dengan ketegangan.

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh tandang, tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan tandang, itu bagus antarsuporter, terus saya ditanya, 'Ini bagus, ayo dong buka away-nya'. Ternyata, itu hanya satu, ini hanya satu," kata Arya.


Ungkapan Arya Sinulingga

Keributan antarsuporter yang terus berulang membuat PSSI makin sulit mempertimbangkan pelonggaran aturan tur tandang dalam waktu dekat.

"Ini tidak hanya satu. Ini menyangkut nyawa gitu. Kita berharap teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain yang membuat kita celaka," ucap Arya.

"Buat apa kita harus ada korban-korban lagi, emosi yang ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membuat larangan away."

"Sekarang kita sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kita sedang diskusi. Karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir musim. Jadi, ini kondisi rawan," ungkapnya.


Kekhawatiran Jelang Akhir Musim

Kondisinya makin mengkhawatirkan menjelang akhir musim, ketika persaingan di papan atas maupun bawah BRI Super League dan Championship Series sama-sama memanas dan memicu tensi emosional yang tinggi di antara pendukung.

"Ini yang kita harapkan, mudah-mudahan. Ini perangkat pertandingan dikejar-kejar, semua dikejar-kejar, infrastruktur stadion dirusak. Mereka tidak tahu di luar Pulau Jawa itu stadion saja tidak ada, sangat disayangkan punya stadion seperti itu," jelas Arya.

"Ini yang sedang kami diskusikan dengan ketat, mulai dari Pak Rudy dari keamanan juga sangat ketat melakukan diskusi membicarakan lebih detail mengenai kondisi ini. Karena menuju akhir-akhir kompetisi sedikit rawan, baik dari Super League maupun Championship karena masalah promosi."

"Super League ketat sekali di atas, di bawah pun juga dekat. Maksudnya yang di atas mau juara, yang di bawah tidak mau degradasi. Jadi, harus ada perhatian khusus," terangnya.


Minta Jangan Salahkan PSSI

Arya menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa terus-menerus mengambil risiko keselamatan hanya demi mengakomodasi keinginan sebagian suporter yang belum mampu menjaga ketertiban di luar kandang.

"Untuk musim depan? Kalau seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan," papar Arya.

"Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi di lempar-lempar, dibongkar, apa itu," ujar tangan kanan Ketua PSSI, Erick Thohir, itu.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait