Jelang Hadapi Atletico Madrid di Liga Champions, Tudor: Prioritas Spurs adalah bertahan di Premier League

Kelangsungan hidup di Premier League adalah prioritas Tottenham Hotspur.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Maret 2026, 09:45 WIB
Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, memberi isyarat selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta - Pelatih sementara, Igor Tudor menegaskan bahwa bertahan di Premier League menjadi prioritas utama Tottenham Hotspur, bahkan di atas peluang melangkah jauh di Liga Champions.

Performa buruk Spurs di kompetisi domestik membuat Thomas Frank dipecat bulan lalu. Situasi belum membaik sejak Tudor mengambil alih. Tiga kekalahan dalam tiga laga pertamanya membuat Tottenham kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Advertisement

Ironisnya, performa mereka justru jauh lebih baik di kompetisi Eropa. Tottenham berhasil lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions dan dijadwalkan menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama yang digelar di Madrid, Rabu (10-3-2026) dini hari WIB.

Meski begitu, Tudor menegaskan fokus utamanya tetap menjaga Tottenham bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, yang jika tercapai akan menjadi musim ke-49 secara beruntun klub tersebut di liga teratas Inggris.

"Setiap pertandingan itu penting," kata Tudor dalam konferensi pers di Madrid, Senin.

"Ada aspek mentalitas yang berbeda dalam pertandingan seperti ini. Mungkin ini bisa membantu kami melihat masalah yang kami miliki dan menemukan cara yang tepat untuk memperbaikinya. Tapi, kami harus selalu fokus pada diri sendiri, berkembang sebagai tim, dan melakukan segala sesuatu dengan lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan tim tetap menjadi kebutuhan utama saat ini.

"Kami harus melakukan yang terbaik karena kami memang perlu berkembang. Target pertama kami adalah Premier League, hal ini perlu dikatakan secara terbuka. Itu sesuatu yang wajar," kata Tudor.

"Liga Champions adalah sesuatu yang ekstra, tetapi itu bukan berarti kami tidak ingin lolos atau tidak ingin melangkah ke babak berikutnya," imbuhnya.


Kabar Baik

Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, melambaikan tangan kepada para penggemar saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Tottenham Hotspur di Turf Moor, Burnley, Inggris barat laut pada 24 Januari 2026. Pertandingan berakhir 2-2. (Oli SCARFF/AFP)

Menjelang laga melawan Atletico, Tottenham mendapat kabar baik dari sektor pertahanan. Djed Spence dan Cristian Romero kembali tersedia.

Romero bahkan siap menjalani penampilan pertamanya di bawah Tudor setelah sebelumnya menjalani hukuman larangan bermain.

Di lini depan, Tudor juga memastikan Richarlison akan tampil sejak menit awal setelah hanya dimainkan sebagai pemain pengganti dalam tiga pertandingan awal masa kepelatihannya.

"Para pemain mulai kembali, itu sangat penting," kata Tudor.

"Dalam tiga pertandingan sebelumnya kami kehilangan pemain di posisi mereka dan pemain yang biasanya tampil. Besok adalah pertandingan yang indah untuk dimainkan, kompetisinya benar-benar berbeda dengan Premier League. Kami punya pengalaman dari pertandingan sebelumnya musim ini, jadi kita lihat saja apa yang terjadi besok," lanjut mantan pelatih Juventus dan Lazio tersebut.


Kesempatan Tudor Mengubah Suasana

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, kedua dari kanan, berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Pertandingan di markas Atletico, Stadion Metropolitano Stadium, dipandang Tudor sebagai peluang untuk membalikkan keadaan, bukan hanya di Liga Champions, tetapi juga untuk menghentikan tren buruk Tottenham di liga domestik yang membawa mereka mendekati zona degradasi.

Pelatih asal Kroasia itu terlihat tenang dan percaya diri menjelang duel menghadapi Atletico.

Kendati tidak secara langsung menyebut laga ini sebagai kesempatan tanpa tekanan, Tudor memandang pertandingan tersebut sebagai momen untuk menjauh sejenak dari tekanan Premier League, memperbaiki suasana tim, serta mencoba pendekatan berbeda sebelum menghadapi laga-laga penting berikutnya.

Masa depannya sendiri mulai menjadi bahan perbincangan setelah tiga kekalahan beruntun dan penampilan tim yang kurang meyakinkan. Namun, Tudor yakin skuad yang akan menghadapi Atletico memiliki fondasi lebih kuat dengan kembalinya Romero.


Semangat Juang

The Lilywhites sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu melalui Dominic Solanke pada menit ke-34 setelah berhasil mengkonversi umpan silang Archie Gray. (AFP/Benstansall)

Pelatih asal Kroasia itu berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak sekadar melanjutkan tren buruk yang ditinggalkan Frank, tetapi juga mampu menghadirkan semangat juang yang sejauh ini belum terlihat dari timnya.

Kembalinya Romero dianggap krusial bagi Tottenham.

"Saya yakin dalam pertandingan ini dia akan menjadi pemimpin seperti biasanya dan tampil bagus," kata Tudor.

"Dia tidak merasa baik karena tidak bisa membantu tim, tetapi sekarang dia sudah kembali. Selama dua atau tiga pekan terakhir dia bekerja keras, banyak melakukan sesi lari terpisah bersama pelatih kebugaran agar kondisinya lebih baik," ucap pelatih berusia 47 tahun itu.

Selain duel di lapangan, perhatian juga akan tertuju pada area teknis di pinggir lapangan. Tudor akan berhadapan langsung dengan pelatih Atletico yang dikenal penuh energi dan berpengalaman, Diego Simeone.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait