Real Madrid Incar Cesc Fabregas sebagai Pelatih Musim 2026/2027

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, dilaporkan masuk dalam radar Real Madrid untuk menjadi pelatih utama pada musim 2026/2027.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Maret 2026, 09:30 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, dilaporkan masuk dalam radar Real Madrid untuk menjadi pelatih utama pada musim 2026/2027.

Kabar ini muncul dari sejumlah laporan media Spanyol yang menyebutkan bahwa manajemen Los Blancos terkesan dengan kinerja pelatih muda tersebut.

Advertisement

Menurut pengamat sepak bola Spanyol, Jorge Picon, dalam program di El Desmarque, nama Fabregas telah masuk dalam daftar kandidat pelatih yang dipertimbangkan oleh pihak Real Madrid.

Ia dinilai memiliki gaya kerja yang modern, kemampuan komunikasi yang baik dengan pemain, serta pendekatan taktik yang menarik bagi manajemen klub raksasa Spanyol tersebut.

Saat ini Real Madrid sedang berada dalam masa transisi setelah memecat pelatih sebelumnya, Xabi Alonso, pada Januari lalu. Untuk sementara, posisi pelatih kepala dipegang oleh Alvaro Arbeloa sebagai manajer interim sambil menunggu keputusan mengenai pelatih permanen untuk musim depan.


Proyek Besar di Como

Fabregas sebenarnya sedang menikmati proyek ambisius bersama Como. Pelatih berusia 38 tahun tersebut berhasil membawa klub Italia itu tampil impresif dalam beberapa musim terakhir.

Dalam waktu yang relatif singkat, Fabregas mampu mengangkat Como dari kompetisi Serie B hingga bersaing di papan atas Serie A. Saat ini Como bahkan berada di posisi keempat klasemen sementara bersama AS Roma, membuka peluang besar untuk lolos ke kompetisi UEFA Champions League musim depan.

Tak hanya di liga, Como juga tampil impresif di ajang Coppa Italia. Klub tersebut berhasil menembus babak semifinal dan akan menghadapi Inter Milan dalam perebutan tiket ke partai final.

Prestasi tersebut semakin mengangkat reputasi Fabregas sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat ini. Padahal ia baru memulai karier kepelatihannya setelah memutuskan pensiun sebagai pemain pada tahun 2023.


Jejak Fabregas

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Sebelum menjadi pelatih, Fabregas memiliki karier bermain yang sangat sukses. Ia merupakan produk akademi Barcelona dan kemudian dikenal luas saat memperkuat Arsenal. Selain itu, ia juga pernah bermain untuk Chelsea FC dan AS Monaco sebelum mengakhiri karier profesionalnya bersama Como.

Setelah pensiun, ia langsung terlibat dalam manajemen tim dan akhirnya dipercaya menjadi pelatih kepala. Keputusan tersebut terbukti tepat karena Fabregas mampu membawa Como promosi ke Serie A sekaligus menjadikan klub itu sebagai salah satu kejutan terbesar di sepak bola Italia.

Proyek Como juga mendapat dukungan finansial yang cukup besar dari pemilik klub asal Indonesia. Investasi tersebut memungkinkan mereka mendatangkan sejumlah pemain berkualitas untuk memperkuat tim.

Salah satu rekrutan menarik adalah gelandang muda Nico Paz. Pemain tersebut sebelumnya merupakan bagian dari akademi Real Madrid dan masih memiliki klausul buy-back yang bisa diaktifkan oleh klub Spanyol itu.

 


Tawaran Menantang

Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas sebelum laga AC Milan vs Como di Liga Italia, Kamis (19/2/2026). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Situasi tersebut membuat hubungan antara Como dan Real Madrid menjadi semakin menarik, terutama jika nantinya Fabregas benar-benar dipertimbangkan sebagai pelatih Los Blancos di masa depan.

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa Fabregas saat ini masih sangat fokus dengan proyek jangka panjang di Como. Ia ingin terus mengembangkan tim tersebut agar mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.

Namun jika tawaran resmi datang dari Real Madrid, banyak pihak meyakini hal itu akan menjadi godaan besar bagi Fabregas. Kesempatan melatih salah satu klub terbesar di dunia tentu sulit untuk ditolak oleh siapa pun, termasuk pelatih muda yang sedang naik daun seperti dirinya.   

Sumber: Football Italia

Berita Terkait