Igor Tudor di Ambang Pemecatan setelah Tottenham Babak Belur di Liga Champions, Ini Reaksinya

Posisi Igor Tudor sebagai manajer Tottenham Hotspur sudah di ambang pemecatan meskipun baru menangani timnya dalam empat pertandingan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 11 Maret 2026, 10:15 WIB
Pelatih Juventus asal Kroasia, Igor Tudor, mengamati pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada 19 Oktober 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Posisi Igor Tudor sebagai manajer Tottenham Hotspur sudah di ambang pemecatan meskipun baru menangani timnya dalam empat pertandingan. Posisinya di ujung tanduk setelah Tottenham mengalami kekalahan memalukan 2-5 dari Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, di Wanda Metroplitano, Madrid, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. 

Dalam lawatan ke markas Atletico, Igor Tudor mengincar kemenangan pertamanya, atau setidaknya terhindar dari kekalahan untuk perdana kalinya. Namun, harapan itu langsung sirna. 

Advertisement

Bahkan, Atletico mencetak empat gol hanya dalam empat menit pertama. Kesalahan dari kiper pelapis Antonin Kinsky dan bek Micky van de Ven membuat Atletico dengan mudah unggul lebih dulu.

Mimpi buruk semakin lengkap ketika Kinsky salah mengoper bola pada menit ke-16, yang dimanfaatkan Julian Alvarez untuk menceploskan bola ke gawang kosong. Kiper asal Republik Ceska berusia 22 tahun itu kemudian langsung ditarik keluar oleh Tudor hanya satu menit kemudian.

Upaya Tottenham untuk memperbaiki keadaan musim ini terasa sia-sia. Kiper pengganti Guglielmo Vicario hampir seketika kebobolan gol keempat yang dicetak Robin Le Normand.

Tudor yang tampak kebingungan hanya bisa meminta maaf kepada para suporter yang datang langsung menyaksikan laga tersebut. Dua gol balasan dari Pedro Porro dan Dominic Solanke hanya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi tiga gol sebelum tim kembali ke London Utara.

 


Tak Mau Banyak Bicara soal Masa Depannya

Kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko #31, Antonin Kinsky (kanan), berjabat tangan dengan kiper Tottenham Hotspur asal Italia #01, Guglielmo Vicario, saat ia diganti selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Selepas pertandingan, Igor Tudor mengakui segalanya tampak berjalan buruk bagi Spurs. Pelatih asal Kroasia tersebut juga mengakui timnya kebobolan gol-gol konyol.  

Posisinya juga menjadi sorotan. Masa depannya di Tottenham langsung menjadi pertanyaan meskipun baru sekejap melakoni perannya di kursi manajer. 

Igor Tudor juga mendapat pertanyaan tentang posisinya setelah kekalahan telak tersebut. Bagaimana respons Tudor? 

“Saya harus membantu. Saya harus terus bekerja, tidak banyak bicara, dan tetap fokus pada hal-hal yang bisa kami lakukan," kata Igor Tudor, seperti dikutip The Sun

“Sulit menjelaskannya. Ini pertama kalinya saya melihat situasi seperti ini dalam 15 tahun karier saya, jadi apa yang bisa saya katakan? Fokus saya adalah pada masalah yang ada, begitu juga para pemain. Kami harus tetap positif."

“Ini bukan tentang saya. Kami harus tetap tenang dan tidak banyak bicara. Sekarang bukan waktunya memberikan penjelasan panjang," imbuhnya. 

 

 


Minta Maaf

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, memberi isyarat selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Igor Tudor juga secara terbuka meminta maaf kepada para penggemar Tottenham Hotspur.

“Pertandingan yang aneh. Kami memberi mereka tiga gol. Kami memulai babak kedua dengan baik, tetapi masalah kembali menghancurkan kami. Sangat aneh dan tidak biasa. Itu memukul kepercayaan diri kami," kata Tudor. 

“Kami meminta maaf kepada para penggemar yang datang hari ini, kepada semua orang. Mereka sedang melalui masa sulit.”

Tudor juga mengakui pada malam itu segalanya terasa berjalan tidak sesuai harapan bagi timnya. Selain kebobolan gol-gol konyol dan nasib buruk di Liga Champions, pertandingan tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru terkait kondisi pemain menjelang lanjutan Liga Inggris.

Kapten Cristian Romero dan gelandang Joao Palhinha berbenturan kepala pada menit-menit akhir pertandingan dan harus mendapatkan perawatan di lapangan.

Meski cedera tersebut tidak terlihat terlalu serius, kekhawatiran soal kemungkinan gegar otak bisa membuat keduanya absen saat Tottenham bertandang ke Anfield menghadapi Liverpool pada Minggu nanti.

“Semuanya terasa berjalan salah. Setiap kesalahan kecil harus kami bayar mahal, bahkan situasi di akhir laga ketika dua pemain cedera. Segalanya seakan melawan kami," sambung dia. 

 


Robbie Kane Jadi Kandidat Terkuat Gantikan Igor Tudor

Robbie Keane. Striker asal Irlandia yang telah pensiun pada November 2018 bersama klub ATK di Liga Super India ini pernah berseragam Tottenham Hotspur dalam dua periode. Periode pertama selama 6 musim mulai 2002/2003 hingga 2007/2008 dan periode kedua selama 3 musim mulai tengah musim 2008/2009 hingga tengah musim 2010/2011, keduanya diselingi saat ia hijrah ke Liverpool. Selama 9 musim ia total tampil dalam 306 laga di semua ajang dengan torehan 122 gol dan 26 assist. (AFP/Chris Ratcliffe)

Sementara itu, laporan dari TEAMtalk menyebutkan Igor Tudor diperkirakan akan dipecat setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Mantan striker Tottenham, Robbie Keane, disebut-sebut sebagai opsi yang paling diinginkan untuk menggantikannya.

Laporan tersebut juga menyebutkan pembicaraan mengenai calon pengganti kini telah meningkat intensitasnya. Artikel itu turut mengutip komentar jurnalis Graeme Bailey, yang mengklaim bahwa jajaran petinggi Tottenham Hotspur sudah mulai melakukan pembicaraan, padahal sebelumnya mereka memutuskan memberi Tudor waktu hingga leg kedua melawan Atletico pada 18 Maret.

Namun kini tampaknya mereka terpaksa mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

“Sejauh ini klub masih terus melakukan pekerjaan, seperti yang sudah mereka lakukan selama lebih dari sepekan, untuk mencari opsi pengganti Igor Tudor,” ujarnya.

“Petinggi klub menyadari bahwa skuad tidak bereaksi terhadap Tudor seperti yang mereka harapkan."

“Robbie Keane sudah diajak berbicara, tetapi dia juga menjadi target utama Crystal Palace dan juga dikaitkan dengan Celtic menjelang musim panas.”

Bailey juga menambahkan bahwa Keane sangat dianggap sebagai opsi pilihan utama bagi Spurs.  

Sumber: The Sun, Teamtalk 

Berita Terkait