Tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026, Australia Beri Suaka kepada Lima Pemain Timnas Putri Iran di Tengah Konflik

Australia berikan suaka kepada lima pemain Timnas putri Iran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Maret 2026, 12:15 WIB
Para pemain Iran berpose untuk foto tim menjelang pertandingan Piala Asia Wanita antara Iran dan Filipina di Robina, Australia, Minggu, 8 Maret 2026. (Dave Hunt/AAPImage via AP,File)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Australia memberikan suaka kepada lima pemain Timnas Iran putri, yang sebelumnya berada di negara tersebut untuk mengikuti Piala Asia Wanita 2026. Keputusan itu diumumkan Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, pada Selasa.

Kelima pemain tersebut berada di Australia ketika perang pecah di negara asal mereka.

Advertisement

Dalam beberapa hari terakhir, kelompok masyarakat Iran di Australia serta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak pemerintah Australia agar memberikan perlindungan kepada para pemain.

Tim Iran sempat menjadi sorotan luas di Australia setelah para pemain tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama mereka. Sikap itu memicu berbagai spekulasi di media dan publik.

Pada Selasa dini hari waktu setempat, polisi federal Australia menjemput lima pemain tersebut dari hotel mereka di Gold Coast dan membawa mereka ke lokasi yang dirahasiakan setelah para pemain mengajukan permohonan suaka.

Di tempat tersebut mereka bertemu Burke dan proses pengajuan visa kemanusiaan kemudian diselesaikan, kata sang menteri kepada wartawan di Brisbane beberapa jam kemudian.

"Saya bahkan tidak ingin membayangkan betapa sulitnya keputusan ini bagi masing-masing perempuan tersebut. Tetapi, tadi malam yang terasa adalah kegembiraan dan kelegaan," kata Burke.

Ia juga membagikan foto di media sosial yang memperlihatkan para pemain tersenyum dan bertepuk tangan ketika ia menandatangani dokumen persetujuan.

"Mereka sangat bersemangat untuk memulai kehidupan baru di Australia," ujar Burke.


Perayaan dan Sorakan

Timnas Iran Putri. (Bola.com/Dok.AFC).

Burke mengatakan para pemain yang menerima suaka bersedia jika nama dan foto mereka dipublikasikan. Ia juga menegaskan para atlet tersebut ingin memperjelas bahwa mereka bukan aktivis politik.

Menurut Burke, setelah proses dokumen selesai, suasana berubah menjadi perayaan. Terdengar sorakan khas olahraga Australia, "Aussie, Aussie, Aussie, oi, oi, oi."

"Para perempuan ini atlet hebat, orang-orang yang luar biasa, dan mereka akan merasa sangat betah di Australia," ujarnya.

Sementara itu, anggota tim lainnya masih berada bersama pendamping resmi dari Iran.

Timnas Iran putri datang ke Australia bulan lalu untuk mengikuti Piala Asia Wanita 2026, sebelum konflik di negara mereka pecah.

Mereka tersingkir dari turnamen pada akhir pekan lalu dan sempat menghadapi kemungkinan harus kembali ke negara yang tengah dilanda serangan.

Pelatih Timnas Iran putri, Iran Marziyeh Jafari, sebelumnya mengatakan para pemain ingin kembali ke Iran secepat mungkin, menurut laporan kantor berita Australia, AAP.

Daftar resmi skuad mencantumkan 26 pemain serta Jafari dan staf pelatih lainnya. Burke menyatakan tawaran suaka sebenarnya diberikan kepada seluruh anggota tim.

"Para perempuan ini sangat populer di Australia, tetapi kami juga menyadari mereka berada dalam situasi yang sangat sulit dengan keputusan yang harus mereka ambil," katanya.

"Kesempatan untuk berbicara dengan pejabat Australia akan selalu terbuka bagi mereka jika mereka menginginkannya," imbuh Burke.


Ancaman Kembali ke Iran

Para pemain Iran bereaksi saat lagu kebangsaan mereka dinyanyikan menjelang pertandingan Piala Asia Wanita antara Iran dan Filipina di Robina, Australia, Minggu, 8 Maret 2026. (Dave Hunt/AAPImage via AP,File)

Belum ada kepastian kapan pemain lain akan meninggalkan Australia.

Burke tidak memerinci ancaman apa yang mungkin dihadapi para pemain jika kembali ke Iran. Selama turnamen berlangsung, para atlet sebagian besar menolak berkomentar mengenai situasi di negara mereka.

Namun, penyerang Iran, Sara Didar, sempat menahan tangis dalam konferensi pers pekan lalu ketika menyampaikan kekhawatiran terhadap keluarga, teman, dan seluruh rakyat Iran yang terdampak konflik.

Tim Iran menjadi sorotan nasional di Australia setelah para pemain tetap diam saat lagu kebangsaan diputar sebelum kekalahan pembuka melawan Korea Selatan. Sebagian pihak menilai sikap itu sebagai bentuk perlawanan, sementara yang lain menganggapnya sebagai ekspresi duka.

Tim tidak pernah memberikan penjelasan resmi. Pada dua pertandingan berikutnya, para pemain kembali menyanyikan lagu kebangsaan dan memberi hormat.


Australia Tersentuh

Foto ini, yang diambil pada 8 Maret 2026, menunjukkan para pemain Iran berlari menuju posisi mereka di awal pertandingan Piala Asia Wanita AFC Australia 2026 antara Iran dan Filipina di Gold Coast. (STR/AFP)

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan masyarakat Australia tersentuh oleh situasi yang dihadapi para pemain tersebut.

"Warga Australia tersentuh oleh nasib para perempuan pemberani ini," katanya kepada wartawan.

"Mereka aman di sini dan seharusnya merasa seperti di rumah," ucapnya.

Albanese menambahkan bahwa pemerintah telah secara jelas menawarkan dukungan kepada para atlet tersebut.

"Mereka kemudian harus mempertimbangkannya dengan hati-hati dan memastikan langkah yang diambil tidak membahayakan diri mereka maupun keluarga dan teman mereka di Iran," ujarnya.

Pengumuman dari Australia datang sehari setelah Trump mendesak Negeri Kanguru agar memberikan suaka kepada anggota tim yang menginginkannya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump bahkan mengkritik Australia melalui media sosial dengan menyebut Australia melakukan kesalahan kemanusiaan besar jika memaksa tim kembali ke Iran.

Trump mengatakan para pemain "kemungkinan besar akan dibunuh" jika kembali dan menambahkan bahwa Amerika Serikat bersedia menerima mereka jika Australia menolak.

Kurang dari dua jam kemudian, Trump kembali membuat unggahan yang memuji Albanese.

"Dia sedang menanganinya! Lima orang sudah diurus, dan sisanya sedang dalam proses," tulisnya.


Perubahan Sikap

Para pemain Iran memberi hormat saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Piala Asia Wanita AFC Australia 2026 antara Iran dan Filipina di Gold Coast pada 8 Maret 2026. Putra mendiang Shah mendesak Canberra pada 9 Maret untuk melindungi tim sepak bola wanita Iran, yang dicap sebagai "pengkhianat masa perang" setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat bermain di Australia. (STR/AFP)

Tawaran suaka dari Trump dinilai sebagai perubahan sikap, mengingat pemerintahannya sebelumnya berupaya membatasi jumlah imigran yang dapat memperoleh suaka dengan alasan politik.

Albanese mengatakan Trump sempat meneleponnya dan mereka melakukan percakapan yang sangat positif mengenai situasi tersebut. Ia menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah Australia selama 48 jam sebelumnya untuk membantu para pemain.

Trump juga memuji media Australia karena menahan diri dan tidak mempublikasikan perkembangan cerita ini lebih awal.

Sebelum keputusan suaka diumumkan, para aktivis telah mendesak pemerintah Australia agar menemui tim tersebut untuk memastikan keselamatan mereka.

Desakan itu muncul setelah beberapa pemain terlihat memberikan isyarat darurat yang menyerupai sinyal SOS pada Minggu malam usai pertandingan terakhir mereka di Piala Asia Wanita 2026.

Saat meninggalkan stadion dengan bus tim, setidaknya satu pemain terlihat membuat sinyal bantuan internasional melalui jendela, mengangkat telapak tangan terbuka, menyilangkan ibu jari di atasnya, lalu menutup empat jari lainnya.

Sejumlah demonstran kemudian mengelilingi bus tim, sementara para pemain terlihat merekam kerumunan tersebut dari dalam kendaraan.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait